Selasa, 16 Juli 2013

Syaikh 'Ali Jum'ah : Puasa Memiliki Tingkatan-Tingkatan

Puasa memiliki tingkatan-tingkatan. Ada seseorang yang berpuasa dengan menahan diri dari makanan dan minuman saja. Ini adalah tingkatan paling rendah dalam berpuasa. Ada juga seseorang yang berpuasa dengan menahan diri dari makanan, minuman, perbuatan maksiat dan perkataan kotor.

Derajat ini lebih tinggi dari tingkatan sebelumnya. Ada juga puasa yang dilakukan oleh orang-orang pilihan yaitu dengan menahan diri dari makanan, minuman, perbuatan buruk dan perkataan kotor, serta menjaga hati dan fikiran mereka dari hawa nafsu dan hal-hal yang memalingkan mereka dari mengingat Tuhan. Inilah tingkatan tertinggi dari puasa. 

Imam Ghazali telah membagi puasa ke dalam tiga tingkatan di atas, yaitu:
1. Puasa orang awam (shaumul 'umûm), yaitu menahan perut dan kemaluan dari hajatnya.
2. Puasa orang khusus (shaumul khushûsh), yaitu menjaga telinga, mata, lisan, tangan dan kaki serta seluruh anggota tubuh yang lain dari perbuatan dosa.
3. Puasa orang pilihan (shaum khusûshil khushûsh), yaitu puasanya hati dari segala keinginan yang rendah dan pikiran duniawi serta menjaganya secara penuh dari semua hal selain Allah 'Azza wa Jalla.

 Demikian disampaikan oleh al-Allamah al-Imam 'Ali Jum'ah dalam salah satu fatwanya. [Dar-alIfta/islambalikpapan.com]

 

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: