BALIKPAPAN - Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas
Balikpapan (Uniba) Sabtu (16/3) lalu, menggelar kegiatan pelatihan
keorgansasian kemahasiswaan (PKK) di Gedung Serba Guna Uniba.
Acara tersebut nampak dihadiri sekira 100 undangan dari seluruh unit
kegiatan mahasiswa (UKM) Uniba. Antara lain, Badan Eksekutif Mahasiswa
(BEM), Seni Musik (Semu), Cinta Islam (CIS), Mahasiswa Pecinta Alam
(Mapala) dan juga himpunan-himpunan semua fakultas di Uniba.
“Alhamdulillah peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini,” tutur
Ketua MPM Uniba Yudi Hadisaputro yang akrab disapa Didik.
Didik menjelaskan, acara ini bertujuan untuk membangun integritas
kepribadian mahasiswa, perluasan wawasan, peningkatan kecendikiawan,
serta pengabdian kepada masyarakat. Membina, mengembangkan, dan
menyalurkan kegemaran maupun potensi mahasiswa ini, lanjut Didik, dalam
rangka meningkatkan kualitas lulusan Uniba. “Tidak ada satu pun
organisasi yang tidak memiliki suatu tujuan. Tujuan itu mutlak yang
harus dimiliki oleh sebuah organisasi,” tambah Didik.
Acara pelatihan ini mengusung tema “Meningkatkan Pemahaman Dan
Pentingnya Berorganisasi Kepada Mahasiswa Sebagai Kader Agent of
Change”. Menurut Didik, tema ini mengartikan bahwa kawan-kawan UKM
Uniba siap bersaing dengan UKM di kampus lain untuk memajukan dan
mempopulerkan Uniba di seluruh masyarakat. “Apalagi Uniba sekarang
fakultas hukumnya berakreditasi B,” akunya.
Didik memaparkan, yang terpenting di dalam suatu organisasi dalam
kegiatan mahasiswa adalah dapat menjalankan fungsi-fungsi
keorganisasiannya dengan tersusun dan terstruktur . “Dalam organisasi
itu, mahasiswa diminta untuk memikirkan persoalan-persoalan yang
bersifat sosial segaligus mengkritisi kebijakan-kebijakan yang dianggap
tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah,” tandas Didik.
Lebih jauh Didik menambahkan, pelatihan ini diisi beberapa materi . Di
antaranya, mengenai pengantar organisasi, teknik pembuatan surat dan
proposal, cara membuata laporan pertanggung jawaban (LPJ) serta
dasar-dasar teknik bersidang. “Teknik pembuatan LPJ hampir sama dengan
proposal, hanya saja berisi data-data dari hasil kegiatan yang dilakukan
setelah pengajuan proposal,” jelasnya.
Adanya kegiatan ini, Diidk berharap para peserta pelatihan khsusnya
semua UKM Uniba dapat mengimplementasikan apa yang didapatnya melalui
pelatihan ini. “Jadi dilakukannya kegiatan pelatihan ini supaya UKM-UKM
dan himpunan mahasiswa di Uniba dapat memahami bahwa pentingnya sebuah
organisasi di lingkungan kampus Uniba. Selain itu, mereka dapat saling
bersinergi dan bekerja sama untuk memajukan kampus Uniba ini,” pungkas
Didik.(bp-14)
http://www.balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=89617