BALIKPAPAN - Alkhamdulillah, pelaksanaan tabligh akbar (05/13) Di
halaman masjid Tarbiyah berjalan lancar, acara yang dimulai pukul 08.15
itu dihadiri lebih dari 500 warga Muhammadiyah dan simpatisan. Acara
Tabligh mengusung tema “Menjadikan Masjid Sebagai Pusat Pencerahan Umat”.
Walikota Balikpapan Bp. Rizal Efendi, SE dalam sambutannya
mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh Muhammadiyah selama ini yang
terus berusaha melakukan pencerahan terhadap umat melalui amal usahanya
yang manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat, beliau juga menghimbau
kepada mubaligh Muhammadiyah untuk melaksanakan dakwah dengan
cara-cara yang arif dan menyejukkan, jangan sampai ditunggangi oleh
kepentingan partai politik tertentu yang bisa merusak citra dakwah. Pak
wali juga mengingatkan agar supaya warga hati-hati dengan banyaknya
paham agama saat ini yang kadang-kadang membingungkan umat. Lain halnya
dengan Muhammadiyah yang dari dulu memang diakui di negeri ini.
Selanjutnya KH. Rusdiman, M.Pd.I - ketua PDM Balikpapan – dalam
sambutannya mengingatkan kepada jamaah agar menyadari bahwa hidup di
dunia ini sementara dan pasti diakhirat akan ditanya atas apa yang
pernah dilakukan oleh karenanya mumpung Allah masih memberikan
kesempatan hidup di dunia perbanyaklah amal shalih sebagai bekal kelak
di akhirat, ujarnya. Setelah memberikan sambutan beliau melakukan
pemotongan pita sebagai tanda bahwa Rumah Sehat yang digagas Pemuda
Muhammadiyah dan LAZISMU telah resmi dibuka. Acara semakin seru ketika
Bp. Ir. Hariyono –konsultan pembangunan Masjid Tarbiyah- selama 1 jam
mempresentasikan pembangunan masjid, jamaah yang hadir saling berlomba
menginfakkan hartanya untuk pembangunan masjid sehingga terkumpul dana
sebesar Rp. 205.000.000,-.
Acara Tabligh di akhiri dengan tausyiyah yang disampaikan oleh Ustadz
H. Salim Said Basawad (dari PDM Jombang-JATIM). Terlihat jamaah khusu’
mendengarkan mauidhah hasanah yang disampaikan oleh beliau.
Diantara pesan moral yang disampaikan oleh ustadz Salim adalah agar
supaya warga Muhammadiyah lebih memaksimalkan fungsi masjid yang bukan
saja sebagai tempat pelaksanaan Shalat fardhu lima waktu akan tetapi
masjid hendaklah dijadikan sebagai pusat pencerahan umat dengan berbagai
macam kegiatan yang bermanfaat lainnya seperti halnya bakti sosial dan
bahkan diperbolehkan sebagai tempat latihan beladiri –Tapak Suci- karena
pada zaman Nabi Muhammad SAW masjid juga pernah dijadikan sebagai
tempat latihan perang. “acara ini bisa terlaksana dengan baik atas ijin Allah, dan berkat kerjasama antar sesama panitia”. Ujar Sumari, Sp.d –ketua panitia Tabligh.(PT13)
Sumber: balikpapan-kota.muhammadiyah.or.id

0 komentar: