NASIONAL - Masjid-masjid NU tidak hanya sekadar tempat ibadah semata, tapi harus
dijadikan sebagai pusat memenuhi kebutuhan dan pemberdayaan umat di
sekitarnya.
Hal itu ditegaskan Ketua PP Lembaga Ta’mir Masjid KH Abdul Manan A. Ghani di hadapan 300 imam, khotib, dan DKM di Kabupaten Pamekasan, Madura.
Ia menyampaikan hal itu pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) koordinasi PP LTMNU dengan masjid-masjid NU yang berlangsung di pesantren Nurul Hikmah.
Kiai Manan menambahkan, kebutuhan umat di sekitar masjid, bisa ketahui dari doa mereka, yaitu salamatan fiddin, penguatan akidah ahlusunnah, syariah, dan akhlak jamaah.
“Bentuk aksinya adalah melalui pengajian. Dalam bentuk lain bisa melalui dengan perlombaan azan, MTQ,” ungkapnya.
Hal itu ditegaskan Ketua PP Lembaga Ta’mir Masjid KH Abdul Manan A. Ghani di hadapan 300 imam, khotib, dan DKM di Kabupaten Pamekasan, Madura.
Ia menyampaikan hal itu pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) koordinasi PP LTMNU dengan masjid-masjid NU yang berlangsung di pesantren Nurul Hikmah.
Kiai Manan menambahkan, kebutuhan umat di sekitar masjid, bisa ketahui dari doa mereka, yaitu salamatan fiddin, penguatan akidah ahlusunnah, syariah, dan akhlak jamaah.
“Bentuk aksinya adalah melalui pengajian. Dalam bentuk lain bisa melalui dengan perlombaan azan, MTQ,” ungkapnya.
Wafiyatan fil jasadi, masjid, sebagai pusat kesehatan.
Masjid harus bersih dan sehat. “Gimana mau sujud khusuk jika kotor? Oleh
karena itu, masjid-masjid NU harus bersih!”
Waziyadatan fil-ilmi, masjid sebagai pusat kegiatan
keilmuan, misalnya dengan mendirikan TPA, pengajian akhlak, tafsir, atau
bisang-bidang lain sesuai dengan keinginan jamaah.
Wabarokatan fi rizky, masjid harus menjadi pemberdayaan
umat. “Penguatannya melalui zakat, maka harus diaktifkan LAZISNU untuk
membangun kewirausahaan umatnya,”
Wataubatan qobla maut, masjid sebagai pusat dakwah. Warahmatan qoblal maut, masjid sebagai kegiatan sosial, menolong orang sakit, bencana. Wa maghfirotan ba’dal maut, masjid juga tempat untuk mendoakan, tahlilan, istighotsah, Yasinan, ratiban, berzanjinan, atau laillatul ijtima’.
“Dengan demikian, mengaktifkan masjid-masjid NU tidak sulit, karena
itu sudah ada dalam pikiran kita semua. Tinggal praktiknya,” pungkasnya.
Redaktur: Mukafi Niam
Penulis : Abdullah Alawi
Redaktur: Mukafi Niam
Penulis : Abdullah Alawi