Selasa, 19 Maret 2013

Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UNIBA Gelar Pelatihan Keorganisasian

BALIKPAPAN - Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Balikpapan (Uniba) Sabtu (16/3) lalu, menggelar kegiatan pelatihan keorgansasian kemahasiswaan (PKK) di Gedung Serba Guna Uniba.

Acara tersebut nampak dihadiri sekira 100 undangan dari seluruh unit kegiatan mahasiswa (UKM) Uniba. Antara lain, Badan Eksekutif  Mahasiswa (BEM), Seni Musik (Semu), Cinta Islam (CIS), Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dan juga himpunan-himpunan semua fakultas di Uniba. “Alhamdulillah peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini,” tutur Ketua MPM Uniba Yudi Hadisaputro yang akrab disapa Didik.

Didik menjelaskan, acara ini bertujuan untuk membangun integritas kepribadian mahasiswa, perluasan wawasan, peningkatan kecendikiawan, serta pengabdian kepada masyarakat.  Membina, mengembangkan, dan menyalurkan kegemaran maupun potensi mahasiswa ini, lanjut Didik, dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan Uniba. “Tidak ada satu pun organisasi yang tidak memiliki suatu tujuan. Tujuan itu mutlak yang harus dimiliki oleh sebuah organisasi,” tambah Didik.

Acara pelatihan ini mengusung tema “Meningkatkan Pemahaman Dan Pentingnya Berorganisasi Kepada Mahasiswa Sebagai Kader Agent of Change”. Menurut Didik, tema ini mengartikan bahwa  kawan-kawan UKM Uniba siap bersaing dengan UKM di kampus lain untuk memajukan dan mempopulerkan Uniba di seluruh masyarakat. “Apalagi Uniba sekarang fakultas hukumnya berakreditasi B,” akunya.

Didik memaparkan, yang terpenting di dalam suatu organisasi dalam kegiatan mahasiswa adalah dapat  menjalankan fungsi-fungsi keorganisasiannya dengan tersusun dan terstruktur . “Dalam organisasi itu, mahasiswa diminta untuk memikirkan persoalan-persoalan yang bersifat sosial segaligus mengkritisi kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah,” tandas Didik.

Lebih jauh Didik menambahkan, pelatihan ini diisi beberapa materi . Di antaranya,  mengenai pengantar organisasi, teknik pembuatan surat dan proposal, cara membuata laporan pertanggung jawaban (LPJ) serta dasar-dasar teknik bersidang. “Teknik pembuatan LPJ hampir sama dengan proposal, hanya saja berisi data-data dari hasil kegiatan yang dilakukan setelah pengajuan proposal,” jelasnya.

Adanya kegiatan ini, Diidk berharap para peserta pelatihan khsusnya semua UKM Uniba dapat mengimplementasikan apa yang didapatnya melalui pelatihan ini. “Jadi dilakukannya kegiatan pelatihan ini supaya UKM-UKM dan himpunan mahasiswa di Uniba dapat memahami bahwa pentingnya sebuah organisasi di lingkungan kampus Uniba. Selain itu, mereka dapat saling bersinergi dan bekerja sama untuk memajukan kampus Uniba ini,” pungkas Didik.(bp-14)

http://www.balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=89617

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.