Selasa, 25 September 2012

NU Sudah Berkembang di Kalimantan Timur Sejak Tahun 1933


Sejak didirikan tahun 1926, jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) terus disebarluaskan para ulama melalui jaringan pesantren Nusantara yang sudah terjalin sejak berpuluh-puluh tahun. 

Menurut Choirul Anam dalam bukuPertumbuhan dan Perkembangan NU, jauh sebelum NU lahir dalam bentuk jam’iyyah, ia terlebih dahulu ada dan berwujud jama’ah yang terikat kuat oleh aktivitas sosial keagamaan yang mempunyai karakter.  

Setelah tujuh tahun berdiri, 1933, NU sudah berkembang di Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Berau, sebelah utara Samarinda. 

Menurut Ketua PWNU Kalimantan Timur, KH Muhammad Arsyad, NU di Kalimantan Timur dibawa dari Banjarmasin, oleh dzuriyah keempat Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Ia adalah mufti kerajaan Gunung Tabur di Brau. 

Arsyad mengakui NU mandeg pada masa-masa Orde Baru karena ada tekanan luar biasa dari pemerintah waktu itu sehingga orang tidak berani mengaku NU.

“Selama Orde Baru kan tidak ada pegawai yang berani menampakkan NU-nya, dan tidak ada pengusaha, aghniya yang berani terang-terangan mengaku NU karena itu kan berarti mengalami satu kesulitan,” ujarnya.

Lima belas tahun terakhir, di Kalimantan Timur, NU berkembang pesat. Program utamanya adalah dakwah dan konsolidasi organisasi ke daerah-daerah.

“Lima belas tahun terakhir, cabang-cabang NU sudah terbentuk semua di seluruh kabupaten secara periodik. Dan sepuluh tahun terakhir sudah sampai ke tingkat kecamatan,” tambahnya. (NUonline)

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.