BERITA BALIKPAPAN - Sejak Kawasan Sehat Tanpa Rokok (KSTR) diberlakukan seiring momentum Hari Tanpa Tembakau Sedunia (World No Tobacco Day) 31 Mei lalu, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan tak berhenti melakukan kampanye. DKK adalah motor penggerak pemkot untuk PR besar penerapan aturan yang dikawal Perwali No 24 Tahun 2012 ini.
Dan hari ini, Kamis (28/6) pagi ini, pukul 08.00 Wita di Banua Patra Balikpapan, komitmen akan dibuat. DKK menghadirkan 300-an undangan terdiri dari unsur pejabat pemkot, kepala dinas, kepala badan, camat, lurah, pimpinan organisasi se-Balikpapan, DPRD, juga stakeholder instansi kesehatan seperti klinik, pimpinan puskesmas, laboratorium kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), apotek sampai seluruh direktur rumah sakit di kota ini.
“Kami hadirkan juga tokoh agama, instansi olahraga, sekolah, pemimpin pusat pembelanjaan seperti mal, hotel dan perusahaan swasta maupun BUMN,” sebut Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Balikpapan, sekaligus Ketua Panitia Sosialisasi Pengendalian Tembakau, Esther Vonny Kristiany, kemarin.
Perusahaan media yang getol memerangi rokok seperti Kaltim Post juga dihadirkan. PDAM, PLN, Angkasa Pura, Pelni, Telkom, oil company seperti Pertamina, Total dan Chevron juga turut serta.
Tidak ketinggalan kalangan pelajar dan perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan OSIS.
“Ini memang agenda sosialisasi. Tapi penekanannya adalah komitmen bersama untuk mengajak masyarakat baik individu, pemerintah dan swasta agar mendukung KSTR di Balikpapan melalui deklarasi bersama,” ujar Vonny.
Di acara yang bertema “Berhenti Merokok Sekarang, Selamatkan Nyawa, Selamatkan Uang” ini, Pemkot Balikpapan melalui DKK yang bekerja sama dengan Pertamina RU V juga menghadirkan pakar. Setelah Wali Kota membuka acara, dihadirkan pembicara seperti dr Ekowati Rahajeng yang membawakan materi pengendalian penyakit tidak menular dan masalah kesehatan akibat produk tembakau. Pembicara lain, dr Rohani Budi Prihatin, menekankan regulasi KSTR di Balikpapan.
“Ada juga kegiatan berbagi pengalaman oleh komunitas berhenti merokok yang beranggotakan mantan perokok. Sharing ini lebih bertujuan memotivasi masyarakat agar tambah yakin berhenti merokok. Walaupun sulit, tapi nyatanya banyak yang sudah berhasil dan memilih hidup sehat,” tandas Vonny.
BERBAGI PERAN
Untuk diketahui, sosialisasi menuju KSTR dibuat secara bertahap untuk mewujudkan Balikpapan kawasan sehat tanpa asap rokok. Ini bukan hanya tugas DKK. Seluruh instansi Pemkot mengambil peran masing-masing; Dinas Pendidikan di lingkungan belajar mengajar, Disporabudpar membawahkan sejumlah sarana olahraga dan hotel, restoran, rumah makan, jasa boga, bioskop, sampai kolam renang. Juga tak ketinggalan Dinas Perhubungan membina sopir angkutan umum dan penumpang agar tidak merokok, termasuk mengondisikan hal serupa di terminal, pelabuhan dan bandara.
Cukup? belum. “camat dan lurah bertanggung jawab di kantornya masing-masing. Di tempat -tempat kerja perkantoran, tempat ibadah, menjadi tugas Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos). Sementara Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) bertanggung jawab pada fasilitas pasar, pusat perbelanjaan, minimarket, supermarket, department store, plaza dan pertokoan. Kita berbagi peran. Semua harus satu suara menegakkan Perwali KSTR,” sebut Kepala DKK, Dyah. (*/rsh/adm/k2)
Sumber : Kaltimpost.co.id

0 komentar: