Jumat, 13 Juli 2012

Waspadai Iming-Iming Berangkat Haji Cepat

MADINATULIMAN.COM - Timpangnya jumlah kuota dengan jumlah daftar tunggu berangkat haji kerap dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab. Misalnya, dengan menawarkan paket haji tanpa perlu antre panjang hingga beberapa tahun. Kepala Kementerian Agama Balikpapan Saifi menegaskan agar masyarakat berhati-hati. “Banyak sekali modus seperti itu.

Tapi masyarakat harus tahu, bahwa kuota haji itu ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi. Dan itu sudah dikelola oleh kementerian agama dan sebagian kecil saja yang dikelola oleh swasta. Jadi kalau ada yang menawarkan haji berangkat cepat, pastikan dulu dengan baik sumbernya. Kalau perlu konsultasikan dengan kementerian agama,” imbaunya. Kalau pun benar bisa sampai di Makkah, jika ternyata tidak terdaftar secara resmi, maka keberadaan mereka tidak dijamin oleh pemerintah setempat.

Tidak ada makanan dan tempat tinggal untuk mereka di sana,” tandasnya. Ditambahkan, jika di suatu kota ada calon jamaah yang batal berangkat, maka akan dikumpulkan dalam satu provinsi. Setelah itu dari provinsi dikumpulkan lagi di kementerian agama pusat. Dari situ diketahui jumlah batal berangkat secara total. Sebagai gantinya, kementerian pusat akan memilih lanjut usia (lansia) sebagai prioritas.

Yakni yang berumur 70 sampai 84 tahun. “Tahun lalu misalnya, di Balikpapan tidak ada yang batal berangkat. Tapi di Indonesia ada sekira 150 yang batal berangkat. Dari situ 18 orang lansia di Balikpapan terpilih untuk diprioritaskan. Jadi jumlah yang berangkat di Balikpapan ada 524 ,” pungkas Saifi.

MASIH DATA LAMA

Antrean haji di Balikpapan dan di seluruh Indonesia yang ditetapkan kementerian agama adalah per-1000 muslimin, hanya satu orang saja yang berangkat setiap tahunnya. Di Balikpapan, diketahui, kuota keberangkatan jamaah haji per tahunnya adalah 496 jamaah. “Itu mengacu pada sensus beberapa tahun lalu. Jika mengacu pada sensus tahun 2010, seharusnya kuota untuk Balikpapan adalah sekitar 530 orang. Tapi untuk saat ini memang belum diperbarui,” ungkap Saifi, Kepala Kementerian Agama Balikpapan.

Disebutkan, kuota tersebut dipengaruhi kebijakan pemerintah Arab Saudi. “Jadi saat ini kementerian pusat, tengah mengupayakan penambahan kuota. Mereka sedang mengusulkan tambahan kuota 30 ribu jamaah haji se-Indonesia,” tambah Saifi. Jika permintaan tersebut dikabulkan, otomatis kuota di setiap daerah akan ditingkatkan.

Diwartakan, saat ini, daftar tunggu berangkat haji di Balikpapan sebanyak 6.300 orang. Sebanyak 300 orang di antaranya adalah pendaftar untuk keberangkatan tahun 2024. “Jadi untuk tahun 2024 tersisa 196 orang lagi. Setelah kuota tersebut terpenuhi, maka akan langsung kita buka pendaftaran untuk keberangkatan tahun 2025,” sambungnya. Total daftar tunggu keberangkatan haji di Indonesia adalah 221.000 jamaah.

Dari situ, 10 ribu di antaranya dikelola oleh swasta dengan program haji plus. Di Kaltim sendiri, Balikpapan menempati urutan ketiga penerima kuota haji terbanyak setelah Samarinda dan Kukar. “Untuk jumlah kuota di setiap daerah, itu daerahnya sendiri-sendiri yang tahu,” timpalnya.(*/rsh/adm/k2)


SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: