Warga di RT 24 Klandasan Ulu
Balikpapan Kota mendadak dibikin heboh dengan sosok seorang perempuan di
lantai III Masjid Agung At Taqwa. Bahkan rumor yang beredar sang wanita
sempat berbuat asusila dengan salah seorang petugas keamanan di masjid
tersebut, Sabtu (16/5) malam.
"Ada petugas keamanan yang kami temui bersama wanita lalu diamankan
petugas Satpol PP. Jadi wanita yang mengaku berusia 26 tahun ini, sudah
tiga malam di masjid, sejak tanggal 14 hingga 16 Mei tidur di lantai 3
masjid bersama salah seorang sekuriti berinisal UD,” ujar ketua RT 24
Zamzam yang biasa disapa Nanang.
Awalnya dirinya memang sudah curiga kepada wanita ini. Apalagi
beberapa jamaah penasaran hingga mencari tahu seluk beluk tentang wanita
tersebut.
“Katanya dia, kalau main (berhubungan badan, Red), harus bayar Rp 150 ribu sekali main, nah jelas wanita ini bukan wanita baik-baik,” terang Nanang.
Akhirnya pada Sabtu (16/5) sekira pukul 21.00 Wita dilakukan
pengamanan. “Saya yang mendengar hal ini langsung menghubungi babinsa
dan juga kepolisian, namun karena tidak direspon, lalu saya ke kantor
Satpol PP untuk meminta bantuan saat itu,” terang Zamzam.
Menurutnya, memang ada warga yang ingin melakukan tindakan main hakim
sendiri, tetapi berhasil dicegah hingga akhirnya wanita dan sekuriti
dibawa.
“Tentunya ini tanggung jawab pengurus masjid, jangan sampai terjadi
lagi. Bisa bahaya kalau hal ini terjadi lagi kedepannya,” sambung pria
yang sudah tinggal di sekitar lingkungan masjid hampir 40 tahun ini.
Setelah kejadian tersebut, sekuriti berinisial UD diberhentikan pengurus masjid.
“Kami berharap pengurus sementara masjid benar-benar menjaga marwah
(kemuliaan, Red) masjid sebagai tempat ibadah yang benar-benar bersih
dari segala tindakan tidak terpuji,” harapnya.
Sementara itu dihubungi terpisah, Pjs Ketua Masjid Agung At Taqwa, H
Solahudin Siregar membenarkan pemberhentian petugas keamanan ini.
"Memang sudah kami berhentikan," ujar H Solahudin Siregar kembali.
Diceritakannya bahwa perempuan tersebut memang beberapa kali ditegur
petugas keamanan agar keluar dari area masjid, karena memang tidak
diperkenankan untuk tidur di dalam area tersebut.
Tetapi menurut keterangan UD, kepada Solahudin, bahwa dirinya tidak
melakukan perbuatan tidak senonoh, hanya mengantarkan wanita itu ke
lantai III saja.
Sementara Kasi Ops Satuan Polisi Pamong Praja, Subardiyono yang
dikonfirmasi mengenai hal ini, tidak menemukan adanya indikasi mesum
tersebut, karena saat dilakukan upaya penjemputan ke tempat kejadian,
posisinya sudah berada di luar pagar area masjid.
“Saat ada laporan warga anggota kami meluncur ketempat kejadian, namun
indikasi mesumnya belum bisa kami pastikan,” terang Subardiyono.
Dihadapan petugas Satpol PP, wanita tersebut mengelak melakukan
perbuatan mesum dengan keamanan masjid. Awal di masjid, keterangan yang
wanita yang akrab disapa Linda itu datang pada siang hari dengan membawa
sebuah tas berisi pakaian.
“Dia tidur di tangga masjid, kemudian ditegur oleh pihak security katanya habis diusir orang tuanya dan kepengen
tidur di masjid karena masjid-nya bagus, dan kemudian disuruh tidur di
sebuah kamar yang terletak di lantai III masjid agar tidak mengganggu
orang ibadah,” katanya.
Subardiyono menambahkan, saat hendak dipulangkan kerumah orang tuanya,
si wanita menolak karena takut pulang. “Saat ini wanita tersebut
sementara kita tampung di KPM,” terang.
Balikpapan Pos menemui wanita tersebut di Panti Sosial KPM,
yang letaknya tidak jauh dari Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD)
Balikpapan. “Saya juga Islam mas, masa iya mau mesum dan jual diri di
masjid?,” katanya.
Dirinya juga menceritakan bahwa niatnya tidur di masjid hingga diminta
meninggalkan masjid. Kisahnya ia baru saja keluar rumah yang berada di
gunung Guntur menuju rumah salah satu mantan Walikota Balikpapan.
Ditanyai hubungannya mantan Walikota tersebut, dia menjawab “Bapak itu biasanya aku panggil om, karena dulu waktu umur 16 tahun pernah ikut istrinya,” akunya.
Sedangkan alasannya keluar rumah karena merasa tidak betah,
dengan larangan orang tuanya agar tidak keluar rumah. “Sempat pamitan
minta uang Rp 10 ribu, tapi malah diusir. Gak usah pulang sekalian kata bapak tiriku,” ucap Linda menirukan.
Hingga saat ini, petugas masih kebingungan untuk mengembalikan
Linda ke keluarganya, kemarin (rabu 21/5) petugas KPM sempat
mengembalikan Linda kepada seseorang yang di akuinya sebagai kakak,
namun ditolak karena takut berurusan Satpol PP.
“Rencananya pengen keluar dari sini, nunggu KTP-ku di dikembalikan sama satpol PP,” tutupnya.
Solahudin melanjutkan, kabar masjid dijadikan tempat mesum bisa saja
digulirkan oleh orang tertentu. Diakuinya, nyaris tak ditemukan indikasi
perbuatan tidak sopan yang dilakukan keduanya.
"Analisa saya tidak mungkin terjadi, dan ada rekayasa dari orang-orang
yang tidak senang dengan saya. Kami saat ini sedang memperbaiki sistem
di masjid ini, seperti keuangan dan lainnya yang sering bocor,"
ungkapnya.
"Saya ini baru tiga bulan ditunjuk Walikota menjadi pejabat sementara
masjid At Taqwa untuk memberantas mafia-mafia yang ada disana, dan
terbukti saat ini, dari awal saya masuk uang kas Rp 50 juta sekarang
menjadi hampir Rp 250 juta," sambungnya. (bp-26/han/war/BALIKPAPANPOS)

0 komentar: