Menjadi salah satu partai politik lama yang kembali lolos
verifikasi akhir oleh KPU, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi PPP.
Eksistensinya kembali diuji. Namun dengan segudang pengalaman dan
semangat partai yang tetap konsisten dengan azas Islam, pihaknya yakin
bisa merebut minimal 6 kursi di DPRD Balikpapan.
PEMILIHAN umum legilslatif (pileg) 2014 nanti, hanya diikuti 10 partai
politik (parpol). Jauh lebih sedikit dibandingkan pileg periode 2009
lalu. Nah, dari 10 parpol tersebut, hanya Partai Persatuan Pembangunan
(PPP) yang hingga kini tetap konsisten mempertahankan Islam sebagai
landasan utama partai. Berbeda dengan partai Islam lainnya, yang kini
mulai membuka diri.
Rupanya, konsistensi terhadap primordialisme Islam inilah yang menjadi
“peluru” PPP untuk meraih hasil maksimal pada pileg mendatang. “Dari 10
partai itu, cuma kami (PPP, Red) yang tetap landasanya Islam
murni. PPP sempat ditanya apakah juga akan mempertahankan primordial
Islam? Kami tetap jawab bertahan, dan terbukti kami bisa tetap eksis,”
terang Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Balikpapan, Hj Jumiati
didampingi Wakilnya, H Syahrani.
Menurutnya, persiapan menghadapi pileg 2014 sudah matang. Pihaknya juga
siap mencapai target yang sudah ditetapkan. Bicara target, pada pileg
2009 lalu partai berlambang kabah ini hanya meraih 3 kursi. Namun, pada
pileg nanti PPP menargetkan berlipat ganda. “Setiap dapil setidaknya
satu kursi, berarti ada 6 yang kita harapkan lolos. Kita juga ingin
mengembalikan kejayaan PPP periode sebelum reformasi, kalau tidak salah
saat tahun 1997 sempat 10 orang yang duduk di DPRD Balikpapan. Ya
setidaknya terbentuk satu fraksi, ‘kan minimal 4 kursi,” terang Jumiati.
Bakal calon legislatif (caleg) untuk Balikpapan sudah disusun per
daerah pemilihan. Jumlanya pas 45 caleg, kuota perempuan juga terpenuhi.
Sementara, untuk caleg provinsi masih tengah digodok. “Kalau caleg
tingkat kota sudah fiks semua, tinggal 7 caleg untuk provinsi yang masih kita proses. Insya Allah
dalam minggu-minggu ini juga selesai,” terang wanita berjilbab yang
saat ini masih tercatat sebagai Anggota DPRD Kota Balikpapan tersebut.
Bagaimana dengan starageti? Ditanya soal ini, Jumiati cepat-cepat
menyebut ada strategi khusus yang digunakan para kadernya meraih simpati
masyarakat. Namun, ia menolak merincikan strategi apa yang akan
dilakukan. “Strategi tidak bisa kita bocorkan, tapi kita punya caleg
yang punya kemampuan terukur. Kami yakin mereka bisa sukses,” tuturnya.
Sementara itu, Syahrani menjelaskan, PPP sebagai partai lama tentu
punya sejarah panjang yang tidak bisa dilupakan. Sejarah itu pula yang
membuat PPP bertahan hingga kini, kendati tidak ada perubahan landasan
partai. Dalam prosesnya, PPP tidak terlepas dari empat unsur. Yakni
Nahdatul Ulama (NU), Serikat Indonesia (SI), Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) dan Persatuan Tarbiya Islam (perti.
“Nah, empat unsur ini yang kita rangkul. Kita dekatkan kembali unsur
yang manyatukan dan melahirkan PPP seperti sekarang ini. Kami yakin,
partai Islam masih punya kans yang besar, apalagi penduduk mayoritas
kita Islam,” tutur wakil rakyat yang pernah tiga periode menjabat ini.
Diakuinya, banyak pandangan negatif terhadap wakil rakyat duduk di DPR
maupun DPRD. Apalagi sering munculnya pemberitaan yang menggambarkan
bobroknya seorang anggota Dewan. Namun, PPP tidak ingin pandangan
tersebut berlanjut. Makanya, para caleg dari partai hijau ini diminta
komitemnya untuk melaksanakan tanggungjawabnya dengan maksimal. Baik di
masyarakat maupun ketika berada di lembaga perwakilan rakyat.
“Yang perlu digaris bawahi, jadi anggota Dewan itu bagian dari ibadah.
Pekerjaan yang harus dilalui dengan sikap amarmaruf nahi munkar, kalau
ini sudah ditegakkan pasti tidak ada yang negatif,” papar Syahrani yang
kini kembali mencalonkan diri sebagai Caleg DPRD Kaltim.
Sekarang banyak politisi yang pindah partai, bagaimana dengan PPP?
Menurut Syahrani, memang berpindah partai menjadi fenomena saat ini. Dia
menilai itu wajar. Namun, kader PPP hingga saat ini belum ada yang
memutuskan pindah ke partai lain. Sebaliknya, partai lain yang ingin
masuk ke partai besutan Menteri Agama (Menag) Surya Dharma Ali ini cukup
banyak. Bahkan, ada di antara caleg yang awalnya kader dari partai
lain. “Ini nyata, kita rasakan. Ada partai lain yang ke kita, bahkan
hingga sekarang masih banyak yang bertamu pada kita. Kemudian,
teman-teman yang sempat melalang buana perlahan ada juga yang kembali ke
rumah besar Islam,” timpal Jumiati.
Peluang lain yang didapakan PPP, adalah gonjang ganjing sejumlah partai
yang lolos verifikasi KPU. Baik masalah yang terjadi di tingkat pusat,
maupun di daerah. Sementara, PPP hingga sekarang dianggapnya masih adem
ayem. Tidak ada persolan yang berpengaruh signifikan. Diharapkan, tetap
seperti itu.
“Momen ini yang kita coba tangkap, PPP harus jadi alternatif buat
mereka. Tapi kita tidak bisa terlena, PPP sebagai salah satu partai yang
bernuansa tradisional tidak boleh menganggap remeh partai lain. Tentu,
partai lain juga berusaha keras dan kita harus mengimbanginya. Barisan
tetap rapat,” bebernya.
Kendati berazaskan Islam, PPP tetap mengakomodir kader dari berbagai
background. Mulai dari kalangan intelektual, kalangan pemuda, tokoh
agama dan masyarakat, pengusaha hingga merangkul paguyuban-paguyuban. “Perfomance caleg
kami yakin bagus, bahkan setiap dapil kita upayakan 1 plus, kalau bisa 2
orang yang lolos. Kita arahkan semua caleg meningkatkan silaturahim, door to door
mendekatkan diri dengan masyrakat, yang jelas kita berkaca pada
pengalaman sebelumnya,” pungkas Jumiati sembari menyebut, menekan betul
upaya money politic.(die)
http://www.balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=89138