JEDDAH - Semenjak 30 Juni lalu, konflik yang di alami Mesir tak kunjung
meredam. Setelah keputusan pemakzulan DR. Muhammad Morsi dari kursi
kepresidenan, pihak pro Morsi dan simpatisan Ikhwanul Muslimin berang
dan menginginkan jabatan Morsi untuk dikembalikan.
Berbagai cara
dilakukan oleh kelompok islamis yang didirikan Hasan Al-Banna tersebut,
mulai dari orasi di bilangan Rabiah Al-Adawiyah Kairo hingga para dai
dan kader Ikhwanul Muslimin yang berusaha menarik simpatisan masyarakat
melalui khutbah dan ceramah di masjid-masjid. Para petinggi dan kader
Ikhwanul Muslimin telah meneriakkan kepada umat Islam yang tidak sejalan
dengan mereka sebagai pengkhianat Islam dan musuh mereka.
Menanggapi
hal ini, seorang ulama Saudi yang terkenal dengan kemoderatan dan sikap
kritis dan objektifitasnya, Syaikh Syarif Hatim Al-Auni berkomentar
pada akun facebook pribadinya, “Dulu saya menduga bahwa Ikhwanul
Muslimin tidaklah seperti Salafi-Wahabi, namun ternyata mereka sama
saja. Namun bedanya, jika Salafi-Wahabi melontarkan kata-kata ‘bidah’,
Ikhwanul Muslimin meneriakkan kata-kata ‘Pengkhianat Islam dan musuh
Islam’.”
Beliau menambahkan “Allah mengetahui bahwa saya tidak
membenci Ikhwanul Muslimin dan saya selalu mengharapkan kesuksesan
mereka dalam memimpin Mesir. Allah-lah yang mengetahui bahwa tujuan saya
menulis ini tidak lain dan tidak bukan karena membenarkan sesuatu yang
salah.”
“Sangat sering saya membela Ikhwanul Muslimin sampai saya
dibilang sebagai kadernya, padahal saya bukan kadernya. Dan sering pula
saya mengkritik Ikhwanul Muslimin hingga saya dijuluki musuh mereka dan
musuh Islam. Kita tidak akan menolong atas nama Islam dengan perilaku
yang demikian. Jika faktanya kita menang, maka kemenangan itu hanyalah
sebuah kebatilan.” pungkasnya.

0 komentar: