Minggu, 08 Juli 2012

Tiang Jembatan Sungai Ampal Ambrol Karena Pondasi Tergerus Banjir

MADINATULIMAN.COM - Jembatan Sungai Ampal yang  menghubungkan Gunung Guntur dan Balikpapan Baru yang terletak di RT 43 Kelurahan Sumber Rejo, dinihari tadi sekitar pukul 00.15 Wita ditutup total.  Sebab, tiang jembatan yang mengadopsi miniatur jembatan San Fransisco itu, kondisinya miring dan terancam ambruk. Tiang bagian arah Mal Balikpapan Baru miring lantaran pondasinya ambrol tergerus banjir.

Untuk menghindari tiang ambruk, pihak Balikpapan Baru mengerahkan teknisinya untuk melakukan tindakan. Yakni tiang jembatan serta besi-besi lengkung variasi jembatan, dipotong. Pemotongan dibantu mobil tangga gerak milik Dinas Kebersihan Pertamanan Pemakaman (DKPP) Balikpapan,  mobil derek milik Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan dan satu unit mobil Pemadam Kebakaran.  Dua mobil  Satlantas Polres Balikpapan juga diturunkan untuk membokir jembatan. 

Kepala Dishub Balikpapan Soeseno tampak memantau pemotongan besi jembatan tersebut. “Saya dapat informasi sekitar jam 11 malam tadi. Saya dapat telepon dari polisi lantas Polres yang mengatakan   jembatan miring. Setelah kami cek ternyata benar,” kata Soeseno kepada Balikpapan Pos pukul 02.00 Wita, malam tadi.

Bagaimana kondisi jembatan? Soeseno menjawab bahwa, tiang jembatan yang dibangun pengembang Balikpapan Baru hanyalah asesoris untuk mempercantik jembatan. Sehingga tidak mempengaruhi kondisi jembatan. “Jembatan masih bisa dilewati. Setelah besinya dipotong, besok (hari ini, Red), akan dibuka lagi. Tiang  jembatan ini bukan penguat jembatan, hanya hiasan saja. Jembatan dibangun oleh Pemkot, kalau besi asesorisnya dibangun oleh Balikpapan Baru,” imbuh Soeseno.

Namun demikian, ujar Soeseno, kondisi jembatan, selanjutnya akan dikaji secara teknis oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) apakah masih layak atau tidak. “Kami bertugas memotong tiang ini saja agar tidak ambruk. Selanjutnya kondisi jembatan akan dikaji secara teknis oleh PU. Untuk sementara kondisi jembatan di bagian bawah belum diketahui,” tambahnya.  

Dari kajian PU, imbuh Soeseno,  kemungkinan jembatan akan dibongkar habis dan dibangun yang baru apabila dinyatakan sudah tidak layak lagi.  Sebaliknya, kalau masih layak,  jembatan tetap dibuka seperti hari-hari biasa.  Dari pantauan Balikpapan Pos, dua petugas tukang las sedang memotong besi asesoris jembatan. Sampai berita ini diturunkan, pukul 02.30 Wita dini hari tadi, pemotongan belum selesai.

Keterangan dari warga setempat, selain terkena gerusan banjir, ambrolnya pondasi jembatan diperkirakan akibat sering dilewati kendaraan ditambah getaran tiang pancang pembangunan pasar segar. “Pemancangan pasar segar, getarannya terasa. Bahkan rumah-rumah warga ikut kena getaran,” kata seorang warga.(ono/bp-7)

Sumber ; Balikpapan Pos

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: