SAMARINDA – Dewan Pendidikan dan Dinas Pendi-dikan
serta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kal-tim menyelenggarakan
Malam Penganugerahan Kaltim Education Awards 2013 di Gedung Serbaguna
GOR Sempaja Samarinda Jl KH. Wahid Has-yim Samarinda, Rabu malam.
Ketua Dewan Pendidikan Kaltim, Dr. Bohari Yusuf mengatakan, tujuan diselengga-rakannya kegiatan ini murni untuk memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder pendidikan. Mulai dari murid, guru, sekolah bupati/walikota dan tokoh yang diangap berpres-tasi dan berkontribusi mema-jukan dunia pendidikan Kaltim.
“Kalau dunia olahraga dan kesenian sudah biasa menga-dakan malam award seperti ini, lain halnya bagi dunia akademik yang jarang tersentuh hal – hal tersebut. Untuk itu sebagai wujud kepedulian kami terha-dap dunia pendididkan maka digelarlah acara ini. Semuanya murni penilaian berdasarkan akademik,” kata Bohari.
Acara malam penganuge-rahan pendidikan tersebut memberikan 25 kategori peng-hargaan kepada sejumlah tokoh. Tiga penghargaan diberikan kepada tokoh pendidikan di Kaltim. Para nominator peng-hargaaan berasal dari semua daerah di Kaltim. Semua penerima award mendapatkan uang, piala, dan piagam. Kecuali bupati dan perusahaan. “Sekitar Rp300 juta total uang pembinaan yang kami berikan kepada para nominator dan pemenang,” tambahnya.
“Kami telah menyurati dinas pendidikan kabupaten/kota dari sebulan yang lalu. Untuk meng-ajukan siapa yang menurut mereka pantas menerima peng-hargaan tersebut, dari seluruh kabupaten/kota mengirimkan tiga nama ke provinsi yang kemudian diseleksi tim Juri dari akademisi Unmul sebagai pemenang ,” jelas Bohari Yusuf.
Adapun penghargaan kepada tokoh pendidikan Kaltim diberi-kan kepada Tjutjup Suparna, mantan walikota BalikPapan, KH Abdul khadir Jaelani yang pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah dan KH Hamri Has Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim. “Bagi K.H Hamri Has penilaian bukan dia sebagai ketua MUI, melainkan beliau mempunyai yayasan pendidikan Islam, dan kemudian ia akan membangun sekolah unggulan bekerjasama dengan Turki,” terangnya.
Undangan khusus yang hadir pada malam kemarin, adalah Direktur Malaysia Education Promotion Center dari Kedu-taan besar Malaysia, Timbalan Rektor University Putra Malaysia, University Sabah, Gubernur Kaltim, Bupati Kukar, Bupati Kubar, Bupati Nunukan, Ketua DPRD Kaltim dan sejumlah kepala SKPD. Bupati Kukar Rita Widyasari menerima penghargaan sebagai Bupati Peduli Pendidikan.
Bohari mengatakan, acara ini sudah 5 kali diselenggarakan tiap tahunnya. Selalu saja ada pihak yang berkeberatan dengan hasil penilaian. Karena mungkin banyak nama lain yang dianggap lebih pantas menerima penghargaan tersebut.
“Pro dan kontra hal yang lum-rah terjadi, tapi saya tegaskan kami sebagai penyelenggara hanya menyeleksi nama-nama yang dikirim dari kabupaten/ota. Mungkin ada saja siswa dan guru yang berprestasi lainnya tapi jika nama mereka tidak masuk dalam daftar yang dikirim kepada kami, bagaimana bisa kami nilai? Harapan ke depannya tentu acara ini tetap terus berlanjut tiap tahunnya, menjadi momentum bagi seluruh praktisi dan akedemisi pendidikan Kaltim berbenah dan menjadi lebih baik lagi,” tukasnya. (fac413)
Sumber: korankaltim.com
0 komentar: