NUSANTARA - Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) yang
akan dilaksanakan di Kelurahan Prapatan, Balikpapan Selatan pada Maret
mendatang, digelar di lapangan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)
Prapatan. MTQ kali ini memiliki konsep panggung yang berbeda dari
sebelumnya.
Lurah Prapatan HM Slamet Djunaidi MSi menginginkan sebuah konsep yang
berbeda. Saat ini kajiannya tengah dipersiapkan. “konsep kali ini akan
kami buat berbeda dari sebelumnya, Insya Allah kami siap melakukan yang
terbaik,” kata Slamet.
Adapun cabang MTQ yang dilombakan memiliki beberapa kriteria pilihan
yaitu tilawah, hifdzil, juz tilawah, 1 juz non tilawah, tartil qur’an,
syahril qur’an, fahmil qur’an, dan lainnya.
Slamet menerangkan, tujuan MTQ ini adalah menumbuh kembangkan minat
baca, serta memahami kandungan Al-Qur’an di tengah-tengah masyarakat.
Dalam mencari peserta terbaik dari seluruh cabang untuk kafilah
Kecamatan Balikpapan Selatan.
“Dengan MTQ ini diharapkan melahirkan generasi muda mudi yang gemar
akan membaca dan memahami kandungan Al-Quran,” jelas Slamet.
Slamet optimis MTQ kali ini akan berlangsung meriah, banyak warga yang
akan berdatangan untuk menyaksiakan perlombaan ini. Disamping itu,
lapangan LPM cukup luas sehingga layak sebagai lokasi pelaksanaan MTQ.
Warga juga tidak akan berdesak-desakan untuk menyaksiakan MTQ kali ini.
Namun diharapkan untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak berjualan di
lokasi yang bisa menyusahkan warga untuk menyaksikan MTQ.
“Di harapkan PKL bisa bekerja sama, dengan berjualan di tempat-tempat
yang tidak mengganggu jalannya pelaksanaan MTQ ini,” kata Slamet.
Untuk mematangkan persiapan, saat ini Kecamatan Balikpapan Kota sedang
membentuk panitia, yang terdiri dari lima kelurahan di Balikpapan Kota.
“MTQ ini tingkat kecamatan yang nantinya pemenang akan mewakili
kecamatan di tingkat kota. Di MTQ tingkat kecamatan akan dipilih 3
kelurahan terbaik,” kata Dzonazianjah selaku Camat Balikpapan Kota.
Menurut Dzonazianjah, MTQ memiliki peran penting dalam memajukan
generasi muda yang mencintai Al qur’an. Karena membaca Al-qur’an, kata
Dzona, bisa mengendalikan tingkat kecerdasan emosional atau mengaktifkan
otak kanan, serta bimbingan rohani lebih terpelihara. (bp-8)