Usai mengunjungi Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang,
rombongan DPRD Balikpapan yang dipimpin Ketua Andi Burhanuddin Solong
(ABS) menyempatkan waktu untuk mengunjungi makam Presiden RI keempat KH
Abdurrahman Wahid dan Hasyim Asy'arie yang merupakan pendiri Nahdlatul
Ulama di Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng.
NENO RACHMADANA, Jombang
HAMPIR semua masyarakat Indonesia mengenal Presiden
RI keempat Kiai Haji Abdurrahman Wahid atau yang akrab dipanggil Gus
Dur. Sosoknya yang bijaksana dan kharismatik membuat Gus Dur pernah
dinobatkan sebagai Bapak Tionghoa oleh beberapa tokoh Tionghoa Semarang.
Karena kepemimpinannya juga, Gus Dur banyak mendapatkan penghargaan. Salah satunya dari Simon Wiesenthal Center, sebuah yayasan yang bergerak di bidang penegakan Hak Asasi Manusia. “Gus Dur mendapat penghargaan tersebut karena menurut mereka, ia merupakan salah satu tokoh yang peduli terhadap persoalan HAM,” kata ABS yang fasih mengingat sosok ulama besar Islam Indonesia ini di sela berziarah.
ABS melanjutkan, Gus Dur pernah memperoleh penghargaan dari Mebal Valor yang berkantor di Los Angles karena dinilai memiliki keberanian membela kaum minoritas. “Salah satunya membela umat Konghuchu di Indonesia dalam memperoleh hak-haknya yang sempat terpasung selama era Orde Baru,” tambahnya.
“Gus Dur adalah sosok yang sangat luar biasa dan inspiratif. Sehingga sangat layak menjadi panutan bagi para calon pemimpin negeri. Termasuk rombongan Pemkot dan DPRD Balikpapan,” kata ABS dalam kunjungannya ke makam Gus Dur yang berjarak 7 kilometer dari Kantor Bupati Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, ini.
Setelah itu, ABS dan rombongan mengunjungi Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif yang merupakan tempat kelahiran Gus Dur. Pondok Pesantren ini tak jauh dari Tebu Ireng. Ia terenyuh ketika melihat orang-orang yang ramai berdoa, bertawasul, dan berjualan di sekitar kompleks pemakaman.
“Orang mati saja masih mampu menghidupkan orang hidup, lantas mengapa kita yang hidup tidak mampu memberikan kehidupan bagi bangsa ini,” tegasnya.
Dalam ramah tamah yang digelar di Ponpes, rombongan diterima Wakil Pengasuh Ponpes Mamba'ul Ma'arif, Denayar, Jombang, KH Irvan Yusuf. Ia bercerita, Ponpes itu mempunyai kenangan manis bagi Gus Dur. Di antaranya adalah Gus Dur pernah menjabat ketua Yayasan Ponpes yang memiliki 3.000-an santri tersebut. Dalam kepengurusan, Gus Dur berhasil memberikan sumbangsih yang sangat besar.
“Kalau bicara soal sumbangsih, tentu sangat besar. Salah satunya, KH Gus Dur mampu menyatukan pondok yang telah bercabang-cabang,” ungkapnya.
Selain itu, ponpes tersebut mampu menjadi magnet bagi masyarakat di Jawa dan luar Jawa. Terbukti, meski hanya menjabat ketua yayasan selama tiga tahun, Gus Dur mampu membesarkan dan mengharumkan nama Mamba’ul Ma’arif dengan ribuan santrinya.
“Setiap hari ramai dikunjungi ragam tokoh nasional maupun tokoh daerah. Artinya kenangan tentang Gus Dur masih melekat kuat di ingatan rakyat Indonesia,” pungkas Irvan. (bersambung/tom/k1/kaltimpos)

0 komentar: