Kamis, 16 Mei 2013

Pramuka Garuda (Tingkatan Tertinggi) Mulai Bermunculan

BALIKPAPAN- Dalam sebuah organisasi, tentu dibutuhkan pemimpin yang dapat mengayomi anggotanya. Begitu pula dalam tubuh Praja Muda Karana (Pramuka). Di sini, kedudukan Pramuka Garuda adalah tingkatan paling tinggi di setiap bagannya. Sesuai dengan adanya Undang-undang No 12 tahun 2010 terkait kegiatan kepramukaan di masyarakat, tentu disambut baik oleh semua pihak, khususnya para pelaku Pramuka itu sendiri.

Namun untuk menerapkan hal tersebut, tentu dibutuhkan penyeimbang lainnya seperti Pembina dan pemimpin dari para anggota. Dan untuk saat ini, keberadaan Pramuka Garuda adalah sebuah tingkatan paling tinggi di mana tak semua orang bisa mendapatkan gelar tersebut.

“Kenapa Garuda? Karena lambang Indonesia, burung garuda. Jabatannya penting dan paling tinggi. Tidak sembarangan yang bisa mendapatkan posisi itu. Adalah sebuah beban moral karena sikap, mental dan kesehariannya akan menjadi contoh bagi yang lainnya,” ungkap Ketua Penguji Calon Pramuka Garuda Kuartir Cabang Balikpapan, Drs Soekiranto.

Ditemui dalam kegiatan gelar senja yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 14 setiap bulannya, pria yang lebih akrab disapa Kak Toto ini menyebutkan jika para calon pramuka garuda ini akan menempuh tes terlebih dahulu sebelum dilantik dalam gelar senja. “Nanti ada tim dari TKK (Tanda Kecakapan Khusus) untuk keterampilan di pramuka. Nanti kalau lolos, baru dilantik dan kalau belum bisa ya harus sesuai kriteria dulu,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, beberapa kriteria utama yang harus dilalui oleh para calon pramuka garuda tersebut seperti berperilaku baik di masyarakat, kerap mengikuti kegiatan sosial dan rajin menabung. Namun untuk hal tersebut harus ditunjukkan dengan bukti fisik. “Seperti kalau rajin menabung, buktinya mana? Jadi ditunjukkan dengan buku tabungan. Kalau misalnya tidak bisa ditunjukkan, maka mohon maaf belum bisa,” jelasnya.
 
Selasa (14/5) kemarin, puluhan garuda dari tingkat siaga, penggalang dan penegak pandega mengikuti pelantikan di halaman Balaikota. Dengan dilakukannya penyematan lambang garuda, maka para peserta dinyatakan laik untuk bergelar Pramuka Garuda Indonesia.

Letak istimewa dari para garuda ini sendiri, selain istimewa karena telah mengikuti tes, mereka juga diberikan kesempatan lebih leluasa dalam memilih penempatan. Seperti jika garuda tersebut memiliki hobi olahraga renang, maka ia bisa saja ditempatkan di Lanal Balikpapan. “Sesuai dengan Saka (Satuan Karya) yang dipilih peserta. Kalau dia Saka Bahari, masa iya kami tempatkan di RS? Atau di hutan? Tentunya di kelautan,” tandasnya.

Masalah kuota, pria yang sudah 40 tahun lebih aktif di kepramukaan ini mengatakan bahwa garuda tak pernah melakukan pembatasan dan berharap agar semakin banyak garuda baru yang bermunculan. “Selain itu juga garuda tidak ada batasan waktunya, jadi kalau dia sudah menjadi garuda, ya sampai kapanpun akan tetap menjadi garuda,” tutupnya.(rem)

Sumber: Balikpapanpos

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: