MADINATULIMAN.COM - Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengimbau masyarakat khususnya umat Islam untuk menggalakkan membaca Al Quran (pengajian) terutama di meunasah (mushala) di kampung-kampung (desa) di provinsi itu.
"Tiada hari tanpa membaca, mempelajari kandungan dan mengamalkan Al Quran sebagai motto hidup masyarakat Aceh," katanya pada kegiatan Haflah Al Quran di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Sabtu malam.
Gubernur Aceh yang dilantik pada 25 Juni 2012 itu menyampaikan seruannya di hadapan ribuan umat Muslim yang memadati kompleks masjid kebanggaan masyarakat di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.
Sebagai umat Islam, kata dia menambahkan, harus benar-benar menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup dalam berbagai aktivitas, termasuk dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Karenanya, syukuran sebagai awal dari kepemimpinan kami (gubernur Zaini Abdullah dan wakil gubernur Muzakir Manaf) digelar dengan Haflah Al Quran," katanya menambahkan.
Zaini Abdullah juga menegaskan bahwa mengawali pemerintahannya dengan Haflah Al Quran sebagai salah satu upaya Pemerintah Aceh kedepan komitmen terhadap pelaksanaan Syariat Islam.
Ia juga mengatakan bahwa proses demokrasi di Aceh telah dilalui dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 9 April 2012 yang berjalan sesuai proses demokrasi.
Pada malam Haflah Al Quran itu, ikut menampilkan hafizd tingkat internasional dari Mesir yakni Syeich Taha Muhammad Noa,an Husein, selain asal Aceh yaitu Hj Nazirah Hasan, H Hamli Yunus dan Ahmad Muhajjir.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRA Amir Helmi mengatakan dengan mengimplementasikan isi kandungan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari maka umat Islam khususnya di daerah Serambi Mekah diyakini akan sejahtera dan makmur.
"Masyarakat Aceh yang mayoritas adalah pemeluk muslim, harus meyakini bahwa dengan mengamalkan Al Quran maka kesejahteraan dan kemakmuran akan mudah terwujud," katanya menambahkan. [003-antara]
Sumber : Theglobejournal.com

0 komentar: