JAKARTA - Detaemen Khusus Anti Teror 88 menangkap
dua tersangka yang diduga akan menyerang Kedutaan Besar Burma di
Jakarta pada Kamis malam (2/5). Bersama mereka, Densus 88 juga menyita
lima bom rakitan. Demikian keterangan yang dirilis secara resmi oleh
Kepolisian Republik Indonesia kepada media pada Jumat (3/5).
Menurut Brigjen. Boy Rafli Amar, pihak
kepolisian pada Kamis mendapat laporan akan adanya penyerangan terhadap
gedung Kedubes Burma dan rumah kediaman Dubes Burma di Jakarta. Tak
ingin menghadapi resiko kecolongan, mereka lantas meluncurkan satu regu
pasukan Densus 88 untuk mengejar orang-orang yang dicuriga. Hasilnya,
dua kemudian pria ditangkap di Jakarta Pusat, saat mengendarai sepeda
motor pada Kamis menjelang tengah malam.
Usai diinterogasi, mereka mengarahkan
polisi ke sebuah rumah kontrakan tempat ditemukannya bahan-bahan
peledak. Dalam penggeledahan itu, ikut dibawa juga seorang perempuan
dan bayinya.
Sementara itu, menurut juru bicara
kepolisian tersebut, kedua pria tersebut diidentifikasi sebagai Zainal
Abidin (38) dan Julisman (28). Mereka merupakan bagian dari sel yang
diduga terlibat dalam beberapa penyerangan baru-baru ini terhadap aparat
kepolisian.
“Mereka memiliki jaringan dengan terorisme dari bukti yang kami sita,” ujar Boy.
Usai penangkapan tersebut, gedung
Kedutaan Besar Burma di Jakarta dan rumah Duta Besarnya dijaga oleh
puluhan polisi berseragam maupun berpakaian preman. Bertruk-truk petugas
juga ditempatkan di gedung-gedung dan hotel-hotel terdekat. Penjagaan
itu untuk mengantisipasi ancaman penyerangan yang didapat pihak
kepolisian dari para tersangka yang tertangkap.Rupanya mereka akan
melakukan aksi balasan terkait aksi kekerasan yang diderita oleh Muslim
Rohingya di Burma.
Aksi kekerasan sektarian di Burma telah
menewaskan puluhan orang, (bahkan menurut keterangan sejumlah lembaga
kemanusian jumlahnya mencapai angka ribuan). Akibatnya ribuan Muslim
terpaksa mengungsi ke berbagai negara termasuk ke Indonesia. (hj/Islam
Indonesia/AP)foto:voaindonesia.com

0 komentar: