ISLAM BALIKPAPAN - Dana Perbaikan dan Pemeliharaan Lingkungan Kelurahan (DP2LK) untuk tahun ini berubah, dari semula dana yang diberikan berupa uang tunai, mulai tahun ini berubah dalam bentuk bahan material.
Mulai tahun ini para Ketua RT tidak akan mengelola dana DP2LK, akan tetapi menerima bantuan berupa bahan material yang dibutuhkan. Kasi Pembangunan Masyarakat kelurahan Sumber Rejo, M Idris mengatakan, tahun ini memang telah diputuskan DP2LK menggunakan mekanisme yang berbeda.
“Tahun ini mengapa DP2LK akan diberikan dalam bentuk material, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana uang tunai sebagai dana stimulan akan diberikan kepada Ketua RT dan dibantu dengan swadaya masyarakat,” ungkapnya.
Idris menekankan, meski dengan mekanisme berbeda, akan tetapi tujuan dari DP2LK tersebut tidak akan berubah. Semua dana yang diberikan diperuntukkan bagi pemeliharaan dan perbaikan fasilitas umum di setiap lingkungan yang membutuhkan.
“Tidak akan ada yang berubah, kecuali bentuk bantuannya,” jelasnya.
Saat ini, lanjutnya, pihak kelurahan telah menerima 24 usulan dari Ketua RT yang ingin mendapatkan bantuan DP2LK, baik unutk perbiakan maupun pemeliharaan fasilitas umum di lingkungan masing-masing.
Idris menambahkan, usulan tersebut disampaikan kepada kelurahan dalam bentuk proposal. Dari proposal tersebut, nantinya akan diverifikasi untuk menentukan jumlah material yang dibutuhkan .
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pun usulan masih didominasi oleh smenisasi jalan dan perbaikan drainase.
Ia juga mengingatkan, DP2LK merupakan dana stimulan, yang dimaksudkan untuk merangsang kepedulian masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan di lingkungannya masing-masing.
“Tidak akan sepenuhnya dibiayai dari DP2LK, akan tetapi tetap membutuhkan swadaya dari masyarakat. Swadaya tersebut bisa berupa tambahan material, konsumsi dan juga pekerja nantinya,” ungkapnya.
Nah, untuk material yang akan diberikan, Idris mengungkapkan, pihak kelurahan yang akan menentukan pihak yang akan diajak untuk bekerja sama dalam hal penyediaan material tersebut.
“Tentunya kami akan mencari yang terbaik untuk diajak bekerja sama menyediakan material yang dibutuhkan,” kata dia.
Idris membeberkan mekanisme pemberian material kepada masing-masing lingkungan juga dapat dilakukan secara bertahap. Hal ini untuk merangsang masyarakat untuk secepatnya mengerjakan proyek sesuai dengan usulan yang telah diajukan.
DP2LK sendiri akan mulai dilaksanakan pada awal September ini. (sab/BALIKPAPANPOS)
