Rabu, 17 Juli 2013

Militer Mesir Tepis Isu Perpecahan Intern

KAIRO - Santer diisukan di berbagai media bahwa telah terjadi perpecahan di tubuh militer Mesir terkait revolusi 30 Juni yang berhasil melengserkan Muhammad Morsi dari kursi kepresidenan. Isu ini sengaja dihembuskan oleh kalangan Ikhwanul Muslimin demi menekan semua pihak yang mendukung revolusi 30 Juni yang mereka istilahkan dengan ‘kudeta militer’. Bahkan beberapa waktu lalu Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin mengancam akan membentuk al-Jaisy al-Hurr (militer independen) untuk melawan militer Mesir sebagaimana yang terjadi di Suriah.

Jenderal Ahmad Washfi yang diisukan telah menyempal dari barisan militer Mesir menegaskan bahwa militer Mesir tidak akan pernah terpecah-belah dalam kondisi apapun, karena sama sekali tidak gila kekuasaan dan tujuannya hanya demi kemaslahatan negara. Dia menyatakan bahwa isu-isu terkait perpecahan di tubuh militer pasca pernyataan Letnan Jenderal Abdul Fattah al-Sisi adalah sebuah isu murahan yang sangat memalukan.

“Terus terang saja, saya merasa malu dengan isu-isu tersebut. Pihak yang menebarkan isu-isu tersebut tidak paham tentang militer Mesir. Sejak kecil kami telah dididik bahwa hal terpenting adalah kemaslahatan Mesir. Kami harus menjaga daratan dan lautan Mesir dengan jiwa dan raga kami. Rakyat Mesir adalah Mesir itu sendiri. Isu tentang perpecahan itu sama sekali tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kami,” jelas Jenderal Ahmad Washfi.

Jenderal Ahmad Washfi juga menjelaskan bahwa keputusan militer yang dibacakan oleh Letnan Jenderal al-Sisi merupakan keputusan bersama setelah seluruh panglima di dalam militer bermusyawarah, demi memenuhi tuntutan rakyat Mesir. “Sikap kami netral, dan kami tidak memiliki kecenderungan suku atau ideologi tertentu. Yang penting bagi kami adalah Mesir dan rakyat Mesir,” tambahnya. (almesryoon/sm/mosleminfo/islambalikpapan.com)

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: