KAIRO - Seperti yang dilansir media Sout Al-Azhar (3/5), Wakil Rektor
Universitas Al-Azhar, DR. Ibrahim Hud-Hud menyatakan, “Seluruh hasil
pemeriksaan perihal peristiwa keracunan mahasiswa Al-Azhar menegaskan,
bahwa tidak ada peristiwa keracunan pada kejadian tersebut. Dan rasa
sakit yang dialami mahasiswa disebabkan oleh meningkatnya suhu tubuh dan
diare pada lambung.”
Direktur pusat bagian urusan keracunan Universitas Ain Syams, DR.
Khalid Al-Khatib menjelaskan bahwa semua korban yang mengaku keracunan
telah meninggalkan rumah sakit setelah diambil sampel darahnya. Dan
hasil pemeriksaan membuktikan tidak satu pun dari mereka yang
mengonsumsi zat beracun.
DR. Mona Abdul Hamid, kepala bagian lambung R.S. Zahra’ mengatakan,
“Ada 47 mahasiswa yang tiba di rumah sakit Zahra’ dalam kejadian
keracunan tersebut. Namun sebagian besar dari mereka tidak mengonsumsi
makanan dari asrama, melainkan mereka makan Hawashy dan Kushary yang
mereka beli dari luar asrama. Sebab tanda-tanda yang tampak pada diri
para korban tidak bisa membuktikan bahwa mereka keracunan dan sejatinya
pengobatan atas korban keracunan memakan waktu setidaknya 24 jam.”
(SA/Ay/MOSLEMINFO)

0 komentar: