JAKARTA- Sebuah koran Saudi “Makkah” menyatakan tidak ada rencana untuk
menghancurkan makam nabi, tetapi hanya akan dilakukan “isolasi”. Tidak
ada penjelasan terperinci apa yang dimaksud dengan isolasi tersebut.
Dalam sebuah editorial pada hari Rabu, Mowafaq al-Nowaysar - Wakil Pemimpin Redaksi Arab Saudi koran Makkah mengatakan The Independent
"jatuh dalam perangkap kesalahpahaman setelah menerjemahkan" sebuah
artikel Arab yang telah diposting di koran tersebut pada 25 Agustus.
Artikel tersebut menyatakan bahwa rencananya adalah “mengisolasi”, tidak menghancurkan, jelas Nowaysar, yang juga menuduh The Independent mencuri konten dari korannya, seperti dilansir oleh Al Arabiya.
Berbicara kepada Al Arabiya News
pada Rabu, Omar al-Mudhwahi, wartawan Saudi yang menulis laporan surat
kabar Makkah mengatakan: "Jika mereka bersikeras mencuri pekerjaan saya,
setidaknya mereka harus mengizinkan saya untuk menyediakan terjemahan
yang akurat ... Saya akan senang ".
The Independent
melaporkan pada hari Senin bahwa makam Nabi Muhammad di kota suci
Madinah bisa "hancur" dan sisa-sisa Nabi dipindahkan ke kuburan anonim
"Saya
awalnya menulis laporan setelah membaca proposal studi akademik ilmuwan
Saudi Dr Ali bin Abdulaziz al-Shabal dalam publikasi yang diterbitkan
atas nama presidensial dua masjid suci."
![]() |
| Foto Laporan studi akademik (alarabiya) |
Menanggapi tuduhan "pencurian," Deputi Managing Editor The Independent, Will Gore, menyatakan kepada Al Arabiya News pada Rabu bahwa mereka "tidak menyadari adanya laporan Makkah" seminggu sebelumnya.
"Informasi
untuk artikel kami berasal dari akademisi Saudi Dr Irfan al-Alawi, yang
telah membaca secara langsung karya Dr Ali bin Abdulaziz al-Shabal dan
prihatin dengan isinya. Ini merupakan lanjutan dari artikel Independent
sebelumnya selama beberapa tahun terakhir tentang pendekatan pemerintah
Saudi terhadap situs sejarah di Makkah dan Madinah, "kata Gore.
Kelompok
konservatif Wahabi menganggap berziarah ke makam Nabi sebagai tindakan
bid’ah sehingga berbagai upaya dilakukan untuk mencegah Muslim dari
seluruh dunia yang datang ke Madinah berdoa di makam Rasulullah.
Sejauh ini publik belum mendapatkan salinan dari kajian sebanyak 61 lembar yang menjadi dasar laporan koran Makkah atau The Independent sehingga bisa secara langsung perbedaan pandangan kedua media tersebut. (mukafi niam/nuon)

0 komentar: