Tampilkan postingan dengan label Berita Pro Balikpapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Pro Balikpapan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 28 Agustus 2018
Sabtu, 22 Juli 2017
Santri Ponpes Nurul Hidayah Kelurahan Sotek Penajam Paser Utara Gelar Pawai
PENAJAM PASER UTARA - 85 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hidayah di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara ( PPU), Kalimantan Timur, menggelar pawai untuk pertama kalinya sejak berdiri.
“Kegiatan ini bertujuan mengenalkan lingkungan Kelurahan Sotek kepada para santri, karena tidak semua santri berasal dari kelurahan ini. Seperti dari Kecamatan Penajam, Kecamatan Sepaku dan Kecamatan Bahuku,” jelasnya Ustadz Dayat Ibnu, Pondok Pesantren Nurul Hidayah kepada Wartawan DETAKKaltim.Com, Sabtu (15/7/2017) sore.
Selain itu, lanjutnya, memperkenalkan kegiatan para santri kepada masyarakat luas. Karena baru pertama kali kegiatan ini digelar.
Ustadz Dayat Ibnu bersyukur karena setiap tahun santri yang menuntut ilmu di Ponpes Nurul Hidayah, semangkin bertambah.
Ia membeberkan lebih jauh, untuk pendidikan di Ponpes Nurul Hidayah program ada yang modern yaitu mengajar pidato dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Kemudian Kitab Kuning.
“Untuk prestasi, sudah tujuh orang santri bisa membaca kitab kuning dan Al Qur’an,” jelasnya.
Selanjutnya, untuk hafiz Al Qur’an sendiri sementara ini pihaknya fokuskan kelas satu sampai kelas tiga menghafal Al Quran khusunya Juz 30.
Selain memperkenal kepada santri lingkungan Kelurahan Sotek, Ustadz Dayat Ibnu berharapan kegiatan ini ke depannya bisa menjadi referensi kepada orang tua untuk menitipkan anaknya, menuntut ilmu di Pondok Pesantren Nurul Hidayah.
Untuk menjaga keamanan dalam kegiatan pawai ini, Bripka Supriadi, Kapospol Sotek berikut anggota Pospol Kelurahan Sotek melakukan pengawalan. (amran)
Source Detak Kaltim
“Kegiatan ini bertujuan mengenalkan lingkungan Kelurahan Sotek kepada para santri, karena tidak semua santri berasal dari kelurahan ini. Seperti dari Kecamatan Penajam, Kecamatan Sepaku dan Kecamatan Bahuku,” jelasnya Ustadz Dayat Ibnu, Pondok Pesantren Nurul Hidayah kepada Wartawan DETAKKaltim.Com, Sabtu (15/7/2017) sore.
Selain itu, lanjutnya, memperkenalkan kegiatan para santri kepada masyarakat luas. Karena baru pertama kali kegiatan ini digelar.
Ustadz Dayat Ibnu bersyukur karena setiap tahun santri yang menuntut ilmu di Ponpes Nurul Hidayah, semangkin bertambah.
Ia membeberkan lebih jauh, untuk pendidikan di Ponpes Nurul Hidayah program ada yang modern yaitu mengajar pidato dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Kemudian Kitab Kuning.
“Untuk prestasi, sudah tujuh orang santri bisa membaca kitab kuning dan Al Qur’an,” jelasnya.
Selanjutnya, untuk hafiz Al Qur’an sendiri sementara ini pihaknya fokuskan kelas satu sampai kelas tiga menghafal Al Quran khusunya Juz 30.
Selain memperkenal kepada santri lingkungan Kelurahan Sotek, Ustadz Dayat Ibnu berharapan kegiatan ini ke depannya bisa menjadi referensi kepada orang tua untuk menitipkan anaknya, menuntut ilmu di Pondok Pesantren Nurul Hidayah.
Untuk menjaga keamanan dalam kegiatan pawai ini, Bripka Supriadi, Kapospol Sotek berikut anggota Pospol Kelurahan Sotek melakukan pengawalan. (amran)
Source Detak Kaltim
Kamis, 06 November 2014

Kakanwil Kaltim Resmikan Kantin Al-Maidah MTsN Melak Kutai Barat
Melak (Inmas-Kwl) – Kantin MTsN Melak
yang diberi nama Kantin Al-Maidah diresmikan oleh Kakanwil Kemenag Prov.
Kaltim H Saifi (5/11).
Acara ini
dihadiri Kakankemenag Kab. Kutai Barat H.M.Isnaini, Kasi Kurikulum dan
Evaluasi Kanwil Kemenag Kaltim Samudi, Kepala MTsN Melak Yahya beserta
dewan guru serta para siswa MTsN Melak.
Diawal
sambutannya Kakanwil mengucapkan selamat kepada MTsN Melak atas
berdirinya kantin ini dan mengatakan baru pertama melihat kantin
secantik ini, yang disambbut tepuk tangan seluruh hadirin.
Kantin
ini dikatakan Kakanwil bisa menjadi contoh bagi Madrasah lain nya,
karena dinilai dapat memadukan stacholder dengan madrasah, untuk
menciptakan kantin yang baik, bersih, dan menarik.
Disampaikan
Kakanwil bahwa Tahun 2015 akan dilaksanakan lounching untuk
meningkatkan kualitas madrasah yang disebut Gerakan Madrasah Gemilang
yakni Gerakan Madrasah Indah dan Melahirkan Bintang.
Yang
maksudnya disana ada gagasan bagaimana performance madrasah itu bukan
hanya sekedar enak belajar didalamnya tapi suasana disekitarnya juga
nyaman, duduk disegala sudut enak dan dipandang juga enak dengan menata
lingkungan.
Kakanwil meminta agar
selalu dipelihara lingkungan yang sudah baik ini dengan baik, agar
harapan kita semua, bisa mengangkat Madrasah bukan hanya setara bahkan
lebih tinggi dari sekolah umum.
Banyak
kelebihan Madrasah, seperti bidang kurikulum punya 30% pendidikan agama
seperti dibangunnya mushala, kedua siswa putri menggunakan jilbab “
mudahan bukan hanya berjilbab kepalanya tapi juga hati nya “ tegas
Kakanwil.
Siswa Madrasah agar selalu
islami di dalam kelas, di luar kelas, di jalanan, di rumah, sehingga
terasa pendidikan islam dapat terekam dalam kehidupan sehari hari,
tambah nya.
Dengan kehadiran Kantin
A-Maidah ini Kakanwil berharap mudah-mudahan dapat mensemarakan belajar
disini, dapat membantu buat guru dan siswa yang mau makan dan minum,
tidak perlu keluar lingkungan sekolah.
Diakhir
sambutan Kakanwil berpesan jagalah kebersihan agar dilingkungan kantin
ini tidak terihat semerawut, selalu tertata rapi dan bersih sepanjang
masa.
Siapa pun tamu yang datang akan memuji dan meniru kehadiran kantin ini, harapnya.
Mudahan
semua yang berdagang disini berkah, mulai tahun ini berdagang disini,
4-5 tahun kedepan bisa daftar jamaah haji, yang diamini semua pedagang.
Sebelumnya
Kepala MTsN Melak Yahya dalam laporannya Kantin ini dibangun tahun
2012, dan telah mengikuti lomba sekolah sehat dan MTsN Melak menjadi
juara 1.
MTsN melak juga sudah menjalin hubungan yang baik atau bermitra dengan BLH, Dinkes, Puskesmas dan Kemenag Kab. Kota dan Kanwil juga Kantor Kecamatan setempat.
Disampaikan juga makanan yang disajikan di Kantin ini sudah berstandar UKS untuk dikonsumsi terutama siswa yang makan minum disini, ungkap nya.
Mudahan
tahun depan sekolah ini dapat menjadi madrasah yang terbaik untuk dapat
bersaing dengan sekolah lain dan diminati oleh masyarakat.
Dengan
kehadiran Kakanwil diharapkan dapat memberikan motivasi, semangat
kepada kami yang jauh didaerah, dan dapat memberikan pesan dan kesan
bagi Madrasah ini kedepan, ujarnya mengakhiri laporan.
Kehadiran Kakanwil disambut dengan drumband oleh siswa siswi MTsN Melak. (rd)
http://kaltim.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=221200
Minggu, 14 September 2014
7 Pelamar CPNS PPU Dianggap TMS
Penajam
Paser Utara (11/09/2014) - Memasuki Hari ke sepuluh Penerimaan CPNS
dibuka ,Badan Kepegawaian Daerah Penajam Paser Utara telah menerima
seratus berkas lamaran yang dikirim melalui Kantor Pos. Tujuh
diantaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat karena salah instansi .
Disampaikan Sekretaris BKD PPU Nanang
Karwiadi ,proses verifikasi berkas pelamar mulai dilakukan sejak dua
hari kemarin .Dari total 50 berkas pelamar yang masuk, tujuh diantaranya
dianggap gagal karena tidak memenuhi syarat administrasi .
Banyak pelamar yang masih salah memilih
instansi karena terburu-buru, atau ingin instan dalam melakukan
registrasi .Contohnya instansi Pemerintah Kabupaten PPU menjadi Kota
Balikpapan, atau bahkan pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, sehingga
dinyatakan tidak memenuhi syarat atau TMS .
Nanang menegaskan ada seratus berkas
yang telah diterima, namun baru separuh yang diverifikasi oleh Tim, baik
secara Manual maupun Online, guna memastikan kebenaran identitas
pelamar .Untuk mengetahui hasil verifikasi, peserta dapat mengunjungi
website resmi BKD PPU, karena langsung diumumkan ke khalayak umum .
“CPNS yng mendaftar sampai hari ini
1.570, berkas yang masuk sampai hari ini adalah 100 yang sudah
diverifikasi oleh Tim ada 50 dengan hasilnya ada 7 TMS. Rata-rata salah
jenis tujuan Daerah yang di kirimkan” tutur Sekretaris BKD PPU,
Nanang Karwiadi saat di wawancarai. Diimbau bagi peserta yang hendak
melakukan pendaftaran secara Online, dapat lebih berhati-hati dengan
memeriksa kembali secara teliti, setiap penulisan Nama ,Email ,Password
serta pemilihan instansi. Karena masing-masing hanya diberi satu kali
kesempatan dan BKD PPU menyatakan tidak bisa membantu pelamar yang sudah
salah mendaftar .(Agung)
http://www.balikpapantv.co.id/berita/detail/2465/7-pelamar-cpns-ppu-dianggap-tms.html
Jumat, 22 Agustus 2014
Kemenag PPU Hadiri Kunker Menteri Agama RI di Asrama Haji Balikpapan
Kunjungan Kerja Menteri Agama RI Ke Provinsi
Kalimantan Timur dalam rangka menyaksikan pelantikan Panitia
Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Balikpapan, penyerahan hibah tanah Asrama Haji kepada Kementerian Agama, penyerahan hibah Tanah STAIN
Samarinda kepada Kementerian Agama, launching Sadar Halal dan peresmian
nama masjid Islamic Center Samarinda berlangsung di ruang/aula
penerimaan calon jamaah haji Embarkasi Haji Balikpapan, Rabu (20/8/14)
pukul 14.00 Wita.
Tampak hadir diacara tersebut selain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur Kaltim H.Awang Faroek, Dirjen PHU Kementerian Agama RI,KaKanwil Kemenag Kaltim, Ketua DPRD Kaltim,FKPD Kaltim, Ketua MUI
Kaltim,perwakilan dari maskapai Garuda Indonesia, juga tampak hadir
Bapak H.Farid Wadji mantan Wakil Gubernur Kaltim, jajaran Kementerian
Agama Kab/Kota.
Dalam sambutan dan arahannya Gubernur Kaltim H.Awang Faroek Ishak mengingatkan kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)
Embarkasi Haji Batakan Balikpapan agar bekerja dengan profesional untuk
meningkatkan kualitas pelayanan sejak pemberangkatan hingga pemulangan
jamaah haji.Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada BPIH tahun lalu yang telah menyelenggarakan ibadah haji dengan baik dan lancar.
“Saya ucapkan selamat kepada ketua dan anggota yang dilantik sebagai petugas BPIH yang diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan bertanggungjawab dan tentunya saya ucapkan pula terima kasih kepada BPIH
tahun lalu yang telah bekerja dengan baik dan saya ucapkan selamat
datang di Provinsi Kaltim kepada Bapak Menteri Agama RI.” Ujar Gubernur
Awang Faroek.
Menurut Gubernur, pelayanan penyelenggaraan
ibadah haji adalah tugas nasional yang melibatkan berbagai instansi dan
pihak terkait lainnya.Oleh karenaya Gubernur berharap BPIH
Embarkasi Haji Balikpapan dapat terus meningkatkan kualitas dan dapat
memainkan peranannya secara maksimal khususnya dalam memberikan
pelayanan dan pembinaan kepada jamaah haji.Kerjasama perlu ditingkatkan
terutama dengan pemerintah Kaltim dan internal PPIH
dan juga dengan Kab/kota di Kaltim dan Kaltara, pihak maskapai
penerbangan, kementerian/dinas perhubungan maupun koordinasi dengan
pemerintah pusat, tim kesehatan dan lainnya.Tugas BPIH bukan hanya melayani Kab/Kota di Kaltim/Kaltara namun juga dari Sulteng dan Sulut, dengan demikian tugas BPIH harus fokus dan bekerja keras dalam melayani jamaah haji baik pemberangkatan dan pemulangan nanti.
Selanjutnya Gubernur mengingatkan beberapa hal, diantaranya agar PPIH menempatkan pelayanan sebagai ibadah kepada Allah SWT
dengan niat yang ikhlas agar tidak mengecewakan jamaah, berikanlah
pelayanan yang prima kepada jamaah, siapkan dan siagakan segala
fasilitas dan sarana yang ada di asrama haji berikut pendukungnya
seperti listrik, air bersih, kebersihan asrama, ketertiban dan keamanan
lingkungan.
“Koordinasikan sebaik-baiknya sejak jamaah
haji tiba di asrama dan berangkat dari asrama menuju bandara dengan
selamat baik pemberangkatan dan pasca pemulangan jamaah haji, dengan
fasilitas bandara yang semakin baik tentunya kita berharap pula terhadap
pemberangkatan dan pemulangan haji turut makin baik pula.” Pesan Awang
Faroek.
Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan
berita acara Hibah antara Gubernur Kaltim dengan menteri Agama yang
meliputi hibah tanah asrama haji seluas 84.000 meter persegi dari
Pemprov Kaltim kepada Kementerian Agama dengan berbagai dokumen yang
lengkap, penyerahan hibah tanah STAIN
Samarinda dan penandatanganan prasasti nama Masjid Islamic Center
“Baitul Muttaqien” oleh menteri Agama RI, dan penyerahan sertifikat
halal dari MUI terkait launching Sadar Halal.
Disinggung
tentang miltech, gubernur juga berharap agar catering senantiasa
memperhatikan terhadap kecukupan gizi sesuai aturan yang telah
ditetapkan.Disampaikan juga oleh Gubernur tentang perluasaan Bandara
Balikpapan menjadi 3250 meter dengan tambahan 750 meter diharapkan dapat
disinggahi pesawat Boeing 747.(basz/kemenag)

KNRP Kaltim Siap Berangkat ke Gaza serahkan Bantuan
Setelah berhasil menggalang dana dari masyarakat, perwakilan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Wilayah Kalimantan Timur akan bertolak ke Gaza, untuk menyerahkan bantuan kepada rakyat Palestina yang terkena dampak agresi militer Israel.
Perwakilan KNRP Kaltim yang berangkat adalah Ali Hamdi (Ketua), Taufik Hidayat (Sekretaris), Masykur Sarmian (Penasehat), dan Fahrur Razi (Ketua KNRP Cabang Balikpapan). Mereka akan ditemani Ketua MUI Kaltim yang ikut mengantar sampai ke Jakarta.
Sebelum ke Gaza, KNRP Kaltim bersama Ketua MUI Kaltim akan menemui pengurus KNRP Indonesia di Jakarta untuk menyampaikan bantuan masyarakat Kaltim secara simbolis, 25 Agustus mendatang. Selanjutnya, rombongan akan bertolak ke Gaza dari tanggal 25 Agustus sampai 3 September dengan menggunakan visa dari Kedubes Mesir.
"Ada donatur yang membiayai perjalanan kami. Nanti kita akan coba masuk dari Mesir. Kira-kira dari Indonesia ada 25 orang yang coba masuk dari sana untuk memberikan bantuan kemanusian," ujar Ketua KNRP Cabang Balikpapan, Fahrur Razi, Jumat (22/8/2014).
Fahrur mengatakan, dana yang terkumpul dari KNRP Kaltim mencapai Rp 3 miliar lebih, yang berasal dari masyarakat Balikpapan Rp 1 miliar, Bupati Kutai Kartanegara Rp 500 juta, dan Rp 1,5 miliar dari masyarakat Samarinda. Dana itu dihimpun sejak awal tahun 2014, dan puncaknya saat bulan Ramadhan kemarin baik melalui rekening maupun fresh money. Seluruh dana itu nanti akan ditukarkan dalam bentuk dollar, untuk selanjutnya diserahkan ke posko bantuan di Gaza.
KNRP sendiri masih membuka penggalangan dana bagi masyarakat di Kaltim. Bagi masyarakat yang berminat dapat menyalurkan bantuan dana melalui rekening BSM nomor 55555 87874 atas nama KNRP Kaltim. (*/kaltim.tribun)
Perwakilan KNRP Kaltim yang berangkat adalah Ali Hamdi (Ketua), Taufik Hidayat (Sekretaris), Masykur Sarmian (Penasehat), dan Fahrur Razi (Ketua KNRP Cabang Balikpapan). Mereka akan ditemani Ketua MUI Kaltim yang ikut mengantar sampai ke Jakarta.
Sebelum ke Gaza, KNRP Kaltim bersama Ketua MUI Kaltim akan menemui pengurus KNRP Indonesia di Jakarta untuk menyampaikan bantuan masyarakat Kaltim secara simbolis, 25 Agustus mendatang. Selanjutnya, rombongan akan bertolak ke Gaza dari tanggal 25 Agustus sampai 3 September dengan menggunakan visa dari Kedubes Mesir.
"Ada donatur yang membiayai perjalanan kami. Nanti kita akan coba masuk dari Mesir. Kira-kira dari Indonesia ada 25 orang yang coba masuk dari sana untuk memberikan bantuan kemanusian," ujar Ketua KNRP Cabang Balikpapan, Fahrur Razi, Jumat (22/8/2014).
Fahrur mengatakan, dana yang terkumpul dari KNRP Kaltim mencapai Rp 3 miliar lebih, yang berasal dari masyarakat Balikpapan Rp 1 miliar, Bupati Kutai Kartanegara Rp 500 juta, dan Rp 1,5 miliar dari masyarakat Samarinda. Dana itu dihimpun sejak awal tahun 2014, dan puncaknya saat bulan Ramadhan kemarin baik melalui rekening maupun fresh money. Seluruh dana itu nanti akan ditukarkan dalam bentuk dollar, untuk selanjutnya diserahkan ke posko bantuan di Gaza.
KNRP sendiri masih membuka penggalangan dana bagi masyarakat di Kaltim. Bagi masyarakat yang berminat dapat menyalurkan bantuan dana melalui rekening BSM nomor 55555 87874 atas nama KNRP Kaltim. (*/kaltim.tribun)
Pemprov Kaltim Ingin STAIN Samarinda Segera Jadi Institut
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) secara resmi menyerahkan sejumlah aset daerah kepada Kementerian Agama (Kemenag). Aset yang diserahkan pada Rabu (20/8) tersebut meliputi tanah asrama haji Balikpapan seluas sembilan hektare serta tanah yang di atasnya dibangun Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Samarinda seluas 14 hektare. Sudah pula disiapkan penyerahan bekas asrama haji lama yang rencananya akan dibangun madrasah bertaraf Internasional.
"Kami hibahkan asrama haji ini secara resmi, berikut dokumen-dokumen dan sertifikat hak pakai, sementara bangunan gedung dan peralatan masih menunggu penyelesaian di DPRD provinsi," kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dalam acara Kunjungan Kerja Menteri Agama (Menag) RI bersama sejumlah jajaran Kemenag Pusat di Asrama Haji Balikpapan.
Dalam kunjungan kerja ini, dilakukan pula pelantikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi Balikpapan, peresmian nama Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Provinsi Kaltim, dan peluncuran Gemar Sadar Halal.
Awang berharap, dengan dihibahkannya tanah tersebut maka usulan agar status STAIN Samarinda menjadi institut segera disetujui negara. "Mudah-mudahan, sebelum Oktober sudah resmi jadi institut," katanya disambut tepuk tangan hadirin.
Menjawab permintaan Gubernur Kaltim Menag Lukman Hakim Saifuddin mengaku, sedang mengikhtiarkan perubahan status STAIN menjadi institut. "Perubahan status STAIN ke institut di Menpan sudah tuntas, tinggal diproses di Menkokesra dan terakhir ditandatangani Presiden," kata dia. Ia juga berharap, proses tersebut rampung sebelum Oktober.
Selain itu, ia juga berharap, permintaan Pemprov Kaltim untuk mendirikan madrasah bertaraf internasional segera terwujud. Tapi, tentunya perlu perencanaan yang tidak sederhana.
Menag juga berterima kasih atas hibah tanah yang dilakukan pada hari ini. Hibah tersebut, kata Menag, sangat membantu agar Kemenag dapat merapikan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih sesuai undang-undang. Sebab, selama ini, Kemenag menghadapi kendala ketika Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit, capaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) belum pernah didapat akibat banyaknya duplikasi kepemilikan aset.
"Misalnya, kalau tanahnya milik pemda, bangunannya milik pusat atau sebaliknya," ujarnya. Ketidaksatuan inilah, lanjut Menag, menjadi kendala yang harus segera dibenahi, dimulai dari penyerahan aset-aset Kemenag agar berada dalam satu pengelolaan. n c78 ed: wachidah handasah (ROL)
Minggu, 28 Juli 2013
Momen Buka Bersama, Pangdam VI/Mulawarman Minta Ormas Jiwai Pancasila
BALIKPAPAN - Jajaran Pangdam VI/Mulawarman melakukan
buka puasa bersama dengan perwakilan organisasi masyarakat (ormas)
Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar) dan Penajam Paser Utara
(PPU),di Markas Komando Detasemen Inteldam VI/Mlw di Jalan Siaga,
Balikpapan, kemarin.
Dalam momentum buka puasa bersama ini, ustaz Mayor Muhammad Solehudin
Siregar menjadi penceramah. Dalam kesempatan itu, Pangdam VI/Mlw Mayjen
TNI Dicky Wainal Usman mengimbau agar bulan suci Ramadan ini menjadi
bahan renungan dan semangat untuk terus menjalin hubungan tali
silaturahmi antar organisasi.
Ditekankan Pangdam, bahwa melalui momentum berbuka puasa bersama ini,
diharapkan agar ormas yang ada di Kaltim ini agar melaksanakan fungsi
ormas untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan
NKRI yang berdasarkan Pancasila, yang mengandung komitmen moral dan
etika dalam kehidupan berorganisasi, bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara yang diprasyaratkan untuk tetap konsisten sebagaimana yang
dijiwai oleh butir-butir dan sila-sila dari Pancasila. “Saya minta semua
ormas menjiwai nilai-nilai Pancasila,” pinta Pangdam.
Sementara Komandan Detasemen (Danden) Inteldam VI/Mlw Letkol Infanteri
Doddy sekaligus penyelenggara mengatakan, acara buka puasa bersama ini
merupakan agenda tahunan yang tujuannya bisa berlangsung secara
berkesinambungan sehingga komunikasi antarormas juga tetap terjaga.
"Diharapkan peran ormas juga menjaga keutuhan dan kemanan bangsa ini,
serta kami juga berencana akan melakukan komunikasi secara kontinuitas
yakni bisa sekali dalam sebulan, sehingga komunikasi dan rasa menjaga
kestabilan kenyamanan dalam masyarakat terjaga," imbuhnya. (ono)
Sumber: Balikpapanpos
Senin, 15 Juli 2013
Pemkot Samarinda Tetapkan Kadar Zakat Fitrah Tertinggi Rp. 40.000, Sedang Rp.30.000, dan Rendah Rp.22.500
SAMARINDA - Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menetapkan besaran kadar zakat fitrah pada Iidul Fitri 2013 dalam tiga klasifikasi yakni, kategori tertinggi Rp 42.000, sedang Rp 30.000 dan terendah Rp 22.500.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Abdul Muis, Minggu (14/7) menyatakan, penetapan itu didasari keputusan Wali Kota Nomer 451.12/398/HK-KS/VII/2013 tentang besaran kadar zakat fitrah dan fidyah.
"Jumlah zakat fitrah ini mengacu pada harga beras yang dikonsumsi sehari-hari oleh setiap individu dengan besaran takaran 2,5 kiligram per jiwa," ungkap Abdul Muis.
Penetapan kadar zakat itu, kata Abdul Muis, berdasarkan hasil keputusan rapat koordinasi antara Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda dengan Pemkot Samarinda, Pengadilan Agama, Perum Bulog dan lembaga terkait lainnya dalam hal ini NU dan Muhammadiyah pada 5 Juli 2013.
Masih mengacu pada aturan yang sama, kadar Fidyah, lanjut Abdul Muis disesuaikan dengan makanan yang dikonsumsi oleh yang bersangkutan, untuk kemudian disalurkan melalui Baznas atau langsung kepada objek sasaran dalam hal ini fakir miskin.
Namun, untuk memudahkan dalam proses penyaluran, Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda menghimbau masyarakat agar dalam membayar zakat bisa segera melaksanakan tanpa harus menunggu batas waktu akhir Ramadhan.
"Hal ini untuk mempermudah petugas Baznas atau badan amil dalam membagikan kepada para mustahiq,," ujar Abdul Muis.
Dia juga mengingatkan agar dalam menunaikan kewajiban membayar zakat fitrah maupun fidyah, warga bisa menyalurkannya dalam bentuk beras maupun uang melalui Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Samarinda, BAZ Kecamatan, LAZ dan UPZ yang telah diberi amanat oleh BAZ Kota Samarinda.
"Terpenting untuk diingat, petugas penerima zakat (amil zakat/UPZ) tidak diperkenankan menjual beras zakat yang diterimanya kepada muzzaki yang akan berzakat.''
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Abdul Muis, Minggu (14/7) menyatakan, penetapan itu didasari keputusan Wali Kota Nomer 451.12/398/HK-KS/VII/2013 tentang besaran kadar zakat fitrah dan fidyah.
"Jumlah zakat fitrah ini mengacu pada harga beras yang dikonsumsi sehari-hari oleh setiap individu dengan besaran takaran 2,5 kiligram per jiwa," ungkap Abdul Muis.
Penetapan kadar zakat itu, kata Abdul Muis, berdasarkan hasil keputusan rapat koordinasi antara Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda dengan Pemkot Samarinda, Pengadilan Agama, Perum Bulog dan lembaga terkait lainnya dalam hal ini NU dan Muhammadiyah pada 5 Juli 2013.
Masih mengacu pada aturan yang sama, kadar Fidyah, lanjut Abdul Muis disesuaikan dengan makanan yang dikonsumsi oleh yang bersangkutan, untuk kemudian disalurkan melalui Baznas atau langsung kepada objek sasaran dalam hal ini fakir miskin.
Namun, untuk memudahkan dalam proses penyaluran, Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda menghimbau masyarakat agar dalam membayar zakat bisa segera melaksanakan tanpa harus menunggu batas waktu akhir Ramadhan.
"Hal ini untuk mempermudah petugas Baznas atau badan amil dalam membagikan kepada para mustahiq,," ujar Abdul Muis.
Dia juga mengingatkan agar dalam menunaikan kewajiban membayar zakat fitrah maupun fidyah, warga bisa menyalurkannya dalam bentuk beras maupun uang melalui Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Samarinda, BAZ Kecamatan, LAZ dan UPZ yang telah diberi amanat oleh BAZ Kota Samarinda.
"Terpenting untuk diingat, petugas penerima zakat (amil zakat/UPZ) tidak diperkenankan menjual beras zakat yang diterimanya kepada muzzaki yang akan berzakat.''
Artinya, kata Abdul Muis, bila memang ingin berzakat dalam bentuk beras silahkan membawa dari rumah bukan membeli di badan amil. Hal ini sesuai hasil keputusan Rakorwil IV MUI se-Kaltim pada 2010.[]
Sumber: ROL
Selasa, 09 Juli 2013
Hilal Tidak Berhasil Dirukyah di Balikpapan dan Samarinda
SAMARINDA – Sidang Isbat yang dipimpin oleh Menteri
Agama (Menag) Suryadharma Ali tadi malam memutuskan bahwa 1 Ramadan atau
awal berpuasa jatuh pada hari Rabu 10 Juli 2013. Hal ini berdasarkan
pemantauan hilal di 33 daerah di Indonesia dimana bulan belum terlihat.
“Berdasarkan keputusan sidang Isbat, maka diputuskan 1 Ramadan jatuh
pada hari Rabu 10 Juli 2013,” ucap Menag dalam sidang yang turut
dihadiri oleh ormas-ormas Islam tersebut di Jakarta.
Sementara pengamatan hilal di Samarinda dan Balikpapan hasilnya bulan
juga tidak terlihat. Di Balikpapan, petugas dari BMKG Balikpapan
bersama Kantor Kementerian Agama Balikpapan dan ormas, melakukan
pengamatan hilal atau rukyatul hilal di Gunung Dubbs mulai pukul 17.00.
“Sampai dengan pukul 19.15, hilal tidak terlihat,” ucap Eko, salah satu petugas dari BMKG Balikpapan.
Sementara Kanwil Kemenag Kaltim dan Samarinda juga telah melakukan
rukyatul hilal untuk menentukan awal 1 Ramadan. Menara 99 Asmaul Husna
Masjid Islamic Center Jalan Slamet Riyadi Samarinda, dijadikan titik
lokasi melihat Hilal di Kaltim. kemudian berdasarkan hasil pantauan,
hilal masih belum terlihat kemarin.
Melalui Kepala Kanwil Depag Kaltim, Kusasi menerangkan kepada Koran
kaltim. kemarin, atas instruksi kementrian agama, setiap daerah diminta
melakukan rukyatul hilal dan tercatat sebanyak 90 titik lokasi di
Indonesia secara serentak melakukan hal tersebut. adapun yang ahdir pada
rukyatul hilal di menara tersebut diantaranya, Kanwil Depag Kaltim,
Kanwil Depag Samarinda, Majelis Ulama Indonesia, BMKG, Pengadilan Tinggi
dan Pengadilan Agama.
“Hari ini secara rasional, kemungkinan besar tidak mungkin melihat
hilal (bulan) karena ketinggian bulan masih berada dibawah ufuk, masih
minus. Sementara sesuai dengan kesepakatan negara-negara Asia, seperti
Indonesia, Malaysia, Brunei dan singapur titik bulan dapat dilihat
paling tidak dua derajat diatas ufuknya. Sementara hari ini masih
dibawah, atau minus. Kemungkinan besar besok baru melewatinya dan
terlihat,” bebernya.
Ditambahkannya, apapun hasilnya, hari ini sesuai dengan instruksi
akan dilaporkan langsung kepusat. Sebagai bahan pemerintah melakukan
sidang Itsbat, untuk menentukan awal ramadhan. Kemungkinan besar puasa
akan dilaksanakan pada Rabu (10/7) mendatang.
“Apapun keputusannya kita serahkan ke pemerintah yang memutuskan,
yang jelas Kanwil Depag Kaltim maupun Kota telah meakukan Rukyatul hilal
sesuai dengan Instruksi dan melaporkannya. Kalau seandainya besok ada
yang berpuasa, harus kita hargai perbedaan tersebut. karena cara
menghitung sudah berbeda, satu menggunakan hisab, yang satu menggunakan
Rukhiyat.Perbedaan itu selalu ada, tapi dimohonkan jangan samapai
memperuncing. Yang merasa yakin silahkan berpuasa. Tetap kita harus
menjaga persatuan dan saling menghormati,” harapnya.
Terpisah, dikonfirmasi kepada kepala BMKG juga membenarkan hal
tersebut. berdasarkan perhitungannya Tinggil Hilal masih dibawah ufuk,
dan diperkirakan besok (-hari ini) pada saat matahari tenggelam
ketinggian hilal mencapai 9 derajat diatas ufuk. Namun secara umum,
hasil data BMKG tidak jauh berbeda dengan Kanwil Depag Kaltim dan Kota.
“Untuk sebagian wilayah indonesia bagian barat kemungkinan
ketinggiannya telah lewat dari ufuk, hanya sekkedar mengingatkan adanya
fenomena Merkurius dekat dengan bulan pada saat ini. Harus teliti
membedakan apakah bulan dan planet sat rukyatul,” tandasnya. (fac413/korankaltim)
Polisi dan MUI Telusuri Isu Munculnya Aliran 'Nyeleneh' di Tarakan
SAMARINDA - Aparat kepolisian dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan,
Kalimantan Utara, terus menelusuri dugaan aktivitas ajaran sesat
berkembang di sekelompok masyarakat di Tarakan. Sejauh ini, dugaan itu
masih sebatas isu.
"Belum ada laporan secara langsung ke saya soal itu (aliran sesat). Masih sebatas dengar mendengar dan isu-isu yang ada di tengah masyarakat," kata Kapolres Tarakan AKBP Desman Sujaya Tarigan, kepada detikcom di ujung telepon, Senin (8/7/2013).
Menurut Diesman, pihaknya sudah berkoordinasi bersama MUI Kota Tarakan dan juga Kejaksaan Negeri Tarakan untuk meminta masukan terkait isu adanya dugaan aliran sesat tersebut.
"Tapi sampai saat ini belum ada kejelasan maupun kepastian benar tidaknya aliran sesat itu. Soal itu harus jelas dan kami tengah menelusuri itu," ujar Desman.
"Kami meminta masyarakat tidak mudah terpancing isu-isu yang menyesatkan sehingga mengambil tindakan sendiri, yang bisa merugikan semua pihak nantinya," tambahnya.
Keterangan dihimpun detikcom, penyebaran aliran diduga sesat di kota Tarakan berhembus sejak 2007 silam.
Ketua MUI Kota Tarakan KH Zainuddin yang dihubungi terpisah, tidak menampik dugaan aliran sesat itu di Tarakan. Dugaan itu muncul menyusul laporan masyarakat setempat ke MUI Tarakan.
Aliran itu menyimpang dari sebagaimana yang diajarkan agama Islam. Beberapa poin krusial yang diadukan masyarakat adalah umat muslim tidak diwajibkan salat 5 waktu melainkan hanya salat Tahajud.
"Dari laporan masyarakat, selain tidak wajib salat 5 waktu, aliran itu juga menyatakan tidak sependapat dengan kata Allah dan Tuhan dalam Al Qur'an. Jadi, kedua kata itu (Allah dan Tuhan), menurut mereka harus dihapus," kata Zainuddin.
"Beberapa tahun lalu, warga yang diduga menyebarkan aliran sesat itu sudah kami temui dan MUI sudah memperingatkan. Namun dari warga kembali melaporkan bahwa aktivitas penyebarluasan itu (ajaran sesat) masih berlangsung," ungkapnya.
"Kami terus menelusurinya. Sekali lagi belum bisa dipastikan dari mana penyebarluasan aliran itu berasal, siapa saja pengikutnya dan berapa jumlah pengikutnya," tutupnya.
"Belum ada laporan secara langsung ke saya soal itu (aliran sesat). Masih sebatas dengar mendengar dan isu-isu yang ada di tengah masyarakat," kata Kapolres Tarakan AKBP Desman Sujaya Tarigan, kepada detikcom di ujung telepon, Senin (8/7/2013).
Menurut Diesman, pihaknya sudah berkoordinasi bersama MUI Kota Tarakan dan juga Kejaksaan Negeri Tarakan untuk meminta masukan terkait isu adanya dugaan aliran sesat tersebut.
"Tapi sampai saat ini belum ada kejelasan maupun kepastian benar tidaknya aliran sesat itu. Soal itu harus jelas dan kami tengah menelusuri itu," ujar Desman.
"Kami meminta masyarakat tidak mudah terpancing isu-isu yang menyesatkan sehingga mengambil tindakan sendiri, yang bisa merugikan semua pihak nantinya," tambahnya.
Keterangan dihimpun detikcom, penyebaran aliran diduga sesat di kota Tarakan berhembus sejak 2007 silam.
Ketua MUI Kota Tarakan KH Zainuddin yang dihubungi terpisah, tidak menampik dugaan aliran sesat itu di Tarakan. Dugaan itu muncul menyusul laporan masyarakat setempat ke MUI Tarakan.
Aliran itu menyimpang dari sebagaimana yang diajarkan agama Islam. Beberapa poin krusial yang diadukan masyarakat adalah umat muslim tidak diwajibkan salat 5 waktu melainkan hanya salat Tahajud.
"Dari laporan masyarakat, selain tidak wajib salat 5 waktu, aliran itu juga menyatakan tidak sependapat dengan kata Allah dan Tuhan dalam Al Qur'an. Jadi, kedua kata itu (Allah dan Tuhan), menurut mereka harus dihapus," kata Zainuddin.
"Beberapa tahun lalu, warga yang diduga menyebarkan aliran sesat itu sudah kami temui dan MUI sudah memperingatkan. Namun dari warga kembali melaporkan bahwa aktivitas penyebarluasan itu (ajaran sesat) masih berlangsung," ungkapnya.
"Kami terus menelusurinya. Sekali lagi belum bisa dipastikan dari mana penyebarluasan aliran itu berasal, siapa saja pengikutnya dan berapa jumlah pengikutnya," tutupnya.
Sumber: Detik
Senin, 01 Juli 2013

Masjid Agung PPU Tahap Finishing dan Akan Jadi Pusat Kajian Umat Islam
PENAJAM-Pembangunan Masjid Agung yang bersumber dari
dana APBD Penajam Paser Utara (PPU) kini memasuki tahap finishing.
Seluruh fisik bangunan dan desain interiornya bisa dikatakan hampir
rampung seratus persen.
Khususnya pekerjaan yang paling berat yaitu memasang kuba masjid dengan
ketinggian sekitar puluhan meter dari tanah. Masyarakat muslim
Kabupaten PPU tentu akan bangga daerahnya memiliki Masjid Agung ini,
karena menjadi sarana kegiatan ibadah dan kajian Islam.
Gagasan proyek multiyear inisebenarnya sudah lama direncanakan, namun
dipastikan baru tahun ini gedung Islamic Center dan Masjid Agung
diwujudkan. Lahan yang disiapkan tak jauh dari Kantor Kemenag PPU di Jl
Poros Provinsi Km 7 Nipahnipah seluas kurang lebih 12 hektare.
“Proyek Islamic Center ini sudah lama masuk perencanaan program pemkab,
tahun ini juga proyek itu segera dituntaskan, termasuk masjid agung
karena satu paket. Proyek multiyear ini menyedot anggaran kurang lebih
Rp 122 miliar, menghabiskan waktu sampai TA 20013 ini,” ujar Kabid Cipta
Karya, Dinas PU, H Supardi kepada wartawan saat meninjau proyek-proyek
multiyear, beberapa waktu lalu.
Supardi mengatakan, proyek Islamic Center, asrama haji dan masjid agung
mulai dilaksanakan sejak 2010 lalu. Lokasi yang dipilih memang tidak
jauh dari Kantor Kemenag dengan luas lahan tadinya 12 hektare, karena
lahan yang ada itu sebagian sudah berdiri Kantor Kemenag.
“Tadinya lahan yang disediakan 12 hektare, tapi karena sebagian berdiri
Kantor Kemenag ya mungkin sekarang tinggal 8 hektare,” ujarnya. Supardi
menjelaskan, nantinya gedung Islamic Center ini difungsikan juga
sebagai sekolah haji bagi calon jamaah haji daridaerah ini.
Gagasan itu pernah diungkapan oleh kepala Kantor Kemenag sebelumnya,
dengan latar belakang banyakcalon jamaah haji yangterkesan mengalami
beberapa kendala saat mengikuti manasik selama ini meminjam
masjid-masjid yang dirasakankurang efektif.
“Islamic Center itu nanti dijadikan satu dengan kawasan islami lainnya,
ada masjid agung, pusat perbelanjaan bernuansa religius, dan
pusat-pusat aktivitas masyarakat yang mengedepankan sisi religinya,”
pungkas Supardi.(pam/balikpapanpos)
Selasa, 25 Juni 2013

42 Ribu Warga Tiga Daerah di Kalimantan Timur Terima BLSM
BALIKPAPAN – Sekitar 42 ribu warga tidak mampu di
tiga daerah di Kalimantan Timur yakni Balikpapan, PPU dan Paser akan
mendapatkan (BLSM) Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai
kompensasi kenaikkan BBM. Rencananya BLSM itu akan mulai dibagikan hari
ini (25/6) secara serentak, hingga 2 Desember mendatang.
“Jadi kan ada instruksi dari Presiden mengenai percepatan pembayaran, rencana pembayaran BLSM, jadi sudah dimulai besok (Selasa), kita melayani untuk tiga daerah yakni kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser,” kata Kepala Kantor Pos Balikpapan Lili Ariyanto usai mengikuti rapat dengan pemkot, Senin kemarin (24/6).
Dari tiga daerah itu, kata Lili, untuk Kota Balikpapan, jumlah penerima BLSM 16.286 orang, Kabupaten PPU 10.628 orang dan Paser 15.414 orang. “Seluruhnya sekitar 42 ribu, itu data dari pusat, kami hanya bertugas mendistribusikan, tidak berwenang melakukan validasi data” ujarnya.
Sementara, dana yang akan dibagikan untuk tiga daerah itu seluruhnya mencapai Rp 12,6 miliar, terbagi untuk Kota Balikpapan sebesar Rp 4,882 miliar, Kabupaten PPU Rp 3,188 miliar dan Paser Rp 4,624 miliar.
“Kalau totalnya, kan perbulan 150 ribu, dibagi untuk lima bulan, tapi tahap pertama ini masyarakat terima Rp 300 ribu untuk dua bulan. Untuk pembagiannya sesuai jam kerja mulai dari pukul 08.00 hingga 14.30 wita,” ucapnya.
Mengenai distribusi kartu perlindungan sosial (KPS), saat ini masih terus dalam proses pendistribusian. Terkait lokasi yang jauh dan tidak ada Kantor Pos cabang, pihaknya bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat.
“Kalau untuk PPU dan Paser, tim kita lagi koordinasi dengan Pemda setempat soal pembagian BLSM dan distribusi kartu, yang pasti masyarakat tidak perlu khawatir kartunya hangus, karena lama waktunya sampai 2 Desember,” ucapnya.
Di samping itu, lanjut dia, distribusi KPS dan BLSM juga bisa dilakukan melalui kelurahan ataupun Kecamatan. “Bisa melalui namanya komunitas atau di kantor kelurahan atau kecamatan, yang jauh misalnya tempat Kantor Pos itu tidak layak, jadi kelurahan bisa mengakomodir tempatnya,” tukasnya.
Untuk wilayah pemukiman warga yang jauh dari kantor pos, penyaluran dapat dilakukan oleh kelurahan/desa. “Kalau di Balikpapan itu Kelurahan Kariangau dan Karang Joang. Kalau di PPU dan Paser sedang dikoordinasikan. Kemungkinan banyak yang melalui kantor kelurahan atau desa,”katanya.
Dia menambahkan, awalnya pembagian BLSM dibagi dalam tiga tahap yakni tahap pertama Sabtu kemarin khusus 15 kota, kemudian tahap kedua pada 25 Juni dan tahap ketiga pada 1 juli. “Tapi karena instruksi dari Presiden percepatan, makanya 25 Juni sudah distribusikan semua,” tukasnya.
Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, untuk penyaluran BLSM di kantor besar Pos Indonesia Balikpapan untuk tiga kelurahan lebih dahulu. “Tiga keluruhan dulu yakni Prapatan, Klandasan dan Gunung Sari Ilir. Sambil melakukan pemberitahuan kepada masyarakat penerima BLSM,” kata Rizal, kemarin.
Pembagian BLSM perwilayah ini, kata Rizal, sebagai upaya mengatur pembagian sehingga tidak terjadi antrean panjang atau desak-desakan sesama penerima BLSM. “ Sambil mengecek ke lurah dan RT-RT pemberitahuan ini sudah sam-pai nggak ke warga. Mereka kalau sudah waktunya mengambil tinggal bawa KTP dan Kartu Perlindungan Sosial,” tambahnya.(din)
Sumber: korankaltim.com
Rabu, 19 Juni 2013
Kanwil Kemenag dan LPP TVRI Kaltim Sepakati MoU Siaran "Sentuhan Qolbu"
SAMARINDA - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur dan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI
Kaltim, Selasa (18/6), sepakati dan tandatangani Nota Kesepahaman (MoU)
perjanjian kerjasama tentang dialog interaktif keagamaan.
Kesepakatan
kerjasama siaran itu dilakukan secara sederhana, diruang VIP LPP TVRI Kaltim yang dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, H.M. Kusasi, Kepala LPP TVRI Kaltim, Syarifuddin Lakku, Kepala Bidang Bimas Islam, H. Elbadiansyah, dan disaksikan Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Ahmad Abdullah.
Kakanwil Kemenag dan Kepala LPP TVRI
Kaltim, menyatakan sepakat melaksanakan perjanjian kerjasama dalam
dialog interaktif keagamaan “Sentuhan Qolbu” sebanyak 9 (sembilan) paket
dalam 1 (satu) tahun dan dialog interaktif “Cahaya Ramadhan 1434 H”,
yang kemudian disiarkan melalui TVRI Kaltim.
Kedua belah pihak berharap kesepakatan kerjasama tersebut berjalan dengan baik dan lancar, di satu sisi bagi LPP TVRI
Kaltim akan menambah jam siaran, kualitas dan wawasan keagamaan para
penonton, sementara itu bagi Kanwil Kemenag Kaltim, program bimbingan
masyarakat islam dapat terealisasi dengan pemanfaatan media publik.(Ty)
Sumber: Kemenag Kaltim
Rabu, 05 Juni 2013
Wah, Kuota Haji di Kutai Timur Sudah Terisi Hingga 2026
KUTAI TIMUR - Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur Kalimantan
Timur, Fahmi Rasyad mengatakan, kuota calon jemaah haji kabupaten Kutai
Timur sudah terisi hingga tahun 2026 mendatang.
Menurut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kutai Timur,Fahmi Rasyad, hingga saat ini daftar tunggu calon jemaah haji berjumlah 2.166 orang, sementara kuota untuk kutai timur hanya 1.66 orang setiap tahunnnya, sehingga umat muslim yang ingin menunaikan ibadah haji harus sabar menunggu hingga 14 tahun lagi atau pada tahun 2027.
''Kuota haji Kabupaten Kutai Timur hanya 166 orang setiap tahun, sedangkan pendaftar hingga Juni 2013 sudah tercatat 2.166 oran, jadi sabar menunggu tahun 2027'' kata Fahmi Rasyad, selasa.
Kakandepag Fahmi Rasyad menambahkan, minta umat muslim Kutai Timur sangat tinggi untuk menunaikan rukun islam kelima ini, namun karena kuota dibatasi, makanya harus sabar.
Fahmi Rasyad, mencontohkan,jika warga mendaftar tahun 2013 ini, maka tahun 2027 baru bisa berangkat ke tanah suci.
Fahmi mengatakan, jika pihaknya sudah menghimbau para calon jamaah haji agar mulai jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri, baik mental maupun fisik.
Kami juga sudah menyampaikan kepada mereka calon jemaah haji, agar sesering mungkin melakukan konsultasi dengan dokter dan atau puskesmas,sehingga kesehatannya terjaga.
Menurut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kutai Timur,Fahmi Rasyad, hingga saat ini daftar tunggu calon jemaah haji berjumlah 2.166 orang, sementara kuota untuk kutai timur hanya 1.66 orang setiap tahunnnya, sehingga umat muslim yang ingin menunaikan ibadah haji harus sabar menunggu hingga 14 tahun lagi atau pada tahun 2027.
''Kuota haji Kabupaten Kutai Timur hanya 166 orang setiap tahun, sedangkan pendaftar hingga Juni 2013 sudah tercatat 2.166 oran, jadi sabar menunggu tahun 2027'' kata Fahmi Rasyad, selasa.
Kakandepag Fahmi Rasyad menambahkan, minta umat muslim Kutai Timur sangat tinggi untuk menunaikan rukun islam kelima ini, namun karena kuota dibatasi, makanya harus sabar.
Fahmi Rasyad, mencontohkan,jika warga mendaftar tahun 2013 ini, maka tahun 2027 baru bisa berangkat ke tanah suci.
Fahmi mengatakan, jika pihaknya sudah menghimbau para calon jamaah haji agar mulai jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri, baik mental maupun fisik.
Kami juga sudah menyampaikan kepada mereka calon jemaah haji, agar sesering mungkin melakukan konsultasi dengan dokter dan atau puskesmas,sehingga kesehatannya terjaga.
Sumber: ROL
Jumat, 24 Mei 2013

Tingkat Kelulusan UN di Kaltim Hampir Mencapai 100 Persen
SAMARINDA - Provinsi Kalimantan Timur meraih hasil UN SMA/SMK/MA yang memuaskan di
2013 ini. Meski sempat diwarnai persoalan distribusi soal, Kaltim meraih
persentase kelulusan rata-rata hampir 100 persen.
"Tahun ini siswa siswi SMA dan MA, meraih presentase kelulusan rata-rata 99,34 persen. Jumat (24/5) besok diumumkan serentak di 14 Kabupaten dan Kota," kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Musahrim, saat memberikan keterangan pers di kantornya, Jl Basuki Rahmat, Samarinda, Kamis (23/5/2013).
Pada kesempatan itu, Dinas Pendidikan melakukan serah terima hasil UN SMA/MA/SMK kepada perwakilan Dinas Pendidikan 14 Kabupaten/Kota.
Musahrim merinci, tahun 2013 ini, tingkat SMA/MA meraih presentase kelulusan 99,93 persen dari 10.239 peserta jurusan IPA, kelulusan 98,84 persen dari 12.546 peserta jurusan IPA, presentase kelulusan 99,27 persen dari 277 peserta jurusan Bahasa serta presentase kelulusan 100 persen dari 131 siswa peserta jurusan Keagamaan.
"Pada jurusan IPS SMA/SMK, tercatat 145 siswa peserta yang tidak lulus. Ketidaklulusan lebih dari 100 orang ini, bisa dimungkinkan karena bukan gagal ikut UN semata, bisa juga memang namanya tercantum tapi siswanya sudah pindah ke sekolah lain," ujar Musahrim.
"Kita berikan apresiasi kepada seluruh guru, kepala sekolah maupun siswa peserta, meski terjadi kekacauan seperti itu (persoalan distribusi soal UN), guru tetap bisa memberikan ketenangan kepada siswa dan siswa bisa dengan tenang mengerjakan soal UN," tambahnya.
"Hasilnya Alhamdulillah, kita lihat tadi hasilnya masih di atas 99 persen. Ini hasil yang sangat membanggakan untuk seluruh kalangan pendidik, pemerintah dan masyarakat Kaltim tanpa terkecuali," terang Musahrim.
Sedangkan untuk hasil SMK, presentase kelulusan mencapai 99,66 persen dari total peserta 20.115 orang siswa. Presentase itu meningkat dari tahun 2012 lalu 99,46 persen dari 17.796 siswa peserta.
"Sedangkan presentase kelulusan UN SMA/MA tahun 2012 lalu 99,303 persen dari total peserta 22.371 orang siswa. Tentu tahun ini meningkat, dengan presentase kelulusan menjadi 99,34 persen," jelasnya.
"Kami minta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota, mengingatkan sekolah dan siswa agar tidak melakukan corat-coret pakaian sekolah yang sangat tidak bermanfaat. Selain itu juga saya minta, agar siswa yang mendapat nilai tertinggi diranking, untuk mendapatkan beasiswa dari Pemprov Kaltim, untuk kelanjutan pendidikan di perguruan tinggi," tutupnya.
"Tahun ini siswa siswi SMA dan MA, meraih presentase kelulusan rata-rata 99,34 persen. Jumat (24/5) besok diumumkan serentak di 14 Kabupaten dan Kota," kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Musahrim, saat memberikan keterangan pers di kantornya, Jl Basuki Rahmat, Samarinda, Kamis (23/5/2013).
Pada kesempatan itu, Dinas Pendidikan melakukan serah terima hasil UN SMA/MA/SMK kepada perwakilan Dinas Pendidikan 14 Kabupaten/Kota.
Musahrim merinci, tahun 2013 ini, tingkat SMA/MA meraih presentase kelulusan 99,93 persen dari 10.239 peserta jurusan IPA, kelulusan 98,84 persen dari 12.546 peserta jurusan IPA, presentase kelulusan 99,27 persen dari 277 peserta jurusan Bahasa serta presentase kelulusan 100 persen dari 131 siswa peserta jurusan Keagamaan.
"Pada jurusan IPS SMA/SMK, tercatat 145 siswa peserta yang tidak lulus. Ketidaklulusan lebih dari 100 orang ini, bisa dimungkinkan karena bukan gagal ikut UN semata, bisa juga memang namanya tercantum tapi siswanya sudah pindah ke sekolah lain," ujar Musahrim.
"Kita berikan apresiasi kepada seluruh guru, kepala sekolah maupun siswa peserta, meski terjadi kekacauan seperti itu (persoalan distribusi soal UN), guru tetap bisa memberikan ketenangan kepada siswa dan siswa bisa dengan tenang mengerjakan soal UN," tambahnya.
"Hasilnya Alhamdulillah, kita lihat tadi hasilnya masih di atas 99 persen. Ini hasil yang sangat membanggakan untuk seluruh kalangan pendidik, pemerintah dan masyarakat Kaltim tanpa terkecuali," terang Musahrim.
Sedangkan untuk hasil SMK, presentase kelulusan mencapai 99,66 persen dari total peserta 20.115 orang siswa. Presentase itu meningkat dari tahun 2012 lalu 99,46 persen dari 17.796 siswa peserta.
"Sedangkan presentase kelulusan UN SMA/MA tahun 2012 lalu 99,303 persen dari total peserta 22.371 orang siswa. Tentu tahun ini meningkat, dengan presentase kelulusan menjadi 99,34 persen," jelasnya.
"Kami minta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota, mengingatkan sekolah dan siswa agar tidak melakukan corat-coret pakaian sekolah yang sangat tidak bermanfaat. Selain itu juga saya minta, agar siswa yang mendapat nilai tertinggi diranking, untuk mendapatkan beasiswa dari Pemprov Kaltim, untuk kelanjutan pendidikan di perguruan tinggi," tutupnya.
Sumber; Detik.com
Selasa, 14 Mei 2013

Ketua MUI Raih Kaltim Education Awards 2013
SAMARINDA – Dewan Pendidikan dan Dinas Pendi-dikan
serta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kal-tim menyelenggarakan
Malam Penganugerahan Kaltim Education Awards 2013 di Gedung Serbaguna
GOR Sempaja Samarinda Jl KH. Wahid Has-yim Samarinda, Rabu malam.
Ketua Dewan Pendidikan Kaltim, Dr. Bohari Yusuf mengatakan, tujuan diselengga-rakannya kegiatan ini murni untuk memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder pendidikan. Mulai dari murid, guru, sekolah bupati/walikota dan tokoh yang diangap berpres-tasi dan berkontribusi mema-jukan dunia pendidikan Kaltim.
“Kalau dunia olahraga dan kesenian sudah biasa menga-dakan malam award seperti ini, lain halnya bagi dunia akademik yang jarang tersentuh hal – hal tersebut. Untuk itu sebagai wujud kepedulian kami terha-dap dunia pendididkan maka digelarlah acara ini. Semuanya murni penilaian berdasarkan akademik,” kata Bohari.
Acara malam penganuge-rahan pendidikan tersebut memberikan 25 kategori peng-hargaan kepada sejumlah tokoh. Tiga penghargaan diberikan kepada tokoh pendidikan di Kaltim. Para nominator peng-hargaaan berasal dari semua daerah di Kaltim. Semua penerima award mendapatkan uang, piala, dan piagam. Kecuali bupati dan perusahaan. “Sekitar Rp300 juta total uang pembinaan yang kami berikan kepada para nominator dan pemenang,” tambahnya.
“Kami telah menyurati dinas pendidikan kabupaten/kota dari sebulan yang lalu. Untuk meng-ajukan siapa yang menurut mereka pantas menerima peng-hargaan tersebut, dari seluruh kabupaten/kota mengirimkan tiga nama ke provinsi yang kemudian diseleksi tim Juri dari akademisi Unmul sebagai pemenang ,” jelas Bohari Yusuf.
Adapun penghargaan kepada tokoh pendidikan Kaltim diberi-kan kepada Tjutjup Suparna, mantan walikota BalikPapan, KH Abdul khadir Jaelani yang pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah dan KH Hamri Has Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim. “Bagi K.H Hamri Has penilaian bukan dia sebagai ketua MUI, melainkan beliau mempunyai yayasan pendidikan Islam, dan kemudian ia akan membangun sekolah unggulan bekerjasama dengan Turki,” terangnya.
Undangan khusus yang hadir pada malam kemarin, adalah Direktur Malaysia Education Promotion Center dari Kedu-taan besar Malaysia, Timbalan Rektor University Putra Malaysia, University Sabah, Gubernur Kaltim, Bupati Kukar, Bupati Kubar, Bupati Nunukan, Ketua DPRD Kaltim dan sejumlah kepala SKPD. Bupati Kukar Rita Widyasari menerima penghargaan sebagai Bupati Peduli Pendidikan.
Bohari mengatakan, acara ini sudah 5 kali diselenggarakan tiap tahunnya. Selalu saja ada pihak yang berkeberatan dengan hasil penilaian. Karena mungkin banyak nama lain yang dianggap lebih pantas menerima penghargaan tersebut.
“Pro dan kontra hal yang lum-rah terjadi, tapi saya tegaskan kami sebagai penyelenggara hanya menyeleksi nama-nama yang dikirim dari kabupaten/ota. Mungkin ada saja siswa dan guru yang berprestasi lainnya tapi jika nama mereka tidak masuk dalam daftar yang dikirim kepada kami, bagaimana bisa kami nilai? Harapan ke depannya tentu acara ini tetap terus berlanjut tiap tahunnya, menjadi momentum bagi seluruh praktisi dan akedemisi pendidikan Kaltim berbenah dan menjadi lebih baik lagi,” tukasnya. (fac413)
Sumber: korankaltim.com
Senin, 13 Mei 2013
Haul Guru Sekumpul: Tahlil Membahana di Lautan Manusia
MARTAPURA - Luar biasa, lautan manusia, atau lebih dari 300.000 jamaah, tua muda, pria wanita, orang biasa dan pejabat, alim ulama dan para habaib membaur dalam acara Haul ke-8 Tuan Guru Sekumpul, Minggu (12/5) sejak maghrib. Ya, Al 'Alimul 'Allamah Al Qutb Arrabbani Wal Ghauts Al Fardani Syaikh Muhammad Zaini bin Al Arifbillah Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman bin Muhammad Sa’ad bin Abdullah bin al-Mufti Muhammad Khalid bin al-Alim al-Allamah al-Khalifah Hasanuddin bin Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari memang memiliki magnet yang mengagumkan. Gema tahlil di acara haulan yang dipusatkan di Mushalla Ar Raudhah membahana di mushalla, jalan-jalan dan rumah-rumah penduduk.
Do'a yang dipanjatkan oleh Habib Abdurrahman Baraqbah terkhusus untuk almarhum Tuan Guru Sekumpul pun diamini secara khusyuk oleh hadirin. Selepas itu, nasi kotak maupun bungkus yang berisi nasi samin plus daging karih pun ludes. Padahal, info yang didapat dari panitia, tak kurang dari 250 ribu bungkus yang dibagikan. Ini belum termsuk nasi bungkus yang dibagikan juga oleh relawan, maupun jiran-jiran di Sekumpul. Pendeknya, acara haulan tersebut menjadi sebuah acara berkumpulnya jamaah yang terdapat. Tak hanya dari Kalsel saja, bahkan dari Kalteng, kalbar dan Kaltim, termasuk jamaah dari Sumatra, Jawa dan luar negeri hadir memanjatkan doa dan berkirim pahala tahlil untuk almarhum Tuan Guru Sekumpul.
Sebelumnya, jamaah sedari dzuhur mulai berangsur-angsur memadati kawasan Sekumpul. Bahkan, mulai ashar, kepadatan sudah mulai, sehingga cukup membuat ribuan panitia, dibantu ratusan aparat Polres Banjar, Kodim 1006 Martapura, Pol PP Banjar, PMI dan lain-lain mesti ekstra keras mengatur ketertiban dan kelancaran lalulintas.
Di antara para habib dan alim ulama, hadir di barisan kehormatan anak almarhum Tuan Guru Sekumpul, yakni Muhammad Amin Badali (18) dan Ahmad hadi Badali (17). Dua pemuda yang tinggi perawakan serta tampan dibalut baju gamis dan kopiah putih diapit oleh ayah tirinya, Rosehan NB, Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh, Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin dan lain-lainnya. Turut hadir Bupati Tanbu Mardani H Maming, dan alim ulama seperti Guru Masdar, Guru Sa'aduddin, Guru Barmawi, Guru Anang Bidin, termasuk para dewan guru Ponpes Darussalam.
Setelah shalat maghrib berjamaah, acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Guru Abdul Khaliq. Kemudian, Muhammad Amin Badali memulai membacakan rawi maulid Habsyi, diselingi juga lantunan syair terbang oleh grup maulid Sekumpul.
Ahmad Hafi tampak asyik menabuh terbangnya. Jamaah pun larut dalam kesyahduan nasyid Khobbiri, tentang kerinduan dan permohonan syafaat kepada Rasulullah SAW.
Selepas acara maulidan dan tahlilan itu, jamaah kemudian melaksanakan shalat isya. Akibat banyaknya jamaah, sepulang dari Raudhah pun jamaah mesti sabar. Padahal jarak antara Kompleks Sekumpul ke jalan raya cuma 400-an meter, namun dengan jalan mesti ditempuh hampir satu jam. Subhanallah. (adi)
Penulis: Adi Permana
Do'a yang dipanjatkan oleh Habib Abdurrahman Baraqbah terkhusus untuk almarhum Tuan Guru Sekumpul pun diamini secara khusyuk oleh hadirin. Selepas itu, nasi kotak maupun bungkus yang berisi nasi samin plus daging karih pun ludes. Padahal, info yang didapat dari panitia, tak kurang dari 250 ribu bungkus yang dibagikan. Ini belum termsuk nasi bungkus yang dibagikan juga oleh relawan, maupun jiran-jiran di Sekumpul. Pendeknya, acara haulan tersebut menjadi sebuah acara berkumpulnya jamaah yang terdapat. Tak hanya dari Kalsel saja, bahkan dari Kalteng, kalbar dan Kaltim, termasuk jamaah dari Sumatra, Jawa dan luar negeri hadir memanjatkan doa dan berkirim pahala tahlil untuk almarhum Tuan Guru Sekumpul.
Sebelumnya, jamaah sedari dzuhur mulai berangsur-angsur memadati kawasan Sekumpul. Bahkan, mulai ashar, kepadatan sudah mulai, sehingga cukup membuat ribuan panitia, dibantu ratusan aparat Polres Banjar, Kodim 1006 Martapura, Pol PP Banjar, PMI dan lain-lain mesti ekstra keras mengatur ketertiban dan kelancaran lalulintas.
Di antara para habib dan alim ulama, hadir di barisan kehormatan anak almarhum Tuan Guru Sekumpul, yakni Muhammad Amin Badali (18) dan Ahmad hadi Badali (17). Dua pemuda yang tinggi perawakan serta tampan dibalut baju gamis dan kopiah putih diapit oleh ayah tirinya, Rosehan NB, Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh, Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin dan lain-lainnya. Turut hadir Bupati Tanbu Mardani H Maming, dan alim ulama seperti Guru Masdar, Guru Sa'aduddin, Guru Barmawi, Guru Anang Bidin, termasuk para dewan guru Ponpes Darussalam.
Setelah shalat maghrib berjamaah, acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Guru Abdul Khaliq. Kemudian, Muhammad Amin Badali memulai membacakan rawi maulid Habsyi, diselingi juga lantunan syair terbang oleh grup maulid Sekumpul.
Ahmad Hafi tampak asyik menabuh terbangnya. Jamaah pun larut dalam kesyahduan nasyid Khobbiri, tentang kerinduan dan permohonan syafaat kepada Rasulullah SAW.
Selepas acara maulidan dan tahlilan itu, jamaah kemudian melaksanakan shalat isya. Akibat banyaknya jamaah, sepulang dari Raudhah pun jamaah mesti sabar. Padahal jarak antara Kompleks Sekumpul ke jalan raya cuma 400-an meter, namun dengan jalan mesti ditempuh hampir satu jam. Subhanallah. (adi)
Penulis: Adi Permana
Minggu, 28 April 2013

Dituduh Lakukan Penistaan Agama, "Wali" Bantil Dituntut 5 Tahun Penjara
SANGATTA - Pengadilan
Negeri (PN) Sangatta menggelar sidang lanjutan kasus dugaan penistaan
agama Islam yang dilakukan Guru Besar Rantau Bemban, Kecamatan Sangatta
Utara, bernama Bantil yang bergelar Syekh Muhammad Genti, Kamis
(25/4/2013).
Agenda persidangan adalah pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pihak JPU menuntut terdakwa Bantil dengan pidana penjara 5 tahun karena dinilai terbukti melakukan penistaan agama dan penipuan.
JPU, Didik Farkhan Alisyahdi, SH, MH, Kamis (25/4/2013), mengatakan pihaknya menuntut Bantil dengan pola kumulatif, yaitu pasal 156 A KUHP tentang penistaan agama dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.
"Kami menuntut terdakwa 5 tahun penjara. Kami menilai tidak ada faktor yang meringankan terdakwa," kata Didik. Bahkan Bantil dinilai tidak kooperatif dalam pemeriksaan di pengadilan.
Beberapa hal yang dinilai memperkuat dakwaan adalah keterangan yang gamblang dari tiga mantan pengikut Bantil tentang penyimpangannya. "Sudah lazim kita pahami, bahwa aliran menyimpang sering terungkap dari mantan pengikutnya. Jadi ini bukan urusan pribadi saja," katanya.
Berikutnya, telah ditemukan beberapa spanduk yang isinya menyebutkan secara lugas bahwa kampung Rantau Bemban merupakan kota Wali Allah. Belakangan para pengikutnya mengakui bahwa tokoh yang dianggap sebagai wali Allah itu adalah Bantil.
Penyidik juga menemukan berbagai tulisan di kamar terdakwa yang memperkuat bukti adalah eksklusifitas aliran, juga buku catatan yang menunjukkan intisari ajaran Bantil.
"Fakta sidang menunjukkan terdakwa tidak bisa mengaji dan mengajar agama. Tapi dia tetap menganggap dirinya sebagai wali Allah. Ini terbukti dari sikap yang dikatakan terdakwa menolak predikat itu, namun diam dan menerima, sembari terus melanjutkan aktivitas tersebut," katanya.
Terdakwa juga terbukti memberikan keterangan yang kontraktif dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Termasuk dengan membantah keterangan verbal penyidik yang telah disumpah. Penyidik mengatakan telah prosedural, sedangkan Bantil mengatakan tidak pernah dibacakan draft BAP sebelum ditandatangani.
Dalam pemeriksaannya pada sidang sebelumnya, Bantil menolak tudingan dari tiga saksi pelapor bahwa dirinya mengajarkan agama Islam yang menyimpang di Rantau Bemban. Ia pun menegaskan tidak membuat syariat yang berbeda dengan ajaran Islam.
"Saya ini mau mengajarkan apa kalau memang saya tidak tahu. Saya tidak bisa membaca dan tidak bisa mengaji. Warga saja yang terus mendekati dan mengejar saya dan mengatakan saya sebagai wali Allah," katanya.
Saat dianggap sebagai wali Allah, Bantil mengatakan menolak anggapan tersebut. Keterangan ini berbeda dengan keterangan saksi meringankan yang menyebut Bantil hanya diam saja ketika masyarakat menganggapnya wali Allah.
"Saya sudah menolak. Saya katakan pada mereka saya ini bukan wali Allah. Saya manusia biasa. Namun mereka terus mendekati dan mengejar saya. Mereka meminta didoakan dan diberkahi," katanya.
Namun saat dicecar pertanyaan bagaimana ia mendoakan dan memberkahi, Bantil mengatakan ia mendoakan secara umum saja. "Ya saya doakan mudah-mudahan sukses. Bukan hanya warga, pejabat juga ada yang minta didoakan," katanya.
Saat Ketua Majelis Hakim, Suparman, menanyakan mengapa ia terus menerima tamu dan memberkahi mereka, Bantil mengatakan sudah berupaya menjelaskan. "Namun mereka terus datang. Masak ketika orang datang saya usir. Ya saya terima dengan pertimbangan kemanusiaan," katanya.
Bantil juga menolak mengajarkan atau pernah menerima zakat diri dari warga. Kalaupun ada warga yang menyerahkan uang, itu karena mereka mewujudkan nazar setelah harapannya terkabul. "Itu semacam memenuhi nazar. Mereka juga ikhlas dan ridha digunakan untuk apa saja," katanya. Akhirnya uang itu digunakannya membangun kampung.
Ia pun berulang kali menolak tentang zakat diri yang disampaikan tiga saksi pelapor (Aini, Jemi, dan Johan). "Tidak pernah ada zakat diri. Kalau ada pasti ada tanda terimanya," katanya. Ia juga menolak keterangannya sendiri di BAP penyidik yang menyebutkan dirinya pernah menerima uang zakat diri dari salah satu tokoh masyarakat sebesar Rp 95 juta.
"Berita acara itu tidak benar. Saya tidak pernah bilang seperti itu," katanya. Namun ia mengakui dalam menerima uang nazar dari warga, tidak pernah memberikan tanda terima atau kuitansi. Termasuk pemberian Rp 400 juta dari salah satu tokoh masyarakat yang lahannya laku terjual.
Ia juga meralat pengakuan di BAP yang menyebut dirinya mengajarkan agama atas dasar bisikan ghaib. "Waktu itu saya salah bicara," katanya. Ia pun sempat diminta melafadzkan syahadat dan Surah Al-Fatihah oleh majelis hakim.
Adapun terkait tujuannya membangun kampung Rantau Bemban, ia mengatakan bermuara dari keinginan membangun perkampungan yang baik dan tertata untuk masyarakat lokal. Karena selama ini belum ada. Sedangkan penduduk pendatang sudah memilikinya.
Saat dirunut tentang asal-muasal kabar kewaliannya, Bantil mengatakan hanya berasal dari kabar-kabar para tokoh agama di Kalimantan Selatan. "Mereka-mereka itu yang menganggap saya wali. Akhirnya kabar itu sampai ke Sangatta," katanya. Saat ditanyakan mengapa dirinya tidak mendalami informasi tersebut lebih jauh, Bantil menyebut karena tidak punya nomor ponsel tokoh-tokoh tersebut.
"Kalau saya ini dikatakan salah, saya mohon dipertimbangkan. Mereka yang mengejar saya. Kalau mau disalahkan, salahkan mereka (warga, red). Kalau saya yang mencintai Allah dan Rasulnya ini dikatakan sesat. Jangan saya sendirian," kata Bantil. (*)
Agenda persidangan adalah pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pihak JPU menuntut terdakwa Bantil dengan pidana penjara 5 tahun karena dinilai terbukti melakukan penistaan agama dan penipuan.
JPU, Didik Farkhan Alisyahdi, SH, MH, Kamis (25/4/2013), mengatakan pihaknya menuntut Bantil dengan pola kumulatif, yaitu pasal 156 A KUHP tentang penistaan agama dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.
"Kami menuntut terdakwa 5 tahun penjara. Kami menilai tidak ada faktor yang meringankan terdakwa," kata Didik. Bahkan Bantil dinilai tidak kooperatif dalam pemeriksaan di pengadilan.
Beberapa hal yang dinilai memperkuat dakwaan adalah keterangan yang gamblang dari tiga mantan pengikut Bantil tentang penyimpangannya. "Sudah lazim kita pahami, bahwa aliran menyimpang sering terungkap dari mantan pengikutnya. Jadi ini bukan urusan pribadi saja," katanya.
Berikutnya, telah ditemukan beberapa spanduk yang isinya menyebutkan secara lugas bahwa kampung Rantau Bemban merupakan kota Wali Allah. Belakangan para pengikutnya mengakui bahwa tokoh yang dianggap sebagai wali Allah itu adalah Bantil.
Penyidik juga menemukan berbagai tulisan di kamar terdakwa yang memperkuat bukti adalah eksklusifitas aliran, juga buku catatan yang menunjukkan intisari ajaran Bantil.
"Fakta sidang menunjukkan terdakwa tidak bisa mengaji dan mengajar agama. Tapi dia tetap menganggap dirinya sebagai wali Allah. Ini terbukti dari sikap yang dikatakan terdakwa menolak predikat itu, namun diam dan menerima, sembari terus melanjutkan aktivitas tersebut," katanya.
Terdakwa juga terbukti memberikan keterangan yang kontraktif dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Termasuk dengan membantah keterangan verbal penyidik yang telah disumpah. Penyidik mengatakan telah prosedural, sedangkan Bantil mengatakan tidak pernah dibacakan draft BAP sebelum ditandatangani.
Dalam pemeriksaannya pada sidang sebelumnya, Bantil menolak tudingan dari tiga saksi pelapor bahwa dirinya mengajarkan agama Islam yang menyimpang di Rantau Bemban. Ia pun menegaskan tidak membuat syariat yang berbeda dengan ajaran Islam.
"Saya ini mau mengajarkan apa kalau memang saya tidak tahu. Saya tidak bisa membaca dan tidak bisa mengaji. Warga saja yang terus mendekati dan mengejar saya dan mengatakan saya sebagai wali Allah," katanya.
Saat dianggap sebagai wali Allah, Bantil mengatakan menolak anggapan tersebut. Keterangan ini berbeda dengan keterangan saksi meringankan yang menyebut Bantil hanya diam saja ketika masyarakat menganggapnya wali Allah.
"Saya sudah menolak. Saya katakan pada mereka saya ini bukan wali Allah. Saya manusia biasa. Namun mereka terus mendekati dan mengejar saya. Mereka meminta didoakan dan diberkahi," katanya.
Namun saat dicecar pertanyaan bagaimana ia mendoakan dan memberkahi, Bantil mengatakan ia mendoakan secara umum saja. "Ya saya doakan mudah-mudahan sukses. Bukan hanya warga, pejabat juga ada yang minta didoakan," katanya.
Saat Ketua Majelis Hakim, Suparman, menanyakan mengapa ia terus menerima tamu dan memberkahi mereka, Bantil mengatakan sudah berupaya menjelaskan. "Namun mereka terus datang. Masak ketika orang datang saya usir. Ya saya terima dengan pertimbangan kemanusiaan," katanya.
Bantil juga menolak mengajarkan atau pernah menerima zakat diri dari warga. Kalaupun ada warga yang menyerahkan uang, itu karena mereka mewujudkan nazar setelah harapannya terkabul. "Itu semacam memenuhi nazar. Mereka juga ikhlas dan ridha digunakan untuk apa saja," katanya. Akhirnya uang itu digunakannya membangun kampung.
Ia pun berulang kali menolak tentang zakat diri yang disampaikan tiga saksi pelapor (Aini, Jemi, dan Johan). "Tidak pernah ada zakat diri. Kalau ada pasti ada tanda terimanya," katanya. Ia juga menolak keterangannya sendiri di BAP penyidik yang menyebutkan dirinya pernah menerima uang zakat diri dari salah satu tokoh masyarakat sebesar Rp 95 juta.
"Berita acara itu tidak benar. Saya tidak pernah bilang seperti itu," katanya. Namun ia mengakui dalam menerima uang nazar dari warga, tidak pernah memberikan tanda terima atau kuitansi. Termasuk pemberian Rp 400 juta dari salah satu tokoh masyarakat yang lahannya laku terjual.
Ia juga meralat pengakuan di BAP yang menyebut dirinya mengajarkan agama atas dasar bisikan ghaib. "Waktu itu saya salah bicara," katanya. Ia pun sempat diminta melafadzkan syahadat dan Surah Al-Fatihah oleh majelis hakim.
Adapun terkait tujuannya membangun kampung Rantau Bemban, ia mengatakan bermuara dari keinginan membangun perkampungan yang baik dan tertata untuk masyarakat lokal. Karena selama ini belum ada. Sedangkan penduduk pendatang sudah memilikinya.
Saat dirunut tentang asal-muasal kabar kewaliannya, Bantil mengatakan hanya berasal dari kabar-kabar para tokoh agama di Kalimantan Selatan. "Mereka-mereka itu yang menganggap saya wali. Akhirnya kabar itu sampai ke Sangatta," katanya. Saat ditanyakan mengapa dirinya tidak mendalami informasi tersebut lebih jauh, Bantil menyebut karena tidak punya nomor ponsel tokoh-tokoh tersebut.
"Kalau saya ini dikatakan salah, saya mohon dipertimbangkan. Mereka yang mengejar saya. Kalau mau disalahkan, salahkan mereka (warga, red). Kalau saya yang mencintai Allah dan Rasulnya ini dikatakan sesat. Jangan saya sendirian," kata Bantil. (*)
Penulis : Kholish Chered
Editor : Sumarsono
Sumber: tribunkaltim.co.id
Jumat, 12 April 2013
Kemenag Penajam Paser Utara: Al-Quran Bisa Dijadikan Rujukan Iptek
PENAJAM- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) H Hakimin Patan selaku pembina umat beragama daerah ini mengajak seluruh komponen masarakat bersam-sama menciptakan suasana aman, damai dan kondusif.
“Dalam hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara, kita ingin wujudkan kebersamaan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan membangun masyarakat kabupaten jadi lebih sejahtera, demokratis, berkeadilan dibawah naungan maghfirah dan ridho Allah SWT,” papar Hakimin kepada Balikpapan Pos, kemarin.
Hakimin menjelaskan, sebagai umat Islam tentu mengimani sepenuhnya tanpa keraguan sedikit pun terhadap kandungan Alquran, karena hal itu merupakan kalam Allah, kitab suci yang diturunkan-Nya menjadi tuntunan dan pegangan umat manusia, agar memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat kelak.
Alquran dengan susunan kata yang indah, kalimat yang jelas dan terang serta gaya bahasa yang mengagumkan merupakan inspirasi yang tak pernah kering, semakin dibaca dengan lantunan yang indah semakin terasa kedamaian dan kesejukan dan pancaran kandungan isinya.
Pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai universal dari Alquran dapat memberikan kontribusi dalam membangun tatanan dunia yang aman, adil dan bermartabat yang dibangun atas dasar nilai-nilai Ketuhanan YME serta nilai-nilai kemanusiaan yang universal .
“Mari kita terus kabarkan pada dunia, sesungguhnya Islam itu indah dan damai. Islam itu cinta keadilan dan mejauhi segala kekerasan. Islam itu menolak kebencian dan fitnah, Islam itu selalu menganjurkan persatuan, kebersamaan dan ukhuwah,” urai Hakimin.
Dengan mengedepankan niali-nilai itulah, ujarnya lagi, sehingga diharapkan dapat membangun kokohnya toleransi, solidaritas dan kebersamaan di antara umat manusia di muka bumi ini.
Manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, terus berinovasi, kreasi dengan dilandasi bekerja keras mencapai cita-cita sesungguhnya adalah bangsa atau masyarakat yang cinta damai, memiliki peradaban luhur yakni menjunjung tinggi kerukunan di tengah-tengah kemajemukan dalam masyarakat.
“Karena itulah, kami mengajak kaum muslimin dan muslimat menjadikan Kitab Alquran sebagai bagian dari upaya kita membangun dan meningkatkan karakteristik bangsa yang unggul dan mulia. Mari kita jadikan Alquran sebagai rujukan dalam menghadapi berbagai masalah, cobaan serta ujian,” pungkasnya.(pam)
“Dalam hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara, kita ingin wujudkan kebersamaan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan membangun masyarakat kabupaten jadi lebih sejahtera, demokratis, berkeadilan dibawah naungan maghfirah dan ridho Allah SWT,” papar Hakimin kepada Balikpapan Pos, kemarin.
Hakimin menjelaskan, sebagai umat Islam tentu mengimani sepenuhnya tanpa keraguan sedikit pun terhadap kandungan Alquran, karena hal itu merupakan kalam Allah, kitab suci yang diturunkan-Nya menjadi tuntunan dan pegangan umat manusia, agar memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat kelak.
Alquran dengan susunan kata yang indah, kalimat yang jelas dan terang serta gaya bahasa yang mengagumkan merupakan inspirasi yang tak pernah kering, semakin dibaca dengan lantunan yang indah semakin terasa kedamaian dan kesejukan dan pancaran kandungan isinya.
Pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai universal dari Alquran dapat memberikan kontribusi dalam membangun tatanan dunia yang aman, adil dan bermartabat yang dibangun atas dasar nilai-nilai Ketuhanan YME serta nilai-nilai kemanusiaan yang universal .
“Mari kita terus kabarkan pada dunia, sesungguhnya Islam itu indah dan damai. Islam itu cinta keadilan dan mejauhi segala kekerasan. Islam itu menolak kebencian dan fitnah, Islam itu selalu menganjurkan persatuan, kebersamaan dan ukhuwah,” urai Hakimin.
Dengan mengedepankan niali-nilai itulah, ujarnya lagi, sehingga diharapkan dapat membangun kokohnya toleransi, solidaritas dan kebersamaan di antara umat manusia di muka bumi ini.
Manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, terus berinovasi, kreasi dengan dilandasi bekerja keras mencapai cita-cita sesungguhnya adalah bangsa atau masyarakat yang cinta damai, memiliki peradaban luhur yakni menjunjung tinggi kerukunan di tengah-tengah kemajemukan dalam masyarakat.
“Karena itulah, kami mengajak kaum muslimin dan muslimat menjadikan Kitab Alquran sebagai bagian dari upaya kita membangun dan meningkatkan karakteristik bangsa yang unggul dan mulia. Mari kita jadikan Alquran sebagai rujukan dalam menghadapi berbagai masalah, cobaan serta ujian,” pungkasnya.(pam)
http://www.balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=90807