INDONESIA - Setiap warga Muhammadiyah wajib menghormati hak kelompok minoritas. Bukan warga Muhammadiyah Jika tetap membiarkan warga Syiah Sampang tertindas.
Pernyataan sikap itu disampaikan tokoh Muhammadiyah, Malik Fajar, pada peluncuran buku bertajuk "Islam Syariat, Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia", di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (17/07).
“Anda yang hadir pada saat ini, apabila Anda ada yang sudah mulai puasa hari Selasa minggu lalu, berarti Anda Muhammadiyah. Tetapi Anda jangan mau mengaku sebagai warga Muhammadiyah apabila membiarkan warga Syiah Sampang mencari masa depannya sendiri,” tegas Malik.
Dalam kesempatan yang sama, Malik Fajar juga mengkritisi kecenderungan penegakan syariat yang mengarah pada formalitas syariat. Setelah reformasi justru terjadi kedangkalan makna dalam penegakan syariat, karena hanya sekadar formalitas.
“Saat ini syariah, atau syariah apapun namanya, dipahami apa yang terlihat di depan mata, wanita berjilbab, pria berjanggut, dan tingginya frekuensi beribadah, akan tetapi tindak terorisme dan korupsi tidak berhenti,” kata Malik Fajar.
Sumber: .itoday.co.id
https://www.facebook.com/PeryarikatanMuhammadiyah/posts/10151568121254646

0 komentar: