BALIKPAPAN- Dalam sebuah organisasi, tentu dibutuhkan
pemimpin yang dapat mengayomi anggotanya. Begitu pula dalam tubuh Praja
Muda Karana (Pramuka). Di sini, kedudukan Pramuka Garuda adalah
tingkatan paling tinggi di setiap bagannya. Sesuai dengan adanya
Undang-undang No 12 tahun 2010 terkait kegiatan kepramukaan di
masyarakat, tentu disambut baik oleh semua pihak, khususnya para pelaku
Pramuka itu sendiri.
Namun untuk menerapkan hal tersebut, tentu dibutuhkan penyeimbang
lainnya seperti Pembina dan pemimpin dari para anggota. Dan untuk saat
ini, keberadaan Pramuka Garuda adalah sebuah tingkatan paling tinggi di
mana tak semua orang bisa mendapatkan gelar tersebut.
“Kenapa Garuda? Karena lambang Indonesia, burung garuda. Jabatannya
penting dan paling tinggi. Tidak sembarangan yang bisa mendapatkan
posisi itu. Adalah sebuah beban moral karena sikap, mental dan
kesehariannya akan menjadi contoh bagi yang lainnya,” ungkap Ketua
Penguji Calon Pramuka Garuda Kuartir Cabang Balikpapan, Drs Soekiranto.
Ditemui dalam kegiatan gelar senja yang rutin dilaksanakan setiap
tanggal 14 setiap bulannya, pria yang lebih akrab disapa Kak Toto ini
menyebutkan jika para calon pramuka garuda ini akan menempuh tes
terlebih dahulu sebelum dilantik dalam gelar senja. “Nanti ada tim dari
TKK (Tanda Kecakapan Khusus) untuk keterampilan di pramuka. Nanti kalau
lolos, baru dilantik dan kalau belum bisa ya harus sesuai kriteria
dulu,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, beberapa kriteria utama yang harus dilalui oleh para
calon pramuka garuda tersebut seperti berperilaku baik di masyarakat,
kerap mengikuti kegiatan sosial dan rajin menabung. Namun untuk hal
tersebut harus ditunjukkan dengan bukti fisik. “Seperti kalau rajin
menabung, buktinya mana? Jadi ditunjukkan dengan buku tabungan. Kalau
misalnya tidak bisa ditunjukkan, maka mohon maaf belum bisa,” jelasnya.
Selasa (14/5) kemarin, puluhan garuda dari tingkat siaga, penggalang
dan penegak pandega mengikuti pelantikan di halaman Balaikota. Dengan
dilakukannya penyematan lambang garuda, maka para peserta dinyatakan
laik untuk bergelar Pramuka Garuda Indonesia.
Letak istimewa dari para garuda ini sendiri, selain istimewa karena
telah mengikuti tes, mereka juga diberikan kesempatan lebih leluasa
dalam memilih penempatan. Seperti jika garuda tersebut memiliki hobi
olahraga renang, maka ia bisa saja ditempatkan di Lanal Balikpapan.
“Sesuai dengan Saka (Satuan Karya) yang dipilih peserta. Kalau dia Saka
Bahari, masa iya kami tempatkan di RS? Atau di hutan? Tentunya di
kelautan,” tandasnya.
Masalah kuota, pria yang sudah 40 tahun lebih aktif di kepramukaan ini
mengatakan bahwa garuda tak pernah melakukan pembatasan dan berharap
agar semakin banyak garuda baru yang bermunculan. “Selain itu juga
garuda tidak ada batasan waktunya, jadi kalau dia sudah menjadi garuda,
ya sampai kapanpun akan tetap menjadi garuda,” tutupnya.(rem)
Sumber: Balikpapanpos

0 komentar: