Sabtu, 09 Maret 2013

PPP Konsisten Berasaskan Islam: Gandeng 4 Unsur (NU, Syarikat Indonesia, Parmusi dan Perti)

Menjadi salah satu partai politik lama yang kembali lolos verifikasi akhir oleh KPU, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi PPP. Eksistensinya kembali diuji. Namun dengan segudang pengalaman dan semangat partai yang tetap konsisten dengan azas Islam, pihaknya yakin bisa merebut minimal 6 kursi di DPRD Balikpapan.

PEMILIHAN umum legilslatif (pileg) 2014 nanti, hanya diikuti 10 partai politik (parpol). Jauh lebih sedikit dibandingkan pileg periode 2009 lalu. Nah, dari 10 parpol tersebut, hanya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang hingga kini tetap konsisten mempertahankan Islam sebagai landasan utama partai. Berbeda dengan partai Islam lainnya, yang kini mulai membuka diri.

Rupanya, konsistensi terhadap  primordialisme Islam inilah yang menjadi “peluru” PPP untuk meraih hasil maksimal pada pileg mendatang. “Dari 10 partai itu, cuma kami (PPP, Red) yang tetap landasanya Islam murni. PPP sempat ditanya apakah juga akan mempertahankan primordial Islam?  Kami tetap jawab bertahan, dan terbukti kami bisa tetap eksis,” terang Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Balikpapan, Hj Jumiati didampingi Wakilnya, H Syahrani.

Menurutnya, persiapan menghadapi pileg 2014 sudah matang. Pihaknya juga siap mencapai target yang sudah ditetapkan. Bicara target, pada pileg 2009 lalu partai berlambang kabah ini hanya meraih 3 kursi. Namun, pada pileg nanti PPP menargetkan berlipat ganda. “Setiap dapil setidaknya satu kursi, berarti ada 6 yang kita harapkan lolos. Kita juga ingin mengembalikan kejayaan PPP periode sebelum reformasi, kalau tidak salah saat tahun 1997 sempat 10 orang yang duduk di DPRD Balikpapan. Ya setidaknya terbentuk satu fraksi, ‘kan minimal 4 kursi,” terang Jumiati.

Bakal calon legislatif (caleg) untuk Balikpapan sudah disusun per daerah pemilihan. Jumlanya pas 45 caleg, kuota perempuan juga terpenuhi. Sementara, untuk caleg provinsi masih tengah digodok. “Kalau caleg tingkat kota sudah fiks semua, tinggal 7 caleg untuk provinsi yang masih kita proses. Insya Allah dalam minggu-minggu ini juga selesai,” terang wanita berjilbab yang saat ini masih tercatat sebagai Anggota DPRD Kota Balikpapan tersebut.

Bagaimana dengan starageti? Ditanya soal ini, Jumiati cepat-cepat menyebut ada strategi khusus yang digunakan para kadernya meraih simpati masyarakat. Namun, ia menolak merincikan strategi apa yang akan dilakukan. “Strategi tidak bisa kita bocorkan, tapi kita punya caleg yang punya kemampuan terukur. Kami yakin mereka bisa sukses,” tuturnya.

Sementara itu, Syahrani menjelaskan, PPP sebagai partai lama tentu punya sejarah panjang yang tidak bisa dilupakan. Sejarah itu pula yang membuat PPP bertahan hingga kini, kendati tidak ada perubahan landasan partai. Dalam prosesnya, PPP tidak terlepas dari empat unsur. Yakni Nahdatul Ulama (NU), Serikat Indonesia (SI), Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) dan Persatuan Tarbiya Islam (perti.

“Nah, empat unsur ini yang kita rangkul. Kita dekatkan kembali unsur yang manyatukan dan melahirkan PPP seperti sekarang ini. Kami yakin, partai Islam masih punya kans yang besar, apalagi penduduk mayoritas kita Islam,” tutur wakil rakyat yang pernah tiga periode menjabat ini.

Diakuinya, banyak pandangan negatif terhadap wakil rakyat duduk di DPR maupun DPRD. Apalagi sering munculnya pemberitaan yang menggambarkan bobroknya seorang anggota Dewan. Namun, PPP tidak ingin pandangan tersebut berlanjut. Makanya, para caleg dari partai hijau ini diminta komitemnya untuk melaksanakan tanggungjawabnya dengan maksimal. Baik di masyarakat maupun ketika berada di lembaga perwakilan rakyat.

“Yang perlu digaris bawahi, jadi anggota Dewan itu bagian dari ibadah. Pekerjaan yang harus dilalui dengan sikap amarmaruf nahi munkar, kalau ini sudah ditegakkan pasti tidak ada yang negatif,” papar Syahrani yang kini kembali mencalonkan diri sebagai Caleg DPRD Kaltim.

Sekarang banyak politisi yang pindah partai, bagaimana dengan PPP? Menurut Syahrani, memang berpindah partai menjadi fenomena saat ini. Dia menilai itu wajar. Namun, kader PPP hingga saat ini belum ada yang memutuskan pindah ke partai lain. Sebaliknya, partai lain yang ingin masuk ke partai besutan Menteri Agama (Menag) Surya Dharma Ali ini cukup banyak. Bahkan, ada di antara caleg yang awalnya kader dari partai lain. “Ini nyata, kita rasakan. Ada partai lain yang ke kita, bahkan hingga sekarang masih banyak yang bertamu pada kita. Kemudian, teman-teman yang sempat melalang buana perlahan ada juga yang kembali ke rumah besar Islam,” timpal Jumiati.

Peluang lain yang didapakan PPP, adalah gonjang ganjing sejumlah partai yang lolos verifikasi KPU. Baik masalah yang terjadi di tingkat pusat, maupun di daerah. Sementara, PPP hingga sekarang dianggapnya masih adem ayem. Tidak ada persolan yang berpengaruh signifikan. Diharapkan, tetap seperti itu.

“Momen ini yang kita coba tangkap, PPP harus jadi alternatif buat mereka. Tapi kita tidak bisa terlena, PPP sebagai salah satu partai yang bernuansa tradisional tidak boleh menganggap remeh partai lain. Tentu, partai lain juga berusaha keras dan kita harus mengimbanginya. Barisan tetap rapat,” bebernya.

Kendati berazaskan Islam, PPP tetap mengakomodir kader dari berbagai background. Mulai dari kalangan intelektual, kalangan pemuda, tokoh agama dan masyarakat, pengusaha hingga merangkul paguyuban-paguyuban. “Perfomance caleg kami yakin bagus, bahkan setiap dapil kita upayakan 1 plus, kalau bisa 2 orang yang lolos. Kita arahkan semua caleg meningkatkan silaturahim, door to door mendekatkan diri dengan masyrakat, yang jelas kita berkaca pada pengalaman sebelumnya,” pungkas Jumiati sembari menyebut, menekan betul upaya money politic.(die)

http://www.balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=89138

SHARE THIS

Author:

Situs Berita Islam Balipapan merupakan situs yang memberitakan tentang dunia Islam dan umat Islam, berbagi informasi dan menyemarakkan dakwah / syiar Islamiyah.