ISLAM BALIKPAPAN - Jika musim hujan tiba, warga di RT 23 Kelurahan Gunung Samarinda Balikpapan Utara mengalami kecemasan akan bahaya banjir.
Itu disebabkan karena masih banyaknya drainase yang mengalami pendangkalan sehingga membuat daya tampung air mengecil dan berpotensi meluap, terutama jika curah hujan cukup tinggi.
Bukan hanya itu, adanya sedimentasi yang menumpuk akibat banjir kiriman juga menjadi salahsatu penyebabnya.
Saat dikonfirmasi, Lurah Gunung Samarinda Drs Hari Murti MSi mengatakan bahwa kawasan RT 23 Gunung Samarinda memang berada di dataran rendah dan menjadi salahsatua wilayah rawan banjir di Gunung Samarinda. “Wilayah RT 23 sering mengalami kebanjiran, banyak rumah warga yang kemasukan air. Namun, air banjir tidak berangsur lama merendam rumah warga,” ucap Hari Murti saat ditayai Balikpapan Pos, Jumat (31/8).
Ia berharap agar warga selalu mengantisipasi jika ada bencana banjir, dan selalu mengggiatkan kerja bakti agar bencana banjir bisa dicegah dan tidak sampai menyebabkan kerusakan drainase. “Juga untuk drainase (parit) yang ada sedimentasi tanah harus dikeruk, sampah berupa kaleng atau plastik yang dapat menampung air hujan juga dikubur, agar jentik nyamuk tidak bersarang dan berpotensi menimbulkan penyakit DBD,” imbuhnya.
Bukan hanya itu, untuk keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), warga harus mengaktifkan siskamling. Selain kamtibmas, juga untuk mengantisipasi jika ada bencana banjir besar. “Cuaca di Kota Balikpapan saat ini tidak bisa diprediksi. Jadi, warga harus lebih waspada lagi jika sewaktu-waktu hujan deras. Semua warga harus mengantisipasi dengan menjaga lingkungan termasuk salahsatunya pembersihan drainase secara rutin,”pungkasnya (bp-7/bp-8/BALIKPAPAN)
