BERITA ISLAM INDONESIA (Makassar) - Indonesia membutuhkan sekitar 20 ribu tenaga perbankan syariah yang diharapkan dapat dicetak dari perguruan tinggi nasional.
Kepala Departemen Perbankan Syariah BI Edy Setiadi di Makassar, Sulaesi Selatan, Selasa (26/6), menjelaskan hal tersebut.
Karena itu, memetakan dan mengedukasi sumber daya manusia agar memiliki keahlian dalam keuangan dan perbankan syariah menjadi salah satu manfaat yang diharapkan dari penyelenggaraan Forum Riset Perbankan Syariah (FRPS) 2012.
Selain itu, forum juga diharapkan dapat memberikan memberikan ide dan rekomendasi segar dalam program pengembangan industri perbankan syariah nasional.
Media komunikasi dan berbagi ilmu pengetahuan akademisi dan lembaga riset untuk ikut serta dalam pengembangan industri perbankan syariah nasional.
Forum juga menjadi parameter untuk mengukur kedalaman pengetahuan dan keahlian para akademisi dan lembaga riset dalam melakukan riset-riset perbankan syariah.
BI berkomitmen untuk meneruskan pelaksanaan FRPS secara berkesinambungan dan berupaya meningkatkan kualitas hasil dan efektivitas penyelenggaraan.
Partisipasi dalam forum juga dilakukan karena setiap kebijakan yang dilakukan BI selalu dilandasi oleh hasil riset dan penelitian.
Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia Abbas Gazali menjelaskan FRPS 2012 merupakan inisiasi dari Departemen Perbankan Syariah BI untuk mengakomodasi kegiatan penelitian di lingkungan perbankan syariah.
Pada penyelenggaraan forum kali ini, terdapat 148 hasil makalah penelitian yang masuk atau meningkat dua kali lipat dibandingkan penyelenggaraan forum sebelumnya.
Hasil seleksi awal dari 148 makalah tersebut, 105 di antaranya dinilai memenuhi persyaratan. Dari 105 tersebut dipilih menjadi 12 terbaik, 6 di antaranya kategori pemula dan 6 madya.
Dari 12 hasil penelitian akan dipilih 6 pemenang, masing-masing 3 dari kategori pemula dan 3 kategori madya. (Ant/OL-5)
Sumber : Mediaindonesia.com

0 komentar: