MADINATULIMAN.COM (Blora) - Ratusan warga Kamolan, Blora, Jawa Tengah, terlibat bentrok dengan jamaah Majelis Tafsir Alquran (MTA). Kericuhan dipicu penolakan warga terhadap pengajian yang akan dilangsungkan jamaah MTA, Sabtu (14/7) besok, karena dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama Islam yang diyakini warga.
Ratusan jamaah MTA langsung dihadang ratusan warga Kamolan, Blora, Jawa Tengah, setibanya di Desa Kamolan. Warga menolak kedatangan jemaah MTA yang rencananya akan mengikuti pengajian akbar di desa tersebut, Sabtu besok. Namun para jamaah MTA tetap memaksa masuk ke lokasi pengajian di lapangan desa setempat.
Kedua pihak yang sama-sama ngotot tak dapat menahan diri sehingga bentrokan tak dapat dihindari. Kalah jumlah, para jamaah MTA akhirnya memilih mundur.
Penolakan warga Desa Kamolan, didasari ketidaksepahaman mereka terhadap ajaran MTA yang tidak membenarkan adanya tahlil dan ziarah kubur. Warga setempat yang sudah kental dengan tradisi tahlil dan ziarah kubur menganggap ajaran MTA sesat.
Warga juga melempari bus yang ditumpangi jamaah MTA dengan batu dan bambu. Warga memblokade jalan agar pengajian yang rencananya dihadiri 20 ribu jamaah itu gagal dilakukan. Ratusan polisi hingga kini masih berjaga di lokasi bentrok.(RZY)

0 komentar: