KAIRO - Pasca lengsernya Morsi dari tampuk kepemimpinan Mesir,
kondisi politik Mesir terus memanas. Ribuan pendukung fanatik Ikhwanul
Muslimin (IM), basis dukungan Morsi, masih terus berunjuk rasa di
perempatan Rabeah el-Adaweyah. Militer yang merasa bertanggungjawab
untuk mengamankan negara dari serangan-serangan pihak ketiga, dan tindak
anarkis dari para pedukung fanatik IM, meminta kepada rakyat untuk
turun ke jalan hari ini, Jumat (26/7). Turunnya rakyat Mesir ke jalan
bertujuan untuk memberi mandat ke Militer untuk membasmi para teroris
yang merongrong keamanan Mesir selama beberapa minggu terakhir.
Seruan
Letnan Jenderal Abdul Fattah al-Sisi, pimpinan tertinggi militer dan
sekaligus Menteri Pertahanan Mesir, mendapatkan sambutan luar biasa dari
rakyat Mesir, tidak terkecuali Al-Azhar. Dalam keterangan resminya yang
disiarkan oleh stasiun-stasiun televisi Mesir, Prof. Dr. Ahmad Thayeb,
Grand Shaikh Al-Azhar, mengajak seluruh rakyat Mesir untuk turun ke
jalan dan mendukung penuh militer. Beliau mewanti-wanti agar tidak
keluar dari norma-norma yang ada dan memecah-belah Mesir. Juga meminta
agar tidak terjadi tindak anarkis dan menjaga seluruh aset negara.
“Wahai
rakyat Mesir, demi Allah, ungkapkanlah aspirasi kalian dengan cara yang
tidak anarkis, rapatkan barisan kalian, dan satukan bendara kalian,”
tegas Grand Shaikh Al-Azhar.
Grand Shaikh Al-Azhar
meminta seluruh rakyat Mesir untuk berdemonstrasi hari ini, Jumat (26/7)
untuk mendukung militer, polisi, dan menjaga hasil-hasil positif
revolusi yang dilakukan oleh seluruh rakyat Mesir. (youm7/imm) /mosleminfo)

0 komentar: