Minggu, 14 Juli 2013

Tradisi Ngaji Pasaran Ala Pesantren NU Dilestarikan di Maroko

MAROKO - PCI Nahdatul Ulama Maroko bekerja sama dengan mahasiswa STAINU Jakarta melestarikan tradisi Ramadan.  Warga Negara Indonesia yang sedang merantau di Maroko menggelar rangkaian kegiatan yang dikemas dalam bingkai  "Ngaji Pasaran" (kegiatan mengaji di bulan Ramadhan).

Marajo Nasution, ketua pelaksana ngaji pasaran dalam rilisnya yang diterima Tribunnews.com mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya pelestarian tradisi kepesantrenan ala NU sebagaimana yang telah dipraktekkan diberbagai pesantren di Indonesia. 

Hal senada juga disampaikan oleh H. Aly Syahbana selaku wakil ketua Tanfidziyah PCI NU Maroko, Ia menambahkan bahwa kegiatan ngaji pasaran tersebut juga sebagai wujud partisipasi PCI NU Maroko dalam merangsang daya pikir intelektualis dikalangan mahasiswa Maroko.

Adapun dalam hal penyajian ngaji pasaran tidak mutlak sama persis dengan kebanyakan pesantren salaf di Indonesia. Selain kitab As Syifa karya Ulama Maroko, Syekh Al Qadi `Iyad, serta kitab Fathul Qarib karya Syekh Muhammad bin Qasim al Ghazy yang dikaji dengan model mirip di pesantren-pesantren salaf, ada juga yang berbentuk diskusi atau kajian ilmiah mingguan, kajian maqasid syariah, kajian ilmu hadits, dan beberapa kajian lainnya.

Kegiatan ngaji pasaran ini rencananya  bertempat di griya mahasiswa Indonesia Kenitra. Kegiatan tersebut terbuka secara umum, tidak terbatas hanya untuk warga nahdliyyin yang ada di Maroko.

Kegiatan akan dilaksanakan selama bulan Ramadhan dari tanggal 1 hingga selesai. Selain kegiatan ngaji pasaran, PCI NU dalam ramadhan kali ini juga akan menggelar kegiatan "Tabarruk Nuzulul Qur'an" dan "Tabarruk Lailatul Qadar.

Sumber: TribunNews

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: