MAROKO - PCI Nahdatul Ulama
Maroko bekerja sama dengan mahasiswa STAINU Jakarta melestarikan
tradisi Ramadan. Warga Negara Indonesia yang sedang merantau di Maroko
menggelar rangkaian kegiatan yang dikemas dalam bingkai "Ngaji Pasaran"
(kegiatan mengaji di bulan Ramadhan).
Marajo Nasution, ketua
pelaksana ngaji pasaran dalam rilisnya yang diterima Tribunnews.com
mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya pelestarian tradisi
kepesantrenan ala NU sebagaimana yang telah dipraktekkan diberbagai
pesantren di Indonesia.
Hal senada juga disampaikan oleh H. Aly
Syahbana selaku wakil ketua Tanfidziyah PCI NU Maroko, Ia menambahkan
bahwa kegiatan ngaji pasaran tersebut juga sebagai wujud partisipasi PCI
NU Maroko dalam merangsang daya pikir intelektualis dikalangan
mahasiswa Maroko.
Adapun dalam hal penyajian ngaji pasaran tidak
mutlak sama persis dengan kebanyakan pesantren salaf di Indonesia.
Selain kitab As Syifa karya Ulama Maroko, Syekh Al Qadi `Iyad, serta
kitab Fathul Qarib karya Syekh Muhammad bin Qasim al Ghazy yang dikaji
dengan model mirip di pesantren-pesantren salaf, ada juga yang berbentuk
diskusi atau kajian ilmiah mingguan, kajian maqasid syariah, kajian
ilmu hadits, dan beberapa kajian lainnya.
Kegiatan ngaji pasaran
ini rencananya bertempat di griya mahasiswa Indonesia Kenitra. Kegiatan
tersebut terbuka secara umum, tidak terbatas hanya untuk warga
nahdliyyin yang ada di Maroko.
Kegiatan akan dilaksanakan selama
bulan Ramadhan dari tanggal 1 hingga selesai. Selain kegiatan ngaji
pasaran, PCI NU dalam ramadhan kali ini juga akan menggelar kegiatan
"Tabarruk Nuzulul Qur'an" dan "Tabarruk Lailatul Qadar.
Sumber: TribunNews

0 komentar: