BALIKPAPAN- Aspirasi dan kritikan mahasiswa untuk perbaikan pelayanan
publik di Balikpapan sangat diharapkan seperti melakukan kritikan
terhadap buruknya pelayanan PLN yang sering terjadi pemadaman.
“Orientasi mahasiswa di Balikpapan saat ini hanya bekerja dan kurang
peka terhadap isu pelayanan publik. Hanya segelintir mahasiswa saja yang
peduli untuk menyuarakan aspirasi rakyat,”sindir Wawan Sanjaya, Mantan
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Balikpapan (Uniba).
Wawan panggilan akrab Wawan Sanjaya menilai, saat ini gerakan mahasiswa
Balikpapan kurang begitu aktif untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Ia
mengaku, mahasiswa Balikpapan tidak kritis seperti mahasiswa yang ada
di daerah lain. Tipe mahasiswa Balikpapan berbeda dengan mahasiswa yang
ada di luar daerah seperti mahasiswa yang ada di pulau Jawa. “Sebenarnya
fungsi mahasiswa sebagai agen of change atau agen perubahan,” kata
Wawan kepada Balikpapan Pos kemarin.
Menurut Wawan, kepribadian mahasiswa di Balikpapan cenderung pragmatis
ketimbang memperjuangkan aspirasi rakyak sehingga mahasiswa tersebut
mudah terjebak bahkan menjual idealismenya kepada partai politik
(Parpol) untuk kepentingan-kepentingan pribadinya. “Mahasiswa Balikpapan
yang kritis minoritas tapi tetap ada karena tuntutan kerja di
Balikpapan lebih terbuka,”tandas Wawan.
Untuk itu, Wawan berharap kepada mahasiswa Balikpapan agar
mengoptimalkan fungsi agen of change dalam menyuarakan aspirasi rakyat.
“Mahasiswa Balikpapan harus peduli terhadap permasalahan-permasalahan
yang ada di Balikpapan. Seperti anak yang memberikan masukan kepada
orang tua,”harapnya.(bp-14)
http://www.balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=90346