BALIKPAPAN-Kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) sungguh memprihatinkan. Sehari setelah tewasnya 9 sopir dan penumpang Xenia di Km 57, serta tewasnya Aditya siswa SMA di kawasan Gn Dubbs di hari yang sama, pada Sabtu (29/9) kemarin, kecelakaan kembali terjadi. Kali ini korbannya, murid SDN 003 Balikpapan Tengah (Balteng), bernama Falenzky
Novan Syahputra (8). Falenzky-akrab korban disapa, sekira pukul 06.30 Wita dibonceng ayahnya, Imansyah dari rumah neneknya, di Gang Ulin Perumnas Batu Ampar RT 12 No. 130, hendak menuju ke SDN 003 Balteng, tempat sang anak menimba ilmu.
Hingga kemarin polisi masih mengumpulkan data terkait kronologi kecelakaan, namun informasi yang dihimpun Balikpapan Pos di lapangan, kecelakaan itu bermula ketika Imansyah gagal menyalip truk di simpang Gunung Kawi tepatnya depan Hotel Murni.
Saat menyalip itulah, truk menyenggol motor yang dikendarai Imansyah hingga akhirnya ia bersama anaknya terjatuh. Imansyah yang tercatat sebagai anggota sekuriti itu bersama motor yang dikendarainya terlempar ke sebelah kanan, sedangkan anaknya jatuh ke kiri ke arah melintasnya truk.
Karena jaraknya yang sangat berdekatan, ban belakang truk yang disalipnya itu melindas kepala Faelenzky. Saat itu juga, murid kelas 3 SDN 003 itu tewas di tempat. Sementara ayahnya, Imansyah, mengalami luka ringan berupa bengkak pada bagian kakinya. Arus lalu lintas yang padat serta hujan rintik-rintik mengguyur ketika kecelakaan itu berlangsung.
“Waktu itu aku dengar ada teriakan dari luar. Pas keluar, kulihat bapak sama anaknya tertindis motor. Kucoba angkat motornya tapi nggak kuat, akhirnya aku minta tolong warga untuk membantu,” kata Supriatno (51), penjaga malam di Hotel Murni.
Korban tewas sempat dibawa ke RS Restu Ibu namun akhirnya dilarikan ke RSU Kanujoso untuk dilakukan visum. Sementara itu Kasat Lantas Polres Balikpapan AKP Gede Pasek melalui Kanit Laka Lantas Ipda Agus Supeno mengatakan pihaknya masih melakukan proses penyelidikan kasus kecelakaan yang menewaskan Falenzky Novan Syahputra. “Belum dapat dipastikan kami masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi mata serta menunggu hasil olah TKP di lapangan,” terang dia.
KORBAN, CUCU LURAH MARGASARI
Di rumah duka, di Gang Ulin Perumnas Batu Ampar RT 12 No. 130, puluhan pelayat memadati rumah duka. Mereka adalah rombongan guru, murid dan Komite SDN 003 Balteng, tetangga, kerabat, Lurah Batu Ampar Zulkifili, pengurus PKK serta puluhan ketua RT. Ternyata korban tewas, Falenzky, merupakan cucu dari Lurah Margasari, Priyono.
“Waktu masih kecil sudah ikut neneknya. Kemana-mana selalu dibawa, termasuk saat ke posyandu. Anaknya mudah akrab dengan orang lain,” ujar seorang ketua RT yang minta namanya tidak ditulis.
Di mata para teman-teman almarhum dan guru, Falenzky dikenal sebagai anak cerdas, berjiwa pemimpin, dan begitu peduli antar sesama rekan-rekannya. “Dia itu anak pintar, kalau sama orang lain peduli betul, suka menolong anaknya,” kata seorang pelayat.
Sementara itu pihak keluarga korban belum bisa memberikan keterangan karena masih dalam kondisi berduka. Bahkan ibu dan nenek korban terlihat shock. Saat jenazah tiba di rumah duka, nenek Falenzky tampak memukul-mukul lantai tak percaya jika cucu kesayangannya tiada dengan cara yang mengenaskan.
Ibu korban tak banyak mengeluarkan kata-kata, begitu pula sang ayah yang duduk di hadapan jenazah. Suasana duka masih sangat terasa saat jenazah akhirnya dimakamkan di TPU Telindung.(bp-9/yud/balikpapanpos.co.id)
