DAMASKUS - Lebih dari enam ribu pejuang asing tewas dalam
pertempuran di Suriah. Berdasarkan laporan terbaru yang dilansir
Televisi Al Manar sebanyak 55 orang diketahui adalah warga negara
Indonesia.
Stasiun Televisi Al Manar, milik organisasi Hizbullah, mengutip dari
laporan Pusat Studi Eropa menyatakan 40 ribu orang yang mereka sebut
militan asing ikut dalam arus konflik Perang Suriah yang telah
berlangsung lebih dari dua tahun.
Berdasarkan laporan terakhir, sebanyak 6.113 militan asing telah
tewas, walau beberapa sumber mengatakan jauh lebih banyak. Diantara
mereka yang tewas, sebanyak 640 militan diidentifikasi memiliki hubungan
dengan organisasi teroris, Mujahidin e Khalq.
MKO terdaftar sebagai organisasi teroris oleh banyak komunitas
internasional. Kelompok ini juga diketahui melakukan aksi teror di Irak
dan Iran. Awal April lalu, MKO membuka kantor di dekat Gedung Putih
Washington untuk pertama kalinya dalam 11 tahun terakhir.
Kantor MKO yang terletak satu blok dari Gedung Putih setelah secara
resmi Amerika Serikat (AS) menghapus organisasi anti Iran itu dari
daftar organisasi teroris.Dari data tersebut jumlah militan terbanyak
berasal dari Arab Saudi sebanyak 729 orang. Menyusul berikutnya 640
orang dari kelompok MKO, 489 jiwa dari Mesir, dan 439 lainnya dari
Libanon.
Sementara itu, dari negara atau wilayah lain adalah 439 dari
Kaukasus, 301 dari Afghanistan, 263 dari Libya, 261 dari Pakistan, 208
dari Irak, 188 dari Rusia, 167 dari Turki dan 129 dari Yordania.
Termasuk juga, 117 dari Somalia, 109 dari Kuwait, 90 dari Perancis, 67
dari Jerman, 66 dari Inggris, dan 50 dari Tunisia.
Satu hal yang mengejutkan terdapat sebanyak 55 orang yang
teridentifikasi dari Indonesia. Selain itu, 53 dari Aljazair, 52 dari
Yaman, 19 dari Qatar, 45 dari Belgia, 40 dari Uzbekistan, 35 dari
Amerika Serikat, 31 dari Kosovo, 21 dari Azerbaijan, 31 dari Malta.
Al Manar menyebutkan intervensi pejuang asing ke Suriah yang didukung
Barat dan regional, mendapat perhatian serius dari negara-negara
regional. Akan tetapi, sampai berita ini diturunkan Republika belum bisa mengonfirmasi kebenaran data ini.
Sumber: ROL

0 komentar: