![]() |
| Ilustrasi: erau |
Nah, sikap para pelajar SMA ini patut dicontoh. Meski banyak kawula
muda sudah berkiblat pada budaya luar, para pelajar turut melestarikan
budaya luhur bangsa, yakni budaya Adat Dayak Kaltim.
Mereka adalah Rani Safira Ersty Zeritha siswi kelas 3 SMAN 8, Intan
Rezky Putri siswi kelas 3 SMAN 5, Nurdliya Candra Putri siswi kelas 3
SMAN 5, Safira Marissa siswi kelas 3 SMAN 5 dan Irma siswi kelas 2 SMKN
1. Para pelajar tersebut belajar tarian Dayak di bawah bimbingan AW
Studio dan Disporabudpar Balikpapan.
“Saya sangat tertarik belajar tari tradisional, salah satunya tarian
Dayak,” ujar Rani Safira Ersty Zeritha, putri anggota TNI AD yang
bertugas di Kodim 0905 Balikpapan, Pembantu Letnan Satu (Peltu) Sukarji.
Untuk belajar tarian tradisional, Rani mengaku tidak terlalu sulit.
Hanya saja, ada kendala yang dihadapi saat berlatih tarian. Yakni
ruangan latihan yang kurang lebar. “Kalau latihan tari, ruangannya
kurang lebar. Harusnya ruangannya lebar,” ujarnya.
Hal tersebut diakui oleh pembimbing tari, Awi pemilik studio AW. “Kalau
latihan tariannya, mereka tidak ada masalah. Semuanya bisa mencerna dan
melakukan materi tarian. Berlatih tarian memang diperlukan ruangan
yang luas. Kendala lainnya, alat-alat music kami masih kurang, dan
sebagian alat music sudah tua,” ujarnya.
Para pelajar putrid tersebut tampil membawakan tarian Dayak saat
menyambut kedatangan Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jendral TNI Moeldoko di
Makodam VI Mulawarman, beberapa waktu lalu. Ada pula Yahya Ipung
Soleng, sesepuh dan penasehat adat Dayak.(ono/balikpapanpos)

0 komentar: