MADINATULIMAN.COM (Indramayu) - Menteri Aga - ma (Menag) Suryadharma Ali mengajak lembaga pen di dik - an Islam seperti pesantren ikut mengembangkan pertanian, sehingga berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional Menurut dia, pada per kem - bangannya pesantren tak ha - nya berperan dalam lingkup keagamaan, tapi perlu ikut ber - kontribusi memperkuat ke ta - hanan pangan nasional melalui studi penelitian dan budi daya pertanian.
Langkah tersebut penting di tengah makin me nyusutnya hasil pertanian aki bat peng a - lihan lahan untuk industri dan pembangunan. “Keterlibatan lembaga pe - san tren di sektor pertanian patut diapresiasi,” ungkap Me - nag saat memanen padi hasil penelitian Pondok Pesantren Al Zaytun di Indramayu kemarin.
Ketua Umum DPP PPP itu menjelaskan, Indonesia me mi - liki tenaga kerja dan lahan yang cukup luas untuk per-ta ni - an, tapi kenyataannya hingga kini sejumlah kebutuhan po - kok seperti beras dan kedelai masih diimpor dari luar negeri. Bahkan, sekitar 90% ke bu - tuh an kedelai dan terigu di - impor dari luar negeri. Kondisi ter se but dianggap bertolak bel a kang dengan potensi yang ada di dalam negeri.
“Ini sangat iro nis. Kita punya lahan me lim - pah, tapi semuanya diimpor dari luar,” ujarnya. Karena itu, Menag me ne - kankan kepada lembaga pe - santren yang sebagian besar berada di wilayah pedesaan untuk turut mengembangkan budi daya pertanian dengan memanfaatkan lahan kosong, agar produktivitas hasil per ta - nian semakin meningkat, se - hingga terlepas dari ke be r - gantungan terhadap negara lain. ●andi setiawan
Sumber : Seputar-indonesia.com

0 komentar: