Selasa, 09 April 2013

Jelang UN, 1.500 Pelajar di Tarakan Ikuti Doa Bersama

TARAKAN - Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tajuddin Tuwo menegaskan bahwa untuk materi pelajaran, sejak awal semester ganjil, para pelajar kelas 3 sudah dipersiapkan untuk untuk menghadapi Ujian Nasional (UN). Jadi, yang perlu dibenahi saat ini adalah kesiapan mental dan kepecayaan diri para peserta ujian untuk berhadapan dengan soal-soal UN mulai tanggal 15 April mendatang.

Dari itu, lewat doa bersama dan beberapa pengarahan berupa saran dan motivasi dari berbagai pihak yang digelar Minggu (7/4) lalu, para pelajar tersebut diharapkan tidak gugup dan grogi saat berada didalam ruangan ujian.

Dikatakannya, jika para pelajar utamanya peserta UN bisa memanfaatkan waktu belajarnya di sekolah dengan baik dan mengikuti UN dengan penuh kecermatan, maka apa yang dikhawatirkan dalam pelaksanaan ujian, bisa dipastikan tidak akan terjadi. “Ada 3 persoalan yang sebenarnya kita sampaikan kepada mereka, yaitu menindak lanjuti pesan walikota, yaitu giatlah belajar, rajin berdoa sebelum dan sesudah belajar dan jangan lupa mohon doa restu orangtua sebelum turun ujian,” tutur Tajuddin kepada Radar Tarakan usai mengikuti acara doa bersama di Masjid Baitul Izzah.

Terkait kans peningkatan angka kelulusan, menurut Tajuddin dapat merujuk pada hasil try out peserta UN tahun ini yang relatif jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, maka sedikit kepercayaan diri baik dari Dinas Pendidikan maupun sekolah akan hasil UN yang memuaskan. Namun, lelaki yang sempat menjabat Kepala Dinas Sosila dan Tanaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tarakan itu, belum bisa memastikan bahwa angka kelulusan tahun ini akan mencapai 100 persen. “Segala sesuatu bisa saja terjadi, saya juga tidak berani menarget seperti itu. Yang jelas, kami berdoa dan berharap ujian kali ini semuanya bisa lulus,” tukasnya.

Terkait kegiatan doa bersama yang diprakarsai oleh Persaudaraan Pelajar se Kota Tarakan (PPST) di Masjid Baitul Izzah kemarin, sesuai rencana, hampir seluruh pelajar kelas 3 tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sekira 1.500 orang hadir pada kegiatan tersebut. Kehadiran salah satu pemuka agama di Tarakan, Syamsi Sarman untuk memberi arahan dan motivasi sekaligus memimpin doa bersama, terlihat cukup berhasil menggali semangat para pelajar tersebut.

“Tujuan kita sebenarnya untuk melatih mental mereka, agar tidak takut menghadapi UN. Karena belakangan ini, siswa kelas 3 itu biasanya ada yang merasa tertekan,” ucap Ketua PPST, Ahmad Said.

Mengenai teknis kegiatan tersebut, pelajar kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Tarakan itu menjelaskan, pelajar kelas 3 yang non muslim juga ikut diundang. Akan tetapi, sebagian besar dari mereka berhalangan untuk hadir, mengingat mereka juga harus melaksanakan ibadah di hari Minggu.

 “Tapi saya lihat tadi ada beberapa pelajar non muslim yang ikut bersama kita disini. Mereka kita tempatkan didalam, gabung bersama yang lain, karena pengurus masjid tadi sudah mengizinkan,” jelasnya.

Dari pantauan Radar Tarakan, kegiatan doa bersama yang diawali dengan materi dan motivasi dari Syamsi Sarman, banyak memberikan pengarahan tentang cara belajar yang baik. Salah satunya adalah waktu belajar, dimana menurutnya untuk mata pelajaran ilmu sosial yang notabene-nya kebanyakan mencerna dengan hafalan, akan lebih baik dilakukan pada waktu subuh.

“Kalau mata pelajaran yang harus dicerna dengan pemahaman atau menghitung, akan lebih baik kalau (belajarnya) dilakukan malam hari,” beber penjabat Direktur Eksekutif Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Tarakan itu di hadapan para peserta doa bersama.(yan/ndy)

http://www.balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=90697

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.