BALIKPAPAN - Selebaran
gerakan Islam radikal Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang
beredar di Balikpapan membuat masyarakat Balikpapan waswas. Untuk
menangkal jaringan ISIS, pengamanan di pintu-pintu masuk Balikpapan
dilakukan.
Tidak hanya di Bandara Sepinggan, di
Pelabuhan Semayang juga dilakukan razia terhadap para penumpang yang
baru turun dari atas kapal. Razia tidak hanya dilakukan gabungan, setiap
kapal datang, anggota Polisi Kawasan Pelabuhan Semayang melakukan
razia.
Selain untuk mengantisipasi masuknya
barang-barang terlarang seperti miras, razia saat ini juga bertujuan
mengantisipasi jaringan tersebut masuk ke Balikpapan.
"Setiap kapal sandar di pelabuhan
Semayang, kami pasti melakukan razia rutin, untuk mengantisipasi
masuknya barang-barang terlarang seperti narkoba, miras, sajam dan
sebagainya, saat ini kita razia juga mengarah ke sana," tegas Kapolsek
Semayang Kompol Tigor P Sihotang, Minggu (10/8/2014) kemarin.
Meskipun tidak ada tanda-tanda jaringan
ISIS masuk melalui pelabuhan Semayang, Tigor menegaskan, razia rutin
bisa mengantisipasi dini agar jaringan tidak masuk ke wilayah
Balikpapan.
Menanggapi jaringan ISIS yang diduga
mulai masuk ke kota Balikpapan, Kasi Ops Satuan Polisi Pamong Praja
(Satpol PP) Subardiyono mengatakan, razia gabungan yang digelar beberapa
waktu lalu diharapkan dapat mengantisiapsi masuknya ISIS, meskipun
Satpol PP hanya melakukan pemeriksaan administrasi kependudukan.
"Razia yang kami gelar setidaknya dapat
membuat waswas kelompok jaringan ISIS. Selanjutnya, razia tidak hanya
dilakukan di pelabuhan saja. Setelah ini kami fokuskan razia indekos,
serta ke rumah-rumah kampong yang disinyalir banyak pendatang baru yang
mencurigakan," kata Subardiyono.
Selain itu pihak Satpol PP akan
berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan RT, untuk lebih intensif lagi
mendata para warga pendatang baru, karena dengan ini dapat mengetahui
dini adanya jaringan tersebut di Balikpapan.
"Pemerintah kota juga akan berkoordinasi
dengan pihak TNI dan Polri untuk menindak lanjuti ke sana, kami tidak
mau juga kecolongan dengan masuknya jaringan ini," pungkas Subardiyono.(pri)
JPNN
0 komentar: