KAIRO - Grand Shaikh Al-Azhar Prof. DR. Ahmad Thayeb meminta agar
rencana pelelangan manuskrip Al-Quran yang akan diadakan tanggal 9 Juni
2013 di kota Fontainebleau Perancis dibatalkan.
Al-Azhar
secara resmi telah mengirimkan surat permintaan penghentian lelang
tersebut kepada Menteri Luar Negeri Mesir Muhammad Kamil Amr, Direktur
ISICO Abdul Aziz at-Tuwaijiri, dan Direktur UNESCO Irina Bokova.
“Manuskrip
Al-Quran ini adalah wakaf Al-Azhar yang sangat langka. Ini juga
merupakan bagian dari turats Al-Azhar yang tidak boleh
diperjual-belikan, dihadiahkan, atau sejenisnya,” tegas Grand Shaikh
Al-Azhar Ahmad Thayeb.
Menurut sumber resmi dari Kantor
Grand Shaikh Al-Azhar (Masyikah), Al-Azhar telah mengambil langkah hukum
untuk meminta agar manuskrip Al-Quran tersebut dikembalikan lagi ke
perpustakaan Al-Azhar.
Manuskrip Al-Quran ini didapat
oleh Jean Joseph Marcel, seorang orientalis, saat terjadi agresi militer
Perancis pimpinan Napoleon Bonaparte. Dia mendapatkannya sebelum
seluruh isi perpustakaan Al-Azhar ludes terbakar pada tahun 1798 akibat
serangan militer Perancis. (elwthn/onazhar/sm)
Sumber: Mosleminfo

0 komentar: