Kamis, 02 Mei 2013

Grand Shaikh Al-Azhar Sumbangkan 1 Juta Dirham ke Kas Al-Azhar

CAIRO - Grand Shaikh Al-Azhar Shaikh Ahmad Thayeb menerima penghargaan ‘Zaid Award’ sebagai tokoh intelektual tahun ini. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Komite Pemberian Penghargaan ‘Zaid Award’. Penghargaan ini diberikan pada hari Ahad (28/4/2013) sore kemarin di tengah semaraknya pameran buku internasional di Abu Dhabi.

Grand Shaikh Al-Azhar menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan kepada Mesir, Al-Azhar, dan dunia Islam secara umum. Beliau juga menegaskan bahwa Al-Azhar bukan sekedar institusi keagamaan milik Mesir saja, namun milik seluruh dunia Arab dan dunia Islam. Al-Azhar telah mengemban misi keagamaan sejak 1050 tahun yang lalu, demi menjaga keamanan umat dan kemoderatan Islam. Dan Al-Azhar akan terus mengemban misi tersebut dan bersikap moderat ke depannya.

Grand Shaikh Al-Azhar sampai ke Uni Emirat Arab pada hari Sabtu (27/4/2013) kemarin dengan ditemani oleh Menteri Pendidikan Shobir Urab dan beberapa orang dari Dewan Ulama Senior, diantaranya DR. Muhammad Ahmadi Abu Nur mantan Menteri Agama, dan DR. Ahmad Ma’bad Abdul Karim anggota Dewan Ulama Senior dan dosen ilmu hadits.

Beliau mendapatkan hadiah sebesar 1 juta dirham Emirat (lebih dari 2,5 miliar rupiah) satu medali emas bertuliskan “Zaid Award”, dan sertifikat penghargaan. Selain beliau, para pemenang lainnya juga mendapatkan hadiah sebesar 750 ribu dirham, medali emas, dan sertifikat penghargaan. Beliau akan menyedekahkan semua hadiah penghargaan tersebut kepada kas Al-Azhar.

Pemberian penghargaan tersebut didasarkan pada sosok Grand Shaikh Al-Azhar sebagai seorang peneliti, dosen spesialisasi filsafat yang beliau pelajari di Perancis, hasil-hasil penelitian ilmiah beliau yang luar biasa, dan metodologi pengajaran beliau yang berhasil diterapkan pada beberapa universitas di kawasan Arab.

Muhammad Khalaf al-Mazru’i anggota Komite Pemberian Penghargaan ‘Zaid Award’ mengatakan bahwa Grand Shaikh Al-Azhar adalah sosok yang luas ilmunya, muslim yang wara’, moderat, dan senantiasa mengajak umat untuk bersikap toleran dan mengedepankan dialog.

Dia menambahkan bahwa sifat-sifat mulia Grand Shaikh Al-Azhar itu sangat terlihat jelas dalam berbagai sikap beliau sekarang ini dalam memimpin institusi Al-Azhar, berbagai ajakan beliau kepada semua pihak untuk menjauhi sikap ekstrim, mendialogkan segala persoalan dengan nalar pikiran, serta menjaga dan memegang teguh identitas masyarakat yang sudah ada.

Penghargaan ‘Zaid Award’ ini merupakan penghargaan akademik yang diberikan setiap tahun semenjak tahun 2007 oleh Abu Dhabi Authority for Culture and Heritage. Penghargaan ini diberikan kepada para tokoh yang memilik andil dalam bidang karya tulis dan terjemahan yang memberikan efek positif untuk perkembangan dunia keilmuan dan sosial. (shrk/ym7/imm/mosleminfo.com)

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: