CAIRO - Grand Shaikh Al-Azhar Shaikh Ahmad Thayeb menerima
penghargaan ‘Zaid Award’ sebagai tokoh intelektual tahun ini. Hal itu
sebagaimana disampaikan oleh Komite Pemberian Penghargaan ‘Zaid Award’.
Penghargaan ini diberikan pada hari Ahad (28/4/2013) sore kemarin di
tengah semaraknya pameran buku internasional di Abu Dhabi.
Grand Shaikh Al-Azhar menyatakan bahwa penghargaan ini
merupakan bentuk penghormatan kepada Mesir, Al-Azhar, dan dunia Islam
secara umum. Beliau juga menegaskan bahwa Al-Azhar bukan sekedar
institusi keagamaan milik Mesir saja, namun milik seluruh dunia Arab dan
dunia Islam. Al-Azhar telah mengemban misi keagamaan sejak 1050 tahun
yang lalu, demi menjaga keamanan umat dan kemoderatan Islam. Dan
Al-Azhar akan terus mengemban misi tersebut dan bersikap moderat ke
depannya.
Grand Shaikh Al-Azhar sampai ke Uni Emirat Arab pada hari
Sabtu (27/4/2013) kemarin dengan ditemani oleh Menteri Pendidikan Shobir
Urab dan beberapa orang dari Dewan Ulama Senior, diantaranya DR.
Muhammad Ahmadi Abu Nur mantan Menteri Agama, dan DR. Ahmad Ma’bad Abdul
Karim anggota Dewan Ulama Senior dan dosen ilmu hadits.
Beliau mendapatkan hadiah sebesar 1 juta dirham Emirat
(lebih dari 2,5 miliar rupiah) satu medali emas bertuliskan “Zaid
Award”, dan sertifikat penghargaan. Selain beliau, para pemenang lainnya
juga mendapatkan hadiah sebesar 750 ribu dirham, medali emas, dan
sertifikat penghargaan. Beliau akan menyedekahkan semua hadiah
penghargaan tersebut kepada kas Al-Azhar.
Pemberian penghargaan tersebut didasarkan pada sosok Grand
Shaikh Al-Azhar sebagai seorang peneliti, dosen spesialisasi filsafat
yang beliau pelajari di Perancis, hasil-hasil penelitian ilmiah beliau
yang luar biasa, dan metodologi pengajaran beliau yang berhasil
diterapkan pada beberapa universitas di kawasan Arab.
Muhammad Khalaf al-Mazru’i anggota Komite Pemberian
Penghargaan ‘Zaid Award’ mengatakan bahwa Grand Shaikh Al-Azhar adalah
sosok yang luas ilmunya, muslim yang wara’, moderat, dan senantiasa
mengajak umat untuk bersikap toleran dan mengedepankan dialog.
Dia menambahkan bahwa sifat-sifat mulia Grand Shaikh
Al-Azhar itu sangat terlihat jelas dalam berbagai sikap beliau sekarang
ini dalam memimpin institusi Al-Azhar, berbagai ajakan beliau kepada
semua pihak untuk menjauhi sikap ekstrim, mendialogkan segala persoalan
dengan nalar pikiran, serta menjaga dan memegang teguh identitas
masyarakat yang sudah ada.
Penghargaan ‘Zaid Award’ ini merupakan penghargaan akademik
yang diberikan setiap tahun semenjak tahun 2007 oleh Abu Dhabi
Authority for Culture and Heritage. Penghargaan ini diberikan kepada
para tokoh yang memilik andil dalam bidang karya tulis dan terjemahan
yang memberikan efek positif untuk perkembangan dunia keilmuan dan
sosial. (shrk/ym7/imm/mosleminfo.com)

0 komentar: