Jumat, 13 Juli 2012

Jama'ah Tare­kat Naqsabandiyah Padang Menetapkan Awal Ramadhan 18 Juli 2012

MADINATULIMAN.COM (Padang) - Jamaah tare­kat Naqsabandiyah menetap­kan ibadah puasa pada 18 Ju­li, dua hari lebih dulu dari Mu­hammadiyah. Penetapan itu didasarkan pada metode ruk­yat, yaitu melihat hilal (bu­lan sabit) dan hisab dan ju­ga berpedoman kepada dalil.

“Jadi, Selasa (17/7) ma­lam depan kami telah menu­naikan Shalat Tarawih,” kata Zahar, us­tadz yang dituakan oleh jamaah Naqsabandiyah, ketika ditemui di Surau Baru, kemarin (11/7).

Dia mengatakan, Shalat Tarawih dan witir dikerjakan 23 rakaat dengan 12 salam. Rinciannya, 20 rakaat Shalat Tarawih dan tiga rakaat Sha­lat Witir. Jumlah shalat sunat di Bulan Ramadhan ini, 360 rakaat. “Jumlah shalat tersebut, juga faedah dari puasa pada zaman Nabi Nuh, kare­na zaman Nabi Nuh puasanya satu tahun,” ujarnya.

Keponakan Syekh Thaib, ustadz Syafri Malin Mudo men­­jelaskan, un­­tuk menen­tu­kan masuk­nya Ramadhan, perhitungan rukyat dimulai pa­da malam ke dela­pan di bu­lan Sya’ban.

Saat itu, bentuk bulan ha­nya separuh di atas ubun-ubun di wak­tu magrib. Kemudian, di ma­lam ke 15 Sya’ban, bentuk bulan di atas ubun-ubun pada pukul 00.00, terlihat seperti bulan purnama.

Setelah itu, pada malam ke-22 di bulan Sya’ban. Bentuk bu­lan di waktu subuh hanya ter­lihat separuh, dan berada di atas ubun-ubun. Dengan per­hitung­an tersebut, sebut Sya­fri, ditetap­kan Ramadhan pada 18 juli.

“Bahkan, hal itu diperjelas dalam Surat Al-Fajr ayat 1 sampai ayat 5, dan surat Ya­seen ayat 39,” kata kakek beru­sia 72 tahun itu ketika ditemui Padang Ekspres di Mushalla Baitulma’mur, Pauh. (rdi)


SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: