Menurut Menteri Agama Suryadharma Ali, selain sedikitnya anak-anak
yang masuk Ponpes, indikator itu juga dapat dilihat makin sedikitnya
orang yang mempelajari kitab kuning.
“Turunnya minat anak didik masuk Ponpes dan kurangnya animo orang
mempelajari kitab kuning diikuti sulitnya posisi lembaga pendidikan
Islam yang kebanyakan berstatus swasta,” kata Menag di Yogyakarta, Rabu
(15/5/2013).
Menag juga menyarankan untuk menjadikan lembaga pendidikan agama
berstatus negeri. Akan tetapi para kiyai sebagai pengelolanya merasa
keberatan.
“Padahal upaya menegerikan lembaga pendidikan tersebut dimaksudkan
untuk memberi rasa keterjaminan dari sisi pembiayaan,” katanya.
Para Pembina Ponpes, lanjut Suryadharma Ali, ketika hendak diminta
menyerahkan aset Ponpes sebagai persyaratan untuk dinegerikan umumnya
menolak. Alasannya, mana mungkin lembaga yang dibangunnya sejak lama
tiba-tiba jatuh ke pihak lain. Jadi, hal itulah yang menjadi kesulitan
untuk menjadikan lembaga pendidikan swasta untuk dinegerikan.
Sumber: suararepublika.co

0 komentar: