Rabu, 29 Agustus 2012

Aliran Sesat Ahmadiyah Masuk Bengkali : MUI Desak Pemerintah Tanggap

ISLAMBALIKPAPAN.COM - Aliran sesat Ahmadiyah disinyalir telah masuk ke Pulau Bengkalis. MUI setempat mendesak pemerintah serius mengambil langkah penanganan.

Riauterkini-BENGKALIS- Adanya dugaan aliran Ahmadiyah marak diajarkan di Pulau Bengkalis. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis meminta kepada pemerintah, untuk segera mengambil tindakan dan menanggapinya dengan serius.

Dikhawatirkan, adanya kabar bahwa diduga aliran Ahmadiyah telah diajarkan di Pulau Bengkalis atau wilayah Kabupaten Bengkalis. Sudah mulai meresahkan masyarakat khususnya ummat Islam akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

MUI Kabupaten Bengkalis juga menghimbau khususnya kepada ummat Islam di wilayah Kabupaten Bengkalis, tidak ceroboh dan harus tunduk pada prosedur hukum yang berlaku jika benar terbukti adanya aliran yang menyesatkan ajaran Islam itu sudah di ajarkan ataupun sudah ada penganutnya.

“Kita meminta agar pemerintah atau instansi yang terkait menyikapi dengan serius dan tidak main-main terhadap dugaan aliran Ahmadiyah ini. Karena sudah mulai meresahkan masyarakat kita,” tegas Ketua MUI Kabupaten Bengkalis Masdarudin, saat berbincang dengan riauterkini.com, Senin (27/8/12) petang.

“Kita juga menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak gegabah menyikapi diduga aliran yang diajarkan tersebut. Jikapun terbukti benar, masyarakat harus tetap mematuhi prosedur hukum dan aturan yang berlaku. Atau tidak main hakim sendiri,” himbaunya.

Lebih lanjut disampaikan Masdarudin, adanya dugaan aliran Ahmadiyah sedang marak diajarkan ini, pihaknya juga mengaku sudah memperoleh informasi tersebut. Menurutnya, dugaan aliran Ahmadiyah ini tidak bisa dianggap “enteng” dan harus disikapi serius meskipun sampai sekarang belum ada bukti yang kuat keberadaan aliran tersebut.

“Informasi dugaan aliran itu sudah kita dapatkan, khususnya di wilayah Kecamatan Bantan. Munculnya dugaan ini kita menilai tidak main-main, masyarakat sudah mulai resah karena dinilai menyesatkan ummat Islam meskipun belum ada bukti kuat adanya aliran ini. Kita sudah kirimkan tim untuk menyelidiki dugaan tersebut,” kata Masdarudin lagi.

Sambung Masdarudin, dibenak masyarakat muncul pertanyaan, jika tidak melenceng dari ajaran Islam mengapa aktifitas seperti pengajian dan lain sebagainya dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan terkesan ditutup-tutupi dan lebih baik dilakukan di tempat-tempat terbuka seperti Masjid. Nah, inilah yang menjadi pemicu kecurigaan masyarakat terhadap adanya aliran tersebut.

“Ini yang muncul di masyarakat. Pengajian yang sesuai dengan Alqur’an dan Assunah tidak seharusnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan diam-diam, sehingga muncul kecurigaan masyarakat bahkan ajaran itu “sesat” menurut pandangan Islam,” terangnya.

MUI Kabupaten Bengkalis juga meminta, agar tidak muncul kecurigaan di tengah-tengah masyarakat dengan adanya pengajian itu. Setiap aktifitasnya harus dilakukan secara lebih terbuka dan transparan tidak dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

“Agar tidak muncul lagi kecurigaan, kelompok tersebut harus melakukan pengajiannya lebih terbuka dan transparan kepada masyarakat,” pintanya lagi.***(dik/Riau)

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: