DAMASKUS - Investigator PBB mengatakan pihaknya telah menemukan testimoni korban
dan staf medis yang menunjukkan militan menggunakan gas sarin. Senjata
kimia itu diklasifikasikan sebagai senjata pemusnah massal dalam
resolusi PBB 687.
Komisi Independen Penyelidikan PBB tidak menemukan bukti pemerintah
Suriah menggunakan senjata kimia terhadap militan. “Penyelidik kami
telah pergi ke negara-negara tetangga, mewawancarai korban, dokter, dan
rumah sakit lapangan, dan menurut laporan mereka ada kecurigaan kuat
dari penggunaan gas sarin,” ujar anggota komisi, Carla Del Ponte,
dilansir PressTV.
Dia mengatakan gas tersebut digunakan oposisi, bukan otoritas
pemerintah. Pemerintah Suriah dan militan saling menuduh penggunaan
senjata kimia tiga kali. Penggunaan tersebut yakni di Aleppo dan
Damaskus pada Maret lalu serta di Homs pada Desember 2012.
Pada 17 Desember, Duta besar Suriah untuk PBB, Bashar Ja’afari
mengatakan militan yang disponsori asing bisa menggunakan senjata kimia.
Damaskus dinilai benar-benar mengkhawatirkan setelah ada penggunaan
senjata kimia.
Sumber: ROL/MOSLEMINFO

0 komentar: