KAIRO - Pasca demonstrasi rakyat Mesir pada tanggal 30 Juni kemarin
berhasil melengserkan Presiden Morsi, kondisi di Mesir belum juga
stabil. Demonstran pro Morsi masih memenuhi beberapa ruas jalan,
utamanya di perempatan Rabeah el-Adaweyah. Mereka menyatakan akan terus
menyuarakan penentangannya terhadap militer yang mereka anggap sebagai
pihak yang paling bertanggungjawab dalam pelengseran Morsi.
Di
tengah kondisi yang tidak stabil ini, banyak terjadi
pelanggaran-pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak
bertanggungjawab. Beberapa waktu lalu, di pelabuhan ‘Ain Sukhnah di
Suez, pihak keamanan telah berhasil mengungkap sindikat gelap yang
mengimpor sejumlah baju militer yang persis dengan baju militer yang
dikenakan oleh pihak keamanan di Mabes Garda Republik Mesir.
Berkenaan
dengan semakin maraknya baju-baju militer palsu yang didatangkan oleh
oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, pihak Kementerian Dalam Negeri
Mesir mengeluarkan peringat atas hal itu kepada seluruh rakyat Mesir,
sebagaimana dilansir oleh Pusat Informasi Kementerian Dalam Negeri dalam
akun facebooknya.
“Militer Mesir memperingatkan seluruh
rakyat Mesir agar berhati-hati jika didekati oleh sekelompok orang yang
memakai seragam militer. Sebaiknya ditanya terlebih dahulu indentitas
mereka sebelum berinteraksi dengan mereka,” demikian petikan dari surat
peringatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Di
akhir peringatan tersebut tertulis, “Militer juga memperingatkan agar
warga sipil tidak mengenakan seragam militer untuk tujuan yang tindak
dibenarkan.” (elakhbar,aymnaa/imm/mosleminfo/islambalikpapan)

0 komentar: