BALIKPAPAN - Diusulkannya Balikpapan bergabung
dengan rencana pembentukan provinsi baru Kalimantan Tenggara, mendapat
sambutan positif dari Pemerintah Kota Balikpapan. Wakil Wali (Wawali)
Kota Balikpapan Heru Bambang menyebut, Kota Minyak siap bergabung dengan provinsi baru itu. Bahkan daerah ini layak menjadi ibu kota Kalimantan Tenggara.
Heru mengaku, sampai kemarin belum ada komunikasi dengan tim pemekaran
wilayah Kalimantan Tenggara. Meski begitu, ia menyambut baik rencana
itu. Sebab bisa berpengaruh pada pengembangan suatu daerah. “Saya rasa
bagus sekali Balikpapan bergabung dengan Kalimantan Tenggara. Kota ini
sebagai pintu gerbang Kalimantan Tenggara,” jelasnya.
Menurutnya, Balikpapan dirasa cukup siap jika harus bergabung dengan
Kalimantan Tenggara. Terlebih lagi menjadi ibu kota provinsi baru itu.
Tapi pemekaran provinsi baru ini kan perlu waktu yang tak sebentar, dan
masih melewati beberapa kajian.
Dikatakan, jika Balikpapan dianggap siap bergabung dengan Kalimantan
Tenggara, belum tentu Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak merestuinya.
“Jadi keputusannya juga ada di tangan Gubernur dan Menteri Dalam Negeri.
Saya menunggu kebijakan dari beliau-beliau saja. Apapun itu
keputusannya, kami akan jalani,” ujarnya.
Sebelumnya, usai wacana pembentukan Kabupaten Paser Tengah meliputi
lima kecamatan Long Kali, Long Ikis, Kuaro, Batu Sopang, dan Muara Komam
di Kabupaten Paser, kini muncul aspirasi baru yakni empat kabupaten di
Kaltim dan Kalsel untuk membentuk provinsi baru, yakni Kalimantan
Tenggara. Empat kabupaten itu, Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara
(PPU), dan Kabupaten Kotabaru serta Kabupaten Tanah Bumbu (Kalimantan
Selatan).
“Aspirasi untuk menggabungkan empat daerah menjadi Provinsi Kalimantan
Tenggara ini terus menguat akhir-akhir ini. Saat ini, kami sedang
membentuk tim peneliti aspirasi sebagai upaya meningkatkan wacana
tersebut kearah lebih tinggi lagi,” kata Ketua Yayasan Bangun Penajam
Harimuddin Rasyid. Yayasan yang diketuainya itu dipersiapkan sebagai
wadah yuridis penelitian aspirasi.
Rasyid mengatakan, tim diperkirakan rampung menyelesaikan penelitian
dalam waktu tiga bulan. Setelah itu, ujarnya, melalui saluran
politik-birokrasi, pihaknya berupaya meningkatkan wacana tersebut untuk
dibahas dan diputuskan. Selanjutnya diperjuangkan secara kolektif untuk
menjadi provinsi baru penggabungan sebagian daerah di Kaltim dan Kalsel
itu.
“Bila layak jadi provinsi tersendiri, tim akan mengusulkan pembentukan
provinsi baru itu melalui Kementerian Dalam Negeri dan DPR RI. Kami
juga berharap, kabupaten masing-masing berjuang pada provinsinya
sendiri-sendiri untuk mendapatkan persetujuan masing-masing kepala
daerah,” katanya.
Berbicara masalah pemekaran, Harimuddin Rasyid bukan orang baru dan ia
terbukti berhasil mewujudkan daerah otonomi baru Kabupaten Penajam
Paser Utara, yang merupakan pemekaran kabupaten baru di Paser. “Saya
bersedia mengurusi persoalan ini setelah didesak bupati, sekda, Bappeda
dan pimpinan DPRD Kotabaru,” katanya.
Sebenarnya, kata dia lagi, Kotabaru tidak perlu memekarkan wilayahnya
menjadi satu daerah otonom lagi, asalkan Kota Balikpapan bersedia masuk
menjadi bagian Provinsi Kalimantan Tenggara. Di samping itu, bila
menilik kelengkapan infrastruktur yang tersedia, Balikpapan layak
ditetapkan menjadi ibu kota Provinsi Kalimantan Tenggara itu.
“Untuk saat ini kita belum bicara dengan Pemkot Balikpapan. Sebatas
pengkajian sementara yang sudah dilakukan tim peneliti, Kabupaten Paser
dan Kabupaten Penajam Paser Utara bisa dipilih sebagai ibu kota provinsi
yang baru nanti,” tuturnya. (rom/tom/k1)
http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/15231/wawali-balikpapan-sangat-siap.html
