RAMALLAH – Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA), Jumat (10/5),
menuduh Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) menawarkan paspor Palestina
palsu kepada tokoh agama kenamaan Sheikh Yusuf Qardhawi.
Kementerian Dalam Negeri PNA mengatakan dalam satu pernyataannya
bahwa kementerian itu telah mengirim surat resmi ke semua negara yang
mengakui PNA. Kementerian menjelaskan paspor yang diberikan kepada
Qardhawi itu palsu.
PNA memerintah Tepi Barat Sungai Jordan dan Kementerian Dalam
Negerinya adalah badan sah Palestina yang berwenang mengeluarkan paspor
buat orang Palestina atau memberinya kepada warganegara lain sebagai
penghormatan.
Pada Kami (10/5) lalu, Qardhawi memulai kunjungan dua hari ke Jalur
Gaza yang dikuasai HAMAS. Perdana Menteri Palestina, Ismail Haneya,
menawarkan paspor diplomatik merah Palestina untuk Qardhawi.
Hamas telah menguasai Jalur Gaza sejak merebut kendali melalui
kekerasan pada musim panas 2007. Dunia tidak mengakui kekuasaan Hamas
atas daerah kantung itu. Gerakan Perlawanan Islam tersebut tak berwenang
untuk mengeluarkan paspor.
”Pernyataan PNA itu mengatakan pemerintah Palestina telah mendesak
semua negara yang mengakui paspor Palestina untuk menyita setiap paspor
palsu yang tidak dikeluarkan oleh wakil sah rakyat Palestina,” demikian
laporan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta pada Sabtu pagi.
Sumber: ROL/mosleminfo

0 komentar: