Rabu, 20 Maret 2013

Pedagang Kaki Lima (PKL) Balikpapan Minta Tempat yang Lebih Baik

BALIKPAPAN - Para pedagang kaki lima (PKL) lapangan Foni baik depan rumah sakit bersalin sayang ibu dan depan masjid Al Amin, bersilaturahmi dengan para pengurus LPM Baru Ilir Balikpapan Barat. Pembahasan yang dilakukan mengenai keluhan pada pedagang, adanya antrean truk besar, sehingga sangat mengganggu aktivitas para pedagang maupun pengguna jalan lainnya.

Ketua LPM Baru Ilir Abd Jabar mengatakan, silaturahmi tersebut diadakan terkait adanya berita yang mengatakan PKL pemicu macetnya jalanan sehingga sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat yang wilayahnya ada di Baru Ilir merasa terpanggil untuk menangahi masalah yang ada.

“Kemarin kami sempat silaturahmi dengan para PKL yang ada di sekitar wilayah lapangan Foni serta membahas bagaimana caranya menyikapi antrean truk agar tidak terus menerus parkir liar sehingga para PKL namanya tidak-ikut-ikutan,” kata Jabar.

Dirinya menambahkan, selain itu juga keberadaan truk  merusak bahu jalan yang tidak sesuai dengan keperuntukannya, untuk itu para pedagang mengusulkan beberapa usulan. Di antaranya jam pengisian wajib di atas pukul 21.00 Wita, antrean solar dalam kota hanya diperuntukkan mobil roda 4 saja, selebihnya silakan di luar kota.

Selain itu para PKL khusunya di depan rumah sakit bersalin sayang ibu menginginkan adanya tempat jualan yang permanen layaknya seperti di samping Persiba. Hal itu dengan alasan di daerah tersebut telah menjadi icon tempat kuliner di wilayah Kebun Sayur.

“Karena segala jenis makanan telah ada di situ, tinggal penataan tempat yang lebih rapi, karena kegiatannya hanya ada di sore hingga malam hari, sehingga tidak menggangu pengguna jalan baik pejalan kaki dan pengendara motor,” papar jabar yang juga wirausaha muda di bidang pendidikan ini.

Jabar menambahkan, Pemkot harusnya berbangga diri, karena animo masyarakat khususnya wilayah Balikpapan Barat untuk menjadi pedagang/wirausaha sangat besar, secara otomatis ekonmomi mereka juga meningkat dan hal ini mengurangi beban pemerintah khusunya masalah pengangguran.

Dengan adanya hal seperti itu para PKL dapat mempekerjakan 1 atau 2 orang tetangganya, tinggal Pemkot bagaimana mendukung dan memberikan kesempatan untuk berjualan agar lebih baik lagi.

Keberadaan PKL bukan malah digusur dan tidak ada solusinya, sehingga menjadikan mereka pengangguran dan akan berdampak kegiatan yang bersifat negatif. Di Balikpapan banyak hal terjadi seperti pencurian, perampokan dan perkelahian. “Karena ya itu tadi pasti masalah ekonomi,”  terang pemuda pelopor Kaltim dan nasional ini.

“Saran saya khususnya kepada pemerintah kota, atau stakeholder yang berhubungan seperti Hipmi, Kadin, Forum CSR, ayo galakkan wirausaha dengan memberikan fasilitas dan ruang gerak baik dalam bentuk keringanan permodalan, tempat usaha dan pembinaan secara berkelanjutan. Jangan hanya dibina itu pengusaha kelas kakap, padahal maju mundurnya perekonomian dilihat dari banyaknya para UMKM yang tampil, seperti para PKL ini,” imbuhnya.

Dan bila PKL sejahtera berdampak pada pembangunan kota Balikpapan itu sendiri. “Gimana mau dikatakan kota madinatul iman, kalau penduduknya banyak penjudi, perampok, pemerkosa pemakai narkoba dan sebagainya,” tutupnya.(bp-13)

http://balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=89648

http://www.balikpapanpos.co.id/uploads/berita/dir07012013/img07012013861521.jpg

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.