TARAKAN - Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tajuddin Tuwo menegaskan
bahwa untuk materi pelajaran, sejak awal semester ganjil, para pelajar
kelas 3 sudah dipersiapkan untuk untuk menghadapi Ujian Nasional (UN).
Jadi, yang perlu dibenahi saat ini adalah kesiapan mental dan kepecayaan
diri para peserta ujian untuk berhadapan dengan soal-soal UN mulai
tanggal 15 April mendatang.
Dari itu, lewat doa bersama dan beberapa pengarahan berupa saran dan
motivasi dari berbagai pihak yang digelar Minggu (7/4) lalu, para
pelajar tersebut diharapkan tidak gugup dan grogi saat berada didalam
ruangan ujian.
Dikatakannya, jika para pelajar utamanya peserta UN bisa memanfaatkan
waktu belajarnya di sekolah dengan baik dan mengikuti UN dengan penuh
kecermatan, maka apa yang dikhawatirkan dalam pelaksanaan ujian, bisa
dipastikan tidak akan terjadi. “Ada 3 persoalan yang sebenarnya kita
sampaikan kepada mereka, yaitu menindak lanjuti pesan walikota, yaitu
giatlah belajar, rajin berdoa sebelum dan sesudah belajar dan jangan
lupa mohon doa restu orangtua sebelum turun ujian,” tutur Tajuddin
kepada Radar Tarakan usai mengikuti acara doa bersama di Masjid Baitul
Izzah.
Terkait kans peningkatan angka kelulusan, menurut Tajuddin dapat
merujuk pada hasil try out peserta UN tahun ini yang relatif jauh lebih
baik dibandingkan tahun sebelumnya, maka sedikit kepercayaan diri baik
dari Dinas Pendidikan maupun sekolah akan hasil UN yang memuaskan.
Namun, lelaki yang sempat menjabat Kepala Dinas Sosila dan Tanaga Kerja
(Dinsosnaker) Kota Tarakan itu, belum bisa memastikan bahwa angka
kelulusan tahun ini akan mencapai 100 persen. “Segala sesuatu bisa saja
terjadi, saya juga tidak berani menarget seperti itu. Yang jelas, kami
berdoa dan berharap ujian kali ini semuanya bisa lulus,” tukasnya.
Terkait kegiatan doa bersama yang diprakarsai oleh Persaudaraan Pelajar
se Kota Tarakan (PPST) di Masjid Baitul Izzah kemarin, sesuai rencana,
hampir seluruh pelajar kelas 3 tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas
(SLTA) sekira 1.500 orang hadir pada kegiatan tersebut. Kehadiran salah
satu pemuka agama di Tarakan, Syamsi Sarman untuk memberi arahan dan
motivasi sekaligus memimpin doa bersama, terlihat cukup berhasil
menggali semangat para pelajar tersebut.
“Tujuan kita sebenarnya untuk melatih mental mereka, agar tidak takut
menghadapi UN. Karena belakangan ini, siswa kelas 3 itu biasanya ada
yang merasa tertekan,” ucap Ketua PPST, Ahmad Said.
Mengenai teknis kegiatan tersebut, pelajar kelas 2 Sekolah Menengah
Atas (SMA) Negeri 2 Tarakan itu menjelaskan, pelajar kelas 3 yang non
muslim juga ikut diundang. Akan tetapi, sebagian besar dari mereka
berhalangan untuk hadir, mengingat mereka juga harus melaksanakan ibadah
di hari Minggu.
“Tapi saya lihat tadi ada beberapa pelajar non muslim yang ikut
bersama kita disini. Mereka kita tempatkan didalam, gabung bersama yang
lain, karena pengurus masjid tadi sudah mengizinkan,” jelasnya.
Dari pantauan Radar Tarakan, kegiatan doa bersama yang diawali dengan
materi dan motivasi dari Syamsi Sarman, banyak memberikan pengarahan
tentang cara belajar yang baik. Salah satunya adalah waktu belajar,
dimana menurutnya untuk mata pelajaran ilmu sosial yang notabene-nya
kebanyakan mencerna dengan hafalan, akan lebih baik dilakukan pada waktu
subuh.
“Kalau mata pelajaran yang harus dicerna dengan pemahaman atau
menghitung, akan lebih baik kalau (belajarnya) dilakukan malam hari,”
beber penjabat Direktur Eksekutif Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Tarakan
itu di hadapan para peserta doa bersama.(yan/ndy)
http://www.balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=90697