MADINATULIMAN.COM (Bintan) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bintan pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I di Hotel Hermes Agro Resort, Gunungkijang, Minggu (1/7) menyatakan keprihatinan terhadap kondisi perekonomian masyarakat lemah yang dimanfaatkan rentenir atau lintah darat.
"Badan Muammalat Wat-Tamwil (BMT) mesti kita dirikan di Bintan sebagai solusi ekonomi Syari'ah untuk membantu masyarakat yang terlilit lintah darat dan rentenir. MUI berharap ada solusi ekonomi Syari'ah yang bebas ribawi," kata Ketua MUI Bintan, Manimpo Simamora.
Pada Rakerda ini lanjut Simamora, juga digelar presentasi dari BMT Iskandar MudaBatam, sebuah BMT di Batam yang memiliki aset Rp7 miliar untuk melatih pengurus MUI dalam mengelola BMT.
Program MUI masuk sekolah merupakan program berikutnya kata Simamora, dimana MUI harus memastikan tiap sekolah menyediakan tempat shalat.
"Kita prihatin dengan kondisi remaja saat ini. Hasil survei di Bandung 67 persen murid SMA sederajat sudah melakukan hubungan seksual. Kita harapkan gerakan tiap sekolah menyediakan tempat shalat supaya bisa membentengi remaja dari kemerosotan moral siswa SMA sederajat," tutur Simamora.
MUI juga menentang tubektomi dan vasektomi jelas Simamora, yaitu program Keluarga Berencana (KB) abadi yang memutus kemampuan reproduksi baik wanita maupun pria, kecuali ada alasan medis yang membahayakan seperti kanker, itupun masih khilafiyah.
Hadir pada Rakerda ini Fauzi Mahbub, Sekretaris MUI Provinsi Kepri, Pengurus MUI Bintan, Utusan MUI seluruh kecamatan di Bintan, Kabagpem Bintan, Luki, Kapolsek Gunungkijang, Koramil Gunungkijang.(cw64)
Sumber : Haluankepri.com
+Bintan+Prihatin+AdanyA+Renteni+-+Ilustrasi+Berita+Islam+Balikpapan.jpg)
0 komentar: