Jumat, 31 Mei 2013

Al-Azhar Minta Perancis Batalkan Pelelangan Manuskrip Al-Quran

KAIRO - Grand Shaikh Al-Azhar Prof. DR. Ahmad Thayeb meminta agar rencana pelelangan manuskrip Al-Quran yang akan diadakan tanggal 9 Juni 2013 di kota Fontainebleau Perancis dibatalkan.

Al-Azhar secara resmi telah mengirimkan surat permintaan penghentian lelang tersebut kepada Menteri Luar Negeri Mesir Muhammad Kamil Amr, Direktur ISICO Abdul Aziz at-Tuwaijiri, dan Direktur UNESCO Irina Bokova.

“Manuskrip Al-Quran ini adalah wakaf Al-Azhar yang sangat langka. Ini juga merupakan bagian dari turats Al-Azhar yang tidak boleh diperjual-belikan, dihadiahkan, atau sejenisnya,” tegas Grand Shaikh Al-Azhar Ahmad Thayeb.

Menurut sumber resmi dari Kantor Grand Shaikh Al-Azhar (Masyikah), Al-Azhar telah mengambil langkah hukum untuk meminta agar manuskrip Al-Quran tersebut dikembalikan lagi ke perpustakaan Al-Azhar.

Manuskrip Al-Quran ini didapat oleh Jean Joseph Marcel, seorang orientalis, saat terjadi agresi militer Perancis pimpinan Napoleon Bonaparte. Dia mendapatkannya sebelum seluruh isi perpustakaan Al-Azhar ludes terbakar pada tahun 1798 akibat serangan militer Perancis. (elwthn/onazhar/sm)

Sumber: Mosleminfo

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.

0 komentar: