BANTUL - Banyak tafsir dan pandangan dalam khasanah dunia Islam, perpolitikan
pada jaman setelah Nabi Muhammad SAW turut memberikan kontribusi
perbedaan pandangan dan perpecahan dalam kelompok Islam. Untuk itu dalam
melihat segala permasalahan dan pencarian solusi seputar dunia Islam,
referensi terbaik adalah melihat kembali Islam yang ada pada jaman Nabi
Muhammad SAW.
Demikian disampaikan Penasehat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syafii
Maarif, saat memberikan materinya pada Pengajian Ramadhan 1434 H
Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di gedung AR Fakhruddin Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta, Jum’at (12/07/2013). Syafii Maarif pada
penyampaiannya menyatakan, ketidaktertarikannya pada persoalan Syiah dan
Sunni yang sejak berabad abad tidak pernah tidak pernah dapat
diselesaikan. “Saya tidak tertarik Syiah dan juga Sunni, karena Islam
yang sesungguhnya ada dalam jaman Nabi Muhammad SAW, jangan terjebak
(perdebatan Sunni – Syiah) di dalamnya,” tegasnya.
Mantan ketua umum
Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini mengatakan, perebutan masalah kekuasaan
pada jaman Khulafaur Rasyidin atau setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW
yang akhirnya membuat perpecahan di dalamnya, seharusnya menjadi
pelajaran bagi umat Islam agar tidak jatuh pada fanatisme berlebihan,
dan mengembalikan segalanya pada apa yang ditauladankan Nabi Muhammad
SAW pada masanya. Syafii Maarif menegaskan, dalam diri Rasulullah
terdapat sifat Ihsan yang seharusnya menjadi landasan umat Islam dalam
berperilaku sehari-hari, karena pada masa kini banyak perilaku umat
Islam yang jauh dari keteladanan Nabi, terutama pada masalah akhlaq
yangseharusnya ada kelembutan di dalamnya, serta bersatunya antara
perkataan dan perbuatan.
Sementara itu menurut ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, berbeda
dengan fikih yang hanya menggunakan dasar minimal, Ihsan melampaui atau
melintasi dari sekedar yang dituntut dalam hal kebaikan. “Misalnya,
harus santun terhadap orang yang jahil, bersilaturahmilah dengan orang
yang memutuskan silaturahmi padamu. Dengan pemahaman bahwa setiap gerak
kita diketahui Allah, maka kita akan melakukan semuanya dengan
sebaik-baiknya, dan bukan karena takut tetapi karena memang memiliki
niat dan aplikasi yang baik,” jelasnya.(mac)
Sumber: Muhamamdiyah Online

0 komentar: