MADINATULIMAN (Tarakan) - Setelah Senin (9/7) lalu sebuah mobil jenis pikap terbakar di SPBU Mulawarman, Tarakan, kemarin satu unit angkutan kota (angkot) juga terbakar di kota ini. Kali ini bahkan menelan korban jiwa, seorang bocah perempuan berusia 5 tahun.
Angkot bernomor polisi KT 1042 FC yang dikendarai Samsuddin (31 tahun) itu terbakar sekitar pukul 12.15 Wita di Jalan Mulawarman, Kelurahan Karang Anyar Pantai.
Korban tewas bernama Dira. Ia adalah putri Samsuddin, sang sopir. Dira tewas terpanggang di dalam mobil. Ia terjebak di dalam angkot dan tak dapat diselamatkan. Soalnya kobaran api begitu cepat melahap seluruh bodi mobil.
Saat kejadian, bocah tersebut duduk di kursi paling belakang sebelah kanan. Angkot berwarna merah itu memang sedang tak memuat penumpang lain, kecuali keluarga Samsuddin yang terdiri dari istri (Fitria, 31 tahun) dan kedua anaknya (Dira dan Cinta).
Posisi Fitria saat kejadian berada di samping Samsuddin sambil memangku Cinta, anak bungsunya.
Menurut penuturan Iyan, keponakan Samsuddin, saat itu korban baru pulang dari rumah orangtuanya. Dalam mobil terdapat tabung gas 14 kg yang baru dibeli Samsuddin.
“Pas mau salat Jumat, saya lihat mobil paman terbakar dan memutuskan untuk kembali ke rumah untuk beritahu nenek,” ucap Iyan kepada Radar Tarakan (Kaltim Post Grup).
Iyan mengaku sempat bertemu pamannya sekitar pukul 11.30 Wita. “Paman mulai menyopir sejak 19 tahun lalu, saat masih bujangan,” bebernya.
Anak sulung Samsuddin, Saharuddin Jo yang berusia 9 tahun tak ikut dalam kendaraan tersebut.
“Aku mau lihat adikku,” ujarnya, begitu mengetahui Dira, adiknya tewas.
Saharuddin mengaku diberitahu ayahnya mengenai kejadian tersebut. “Kebakaran itu bermula dari tabung gas yang bocor,” tutur Saharuddin menirukan perkataan ayahnya yang sudah siuman.
Gas yang bocor itu diduga merembet ke platina pengapian pada angkot tersebut. Posisi tabung gas berada di bagian tengah angkot
Saharuddin menceritakan, saat itu ayah, ibu dan kedua adiknya pergi ke rumah neneknya.
Keluarga tersebut berangkat dari kediaman mereka di Jalan Mangkudulis RT 15, Kelurahan Kampung Satu Skip, Kecamatan Tarakan Tengah, untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Korban juga membeli tabung gas ukuran 14 kg dan diletakkan di tengah kursi penumpang.
Setelah itu, mereka menuju ke rumah orangtuanya yang berada di Jalan Hasanuddin RT 18, Kelurahan Karang Anyar Pantai.
Nah, sepulang dari siitulah, tiba-tiba angkot yang dikendarai terbakar. “Anaknya yang meninggal itu sebenarnya tidak mau pulang karena panas,” ungkap salah seorang tetangga korban.
Samsuddin bersama istri dan anaknya bungsunya, Cinta, dilarikan ke rumah sakit. Sementara Dira terjebak di dalam mobil. Api terus membesar, namun mobil pemadam belum tiba.
Tak banyak yang bisa diperbuat warga sekitar untuk menyelamatkan bocah yang tahun ini masuk taman kanak-kanak itu. Dua mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi berselang beberapa menit kemudian.
Akibat kejadian itu, poros Jalan Mulawarman menjadi macet beberapa jam karena banyaknya warga yang ingin menyaksikan langsung peristiwa itu.
Dari pantauan Radar Tarakan di Rumah Sakit, Samsuddin mengalami luka bakar ringan di tangan kiri dan pergelangan tangan kanan. Cinta mengalami luka bakar di dua tangan dan kaki, serta wajah.
Luka bakar cukup parah dialami Fitria. Seluruh tubuh hingga ke wajah, tangan dan kaki terkelupas. (ipk/kpnn/ha)

0 komentar: