PENAJAM – Masjid adalah tempat ibadah, jadi harus
dipandang sebagai sarana untuk melakukan perbuatan yang mengandung amal
kebaikan dalam meningkatkan kehidupan sosial. Demikian dikatakan Bupati
Penajam Paser Utara (PPU) H Andi Harahap saat meresmikan Masjid Al
Kautsar di Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, belum lama ini.
Bupati melanjutkan, bahwa masjid adalah tempat beribadah bagi umat
muslim, karena itu pandangan menyatakan bahwa masjid hanyalah tempat
melaksanakan salat, ataupun pengajian, hal itu memang itu tujuan dari
mesjid. Namun apabila melihat secara luas, esensi keberadaan masjid
pasti akan banyak tergali fungsi yang bisa dimanfaatkan masyarakat dalam
melakukan amal kebaikan.
Fungsionalisasi masjid tidak hanya dapat dilihat dari intensitas
penggunaan masjid bagi pelaksanaan ibadah, akan tetapi, fungsi masjid
dalam konteks pemberdayaan jamaah dalam rangka menjawab persoalan umat
merupakan faktor penting dalam peranan masjid.
Masjid harus mampu dijadikan sarana untuk menggali berbagai potensi
yang dimiliki umat. Selain itu, harus dapat dimanfaatkan membahas
berbagai persoalan umat, sehingga melalui masjid akan mampu melahirkan
berbagai pemikiran, konsepsi, maupun langkah konkrit dalaim mengatasi
berbagai persoalan yang dihadapi umat Islam.
Bupati mengajak seluruh umat muslim untuk memakmurkan masjid, bukan
hanya dengan kegiatan ibadah tetapi juga dengan kegiatan untuk membina
dan mengatasi berbagai permasalahan umat.
“Jadikanlah rumah Allah ini, tempat untuk memupuk rasa persaudaraan,
kesatuan dan persatuan umat Islam, masjid harus dihiasi dengan berbagai
aktivitas yang menumbuhkan pahala dan amal, serta upaya meningkatkan
kepedulian sosial,” pesan Bupati sebelum memantau pembangunan masjid.
Ketua panitia Sudjaelan Thoyyib mengatakan, pembangunan mesjid Al
Kautsar dimulai 4 Maret 2011 lalu, diatas tanah wakaf dengan luas tanah
5.000 meter persegi, bantuan dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia
(DDII) Rp 350 juta, serta bantuan dariBbupati PPU H Andi Harahap,
Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak dan Kanwil Kementerian Agama
Kaltim.
Sampai saat ini pembangunan masjid tersebut sudah menghabiskan dana Rp
1,1 miliar. Acara dilanjutkan ceramah agama oleh Ketua DDII Pusat KH
Syuhada Bahri Lc. Hadir sejumlah pejabat pemkab dan Muspika Sepaku. (hms7/ind)
http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/15814/masjid-bukan-sekedar-tempat-salat.html