AMMAN -- Negosiasi damai Israel-Palestina tampaknya akan segera
digelar lagi. Setelah sekian lama mengalami kebuntuan, kali ini pihak
Israel menyatakan akan kembali melangsungkan negosiasi damai dengan
pemerintah Palestina.
Presiden Israel Shimon Peres,menyatakan ini adalah saat yang tepat
untuk melanjutkan proses negosiasi. Dia berharap kedua belah pihak telah
bisa mengenyampingkan perbedaan mereka.
"Menurut pengalaman saya, proses negosiasi dapat kembali dimulai
segera," kata Peres dalam acara World Economic Forum diselenggarakan di
Yordania seperti dilansir dari Associated Press, Ahad (26/5).
Peres menyampaikan saat ini merupakan momen yang tepat bagi Israel
dan Palestina untuk menggelar negosiasi damai. "Kita jangan sampai
kehilangan momentum ini. Karena akan banyak pihak yang akan kecewa jika
kita menyia-nyiakannya," ujarnya.
Selama ini, negosiasi damai terus berujung buntu karena kebijakan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang melaksanakan program
pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat.
Kebijakan Netanyahu tersebut tidak hanya mendapat kecaman dari
Palestina, namun juga dari dunia Internasional. Bahkan, AS dan dunia
barat sendiri tak ketinggalan mengkritik kebijakan Netanyahu yang
ekstrim itu.
Sejak itulah, pihak Palestina enggan untuk melanjutkan negosiasi
damai sebelum pihak Israel membatalkan proyek pembangunan pemukiman
Yahudi itu.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas menilai percuma saja upaya damai
dilangsungkan, jika pihak Israel tetap bersikukuh melanjutkan
pembangunan rumah Yahudi di Tepi Barat.
Sumber: ROL

0 komentar: